Sebelum Mulai Pilates, Kenali Perbedaan Latihan Matras dan Reformer

najwa maulidinaDiterbitkan 03 Oktober 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pilates belakangan semakin mudah ditemui di berbagai studio olahraga. Gerakannya yang terlihat tenang membuat olahraga ini sering dianggap sederhana. Padahal, Pilates membutuhkan kontrol tubuh, konsentrasi, dan koordinasi gerakan. Menariknya, Pilates tidak hanya dilakukan dengan satu cara. Ada mat Pilates yang menggunakan matras sebagai perlengkapan utama dan ada reformer Pilates yang melibatkan alat khusus.

Dilansir dari Cleveland Clinic, Pilates dapat dilakukan menggunakan matras maupun alat seperti reformer. Latihan ini berfokus pada gerakan yang terkontrol, pernapasan, konsentrasi, serta penggunaan otot inti dan punggung bagian bawah. Keduanya memiliki manfaat dan tantangan masing-masing, sehingga mat Pilates tidak otomatis lebih mudah daripada reformer.

Mat Pilates merupakan jenis Pilates yang dilakukan di lantai dengan matras dan biasanya menggunakan sedikit atau tanpa alat tambahan. Karena tidak bergantung pada mesin, latihan ini relatif praktis untuk dilakukan di rumah maupun studio. Gerakannya dapat mencakup latihan untuk core, kaki, lengan, hingga fleksibilitas. Sementara itu, reformer Pilates menggunakan alat berbentuk seperti rangka tempat tidur dengan bagian carriage yang dapat bergerak. Alat tersebut dilengkapi pegas yang memberikan tingkat resistensi berbeda selama latihan.

Keberadaan alat membuat reformer menawarkan lebih banyak variasi gerakan. Tali, footbar, dan pegas dapat digunakan untuk memberikan tantangan sekaligus membantu mengatur gerakan tubuh. Jadi, kalau selama ini mengira Pilates hanya tentang berbaring di atas matras sambil melakukan gerakan kecil, ternyata pilihannya cukup beragam. Setiap jenis punya karakteristik tersendiri yang bisa disesuaikan dengan pengalaman dan kebutuhan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mat Pilates vs Reformer, Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Mat Pilates mengandalkan berat tubuh dan gravitasi, sedangkan reformer memberikan tambahan resistensi melalui sistem pegas pada alat. (Foto/Dok: Pexels)

Perbedaan paling mudah terlihat dari perlengkapan yang digunakan. Pada mat Pilates, tubuh menjadi bagian utama dari latihan. Gerakan dilakukan di atas matras dengan memanfaatkan berat tubuh dan gravitasi sebagai bagian dari tantangan. Beberapa gerakan mat Pilates mungkin terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan kontrol. Menjaga posisi tubuh sambil mengatur napas dan melakukan gerakan secara perlahan dapat membuat otot bekerja tanpa harus menggunakan alat besar.

Karena perlengkapannya minimal, mat Pilates juga cukup fleksibel. Latihan dapat dilakukan di studio, rumah, atau tempat lain selama tersedia permukaan yang nyaman dan cukup ruang untuk bergerak. Berbeda dengan itu, reformer Pilates menggunakan alat yang memiliki carriage, tali, footbar, dan pegas. Pegas tersebut memberikan resistensi yang dapat disesuaikan. Artinya, latihan dapat dibuat lebih ringan atau lebih menantang sesuai gerakan dan kemampuan.

Reformer juga memungkinkan tubuh melakukan berbagai posisi, mulai dari berbaring hingga duduk atau berdiri. Gerakan dilakukan sambil mengontrol pergerakan carriage, sehingga koordinasi tubuh menjadi bagian penting dari latihan. Namun, jangan menganggap reformer otomatis lebih sulit dan mat Pilates lebih mudah. Keduanya memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Bahkan, latihan menggunakan mat bisa terasa cukup menantang karena tubuh bekerja melawan gravitasi. 

Untuk pemula, memahami dasar-dasar Pilates tetap menjadi hal penting. Gerakan yang terlihat kecil bukan berarti bisa dilakukan sembarangan. Posisi tubuh dan teknik yang tepat membantu latihan dilakukan dengan lebih aman. Karena itu, pilihan antara mat dan reformer sebaiknya tidak hanya mengikuti tren. Pertimbangkan juga kenyamanan, tujuan latihan, pengalaman, serta jenis kelas yang tersedia.

3 dari 3 halaman

Mau Coba Pilates? Pilih Mat atau Reformer Sesuai Kebutuhan

Masih bingung harus mulai dari mat atau reformer? Keduanya bisa menjadi pilihan selama latihan dilakukan dengan teknik yang tepat. (Foto/Dok: Pexels)

Bagi yang baru pertama kali mencoba Pilates, mat Pilates bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal dasar-dasar gerakannya. Tidak banyak peralatan yang perlu dipelajari sehingga perhatian dapat lebih diarahkan pada posisi tubuh, pernapasan, dan kontrol gerakan. Namun, bukan berarti pemula tidak boleh mencoba reformer. Reformer juga memiliki latihan untuk berbagai tingkat kemampuan. Yang membedakan adalah adanya alat dan resistensi yang perlu dipahami selama latihan.

Jika ingin mencoba reformer untuk pertama kali, mengikuti kelas bersama instruktur dapat membantu. Instruktur dapat menjelaskan cara menggunakan alat, mengatur resistensi, sekaligus memberikan arahan mengenai posisi tubuh. Pemula mempelajari reformer melalui kelas atau instruksi langsung sebelum mencoba latihan sendiri di rumah. Sementara itu, mat Pilates cocok untuk yang menginginkan latihan dengan perlengkapan minimal. Setelah memahami dasar-dasarnya, latihan juga lebih mudah dilakukan secara mandiri karena tidak membutuhkan mesin besar.

Yang paling penting, jangan terburu-buru mengejar gerakan yang terlihat sulit di media sosial. Pilates mengutamakan gerakan yang terkontrol, sehingga kualitas gerakan lebih penting daripada sekadar menyelesaikan banyak repetisi. Pilihan antara mat dan reformer pada akhirnya kembali pada kebutuhan masing-masing. Jika ingin latihan yang praktis dan bisa dilakukan dengan perlengkapan sederhana, mat Pilates dapat menjadi pilihan. Jika tertarik mencoba latihan dengan variasi gerakan dan resistensi dari alat, reformer bisa dipertimbangkan.

Keduanya tetap berada dalam prinsip Pilates yang sama, mengontrol gerakan, memperhatikan tubuh, dan menjaga koordinasi dengan pernapasan. Jadi, sebelum memesan kelas Pilates yang sedang ramai di media sosial, tidak ada salahnya mengenali jenis latihannya terlebih dahulu. Dengan begitu, pengalaman pertama tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga terasa lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh.