Perempuan dan Kesetaraan di Dunia Kerja, Ini Upaya Perusahaan Dorong Pemberdayaan Perempuan

Devita AdyaDiterbitkan 29 Oktober 2026, 21:46 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kesetaraan gender di dunia kerja menjadi salah satu aspek penting dalam membangun lingkungan profesional yang inklusif dan berkelanjutan. Perempuan perlu mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan kemampuan, menduduki posisi kepemimpinan, serta berkontribusi dalam pengambilan keputusan. Namun, kesenjangan upah, terbatasnya akses terhadap posisi strategis, dan tanggung jawab pengasuhan masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak perempuan.

Dilansir dari Global Gender Gap Report 2026, dunia baru menutup 69,2 persen kesenjangan gender. Dengan laju kemajuan saat ini, kesetaraan gender secara penuh diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar 120 tahun. Temuan tersebut menunjukkan bahwa upaya memperkecil kesenjangan membutuhkan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak, termasuk sektor bisnis.

“Isu kesetaraan gender ini bukan hanya isu perempuan saja, tetapi memberikan benefit bagi perempuan dan laki-lakI terhadap keseluruhan keluarga perusahaan”, ujar Dwi Yuliawati, Head of Programmes, UN Woman.

Perusahaan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perempuan melalui kebijakan ramah keluarga, kesempatan promosi yang adil, pengaturan kerja fleksibel, serta akses terhadap pelatihan dan pengembangan karier. Dukungan tersebut juga perlu diwujudkan melalui sistem yang terukur, bukan sekadar kampanye sesaat.

Ketika perempuan memperoleh kesempatan yang setara, perusahaan dapat memanfaatkan potensi talenta secara lebih luas. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan bukan hanya berkaitan dengan keadilan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

2 dari 3 halaman

Langkah Nyata Perusahaan Memberdayakan Perempuan

Pemberdayaan perempuan dapat diwujudkan melalui kebijakan ramah keluarga, akses kepemimpinan, hingga dukungan ekonomi yang menjangkau komunitas dan rantai pasok. (Foto/Dok: Pexels)

Mewujudkan kesetaraan gender membutuhkan perubahan yang diterapkan secara konsisten dalam berbagai aspek bisnis. Perusahaan tidak cukup hanya membuka kesempatan kerja bagi perempuan, tetapi juga perlu memastikan setiap karyawan memiliki akses yang adil terhadap pengembangan karier, kesejahteraan, dan posisi kepemimpinan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menerapkan kebijakan ramah keluarga, seperti cuti orang tua, fasilitas ruang laktasi, tempat penitipan anak, dan jam kerja fleksibel. Kebijakan tersebut membantu karyawan menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan kehidupan pribadi, tanpa harus mengorbankan perkembangan karier.

“Agensi Perempuan merupakan kemampuan perempuan untuk mengenali pilihan-pilihan dalam bentuk apapun termasuk pilihan keinginan dalam bekerja. Dengan Agensi Perempuan, perempuan bisa bernegosiasi dan berkomunikasi dengan pasangannya bahwa perempuan itu sangat perlu untuk bekerja bukan hanya membantu menambah penghasilan keluarga.” ujar Eni Widiyanti, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Perekonomian, Infrastruktur, dan Pembangunan Kewilayahan serta Pemerintah Daerah Wilayah I, KemenPPPA.

Pemberdayaan perempuan juga dapat diperluas melalui program pelatihan, pendampingan, dan pemberian akses terhadap peluang ekonomi. Agar dampaknya berkelanjutan, berbagai inisiatif tersebut perlu didukung kebijakan tertulis, anggaran yang memadai, keterlibatan pimpinan, serta evaluasi berkala. Dengan begitu, pemberdayaan perempuan menjadi bagian dari strategi bisnis yang nyata, bukan sekadar program simbolis.

3 dari 3 halaman

Pemenang WEPs Awards 2026 Indonesia

UN Women mengumumkan 18 pemenang WEPs Awards 2026 Indonesia yang menghadirkan berbagai inisiatif untuk memperkuat kesetaraan gender di dunia kerja dan masyarakat. (Foto/Dok: UN Women)

Komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan perempuan mendapat apresiasi melalui Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026 Indonesia. Dalam penganugerahan yang berlangsung di Jakarta pada 29 Oktober 2026, UN Women mengumumkan 18 pemenang yang dinilai berhasil menerapkan praktik kesetaraan gender secara nyata dan terukur.

Tahun ini, ajang tersebut menerima 142 aplikasi dari 94 perusahaan, menjadi jumlah partisipasi tertinggi sejak pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada 2020. Para peserta dinilai berdasarkan berbagai inisiatif, mulai dari kepemimpinan inklusif hingga pemberdayaan perempuan di komunitas.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk meraih kategori Leadership Commitment melalui pengembangan pemimpin perempuan, kebijakan ramah keluarga, dan kesejahteraan karyawan. Sementara itu, PT PLN (Persero) memenangkan kategori Gender-Inclusive Workplace berkat penerapan kebijakan yang mendukung lingkungan kerja inklusif.

Di bidang teknologi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperoleh penghargaan Tech & AI for Gender Equality melalui fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI. Fitur tersebut memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk bersebelahan dengan sesama penumpang perempuan.

Inisiatif lainnya hadir dari L’Oréal Indonesia melalui program pengadaan inklusif dan Siloam International Hospitals melalui program SELANGKAH yang memperluas akses perempuan terhadap edukasi serta skrining kanker payudara.

Berbagai pencapaian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat diterapkan melalui pendekatan yang beragam. Para pemenang selanjutnya akan mewakili Indonesia dalam WEPs Awards tingkat Asia Pasifik.