Dari Body Goals ke Long-Term Wellness, Ini Alasan Pilates Makin Digemari

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 28 September 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dulu, olahraga sering kali identik dengan mengejar body goals. Namun kini, cara pandang terhadap kebugaran mulai bergeser. Semakin banyak orang berolahraga bukan hanya untuk mendapatkan bentuk tubuh tertentu, tetapi juga untuk menjaga tubuh tetap kuat, aktif, dan sehat dalam jangka panjang. Salah satunya dengan melalui pilates.

Perubahan ini berjalan beriringan dengan berkembangnya tren wellness. Kesehatan semakin menjadi bagian dari keseharian, mulai dari aktivitas fisik, nutrisi, hingga pemulihan tubuh dan kesehatan mental.

Survei Voice of the Consumer 2026 dari PwC Indonesia menunjukkan bahwa 59 persen konsumen Indonesia memprioritaskan hidup lebih panjang dan sehat. Sementara itu, 51 persen menjadikan pengurangan stres dan peningkatan kesehatan mental sebagai salah satu tujuan utama. Sebanyak 58 persen konsumen juga rutin melakukan aktivitas kebugaran fisik.

Di tengah perubahan tersebut, Pilates menjadi salah satu jenis olahraga yang semakin populer. Popularitas Pilates secara global memperlihatkan bagaimana olahraga ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Laporan ClassPass 2025 mencatat Pilates menjadi workout yang paling banyak dipesan di dunia selama tiga tahun berturut-turut, dengan jumlah reservasi meningkat 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Pilates Tak Lagi Sekadar Workout

Pilates dapat mengencangkan otot dan melatih kekuatan otot secara maksimal/copyright freepik/senivpetro

Pada saat yang sama, low-impact training mengalami peningkatan reservasi sebesar 112 persen. Tren ini menunjukkan semakin besarnya minat terhadap bentuk latihan yang tidak hanya menantang tubuh, tetapi juga memberi ruang untuk bergerak secara lebih terkontrol dan seimbang.

Pilates sendiri dikenal melalui gerakan yang terkontrol dan menekankan kesadaran terhadap tubuh. Karena itu, latihan ini tidak hanya berbicara mengenai seberapa banyak kalori yang terbakar, tetapi juga bagaimana seseorang memahami tubuh saat bergerak.

Pergeseran mindset inilah yang membuat konsep long-term wellness semakin relevan. Alih-alih terus mendorong tubuh hingga batas maksimal, orang mulai mencari aktivitas yang dapat dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan tubuh.

Tujuannya bukan hanya terlihat bugar hari ini, tetapi mempertahankan kekuatan, mobilitas, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Menariknya, wellness juga semakin membutuhkan dukungan dan lingkungan yang membuat seseorang konsisten. PwC mencatat 56 persen konsumen Indonesia tertarik pada program coaching dan solusi yang membantu membangun kebiasaan hidup sehat sesuai kebutuhan masing-masing.

 

3 dari 3 halaman

Berkembang Menjadi Komunitas

Ini alasan banyak perempuan bermintan lakukan pilates (dok. Pilates Re-Bar)

Perubahan tersebut turut terlihat dalam perjalanan Pilates Re Bar, studio Pilates berafiliasi Jepang yang hadir di Indonesia sejak Agustus 2021.

Berawal di tengah pandemi, Pilates Re Bar membawa visi untuk memberikan ruang bagi masyarakat agar tetap aktif bergerak dan menjaga kesehatan. Lima tahun kemudian, komunitasnya berkembang menjadi sekitar 10.000 member yang tersebar di 12 studio di Jabodetabek dan Bali.

Studio pun tidak hanya menjadi tempat berlatih, tetapi berkembang sebagai ruang untuk membangun koneksi, saling mendukung, dan bertumbuh bersama.

“Freedom to Move merupakan visi yang ingin Pilates Re Bar usung sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk bergerak dan menjalani hidup yang lebih sehat,” ujar Eny Surya, Managing Director Pilates Re Bar.

Semangat tersebut kemudian dirayakan melalui Freedom to Move, wellness festival pada 26 September 2026 di MGP Space, SCBD, Jakarta. Acara ini menghadirkan kelas dan workshop Pilates, Wellness Tenant, sesi talkshow, serta PRB Championship, kompetisi Pilates yang terbuka untuk publik.

Konsep ini memperlihatkan bahwa olahraga kini tidak selalu dilakukan sendirian. Pengalaman komunitas dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam membangun kebiasaan sehat.