Wall Climbing hingga Pilates, Pilihan Olahraga Indoor Favorit Warga Ibu Kota

najwa maulidinaDiterbitkan 30 Oktober 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kesibukan warga ibu kota membuat olahraga indoor semakin menarik untuk dicoba. Beragam pilihan aktivitas tersedia, mulai dari wall climbing yang menantang kekuatan tubuh hingga pilates yang menekankan kontrol gerakan dan keseimbangan. Kehadiran studio kebugaran serta fasilitas olahraga di dalam ruangan juga memberi alternatif bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa harus bergantung pada kondisi cuaca.

Dilansir dari ClassPass, pilates menjadi kelas olahraga yang paling banyak dipesan secara global selama tiga tahun berturut-turut. Laporan tersebut juga mencatat peningkatan pemesanan kelas pilates sebesar 66 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan besarnya minat pengguna platform terhadap latihan tersebut, meski tidak secara khusus menggambarkan tren di Jakarta. Selain pilates, berbagai aktivitas indoor lainnya dapat menjadi pilihan sesuai minat dan kebutuhan kebugaran masing-masing.

1. Wall Climbing untuk Menguji Kekuatan dan Fokus

Wall climbing menawarkan pengalaman olahraga yang berbeda melalui aktivitas memanjat dinding dengan pijakan dan pegangan buatan. Olahraga ini melibatkan kekuatan tangan, kaki, serta otot inti untuk membantu tubuh bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Selain kemampuan fisik, wall climbing juga membutuhkan konsentrasi dan perencanaan gerakan. Pemula dapat memulai dari jalur yang lebih mudah dengan arahan instruktur, sekaligus mempelajari prosedur keselamatan sebelum mencoba tantangan yang lebih sulit.

2. Pilates untuk Melatih Kontrol Gerakan

Pilates menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melatih kekuatan otot inti, fleksibilitas, keseimbangan, dan kesadaran terhadap gerakan tubuh. Latihan dapat dilakukan di atas matras maupun menggunakan alat reformer sesuai jenis kelas yang dipilih. Gerakannya dilakukan dengan kontrol dan pengaturan napas, sehingga peserta perlu memperhatikan teknik daripada sekadar mengejar intensitas latihan.

2 dari 3 halaman

Pilates, Olahraga Indoor untuk Melatih Kekuatan dan Fleksibilitas Tubuh

Pilates menggabungkan gerakan terkontrol dan teknik pernapasan untuk melatih kekuatan otot, keseimbangan, serta fleksibilitas tubuh. (Foto/Dok: Pexels)

Di tengah kesibukan warga ibu kota, olahraga indoor menjadi salah satu pilihan untuk tetap aktif tanpa harus bergantung pada kondisi cuaca. Salah satu jenis olahraga yang menarik perhatian adalah Pilates. Latihan ini mengutamakan gerakan terkontrol, koordinasi, dan pernapasan sehingga peserta perlu berkonsentrasi pada setiap gerakan yang dilakukan. Tidak hanya berfokus pada kekuatan otot, Pilates juga melatih keseimbangan dan fleksibilitas tubuh.

Mengenal Mat Pilates dan Reformer Pilates

1. Mat Pilates

Mat Pilates dilakukan di atas matras dengan memanfaatkan berat tubuh sendiri. Beberapa gerakannya melibatkan otot perut, punggung, pinggul, dan kaki. Jenis latihan ini bisa menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mengenal dasar-dasar Pilates sebelum mencoba variasi yang lebih menantang.

2. Reformer Pilates

Berbeda dari latihan matras, Reformer Pilates menggunakan alat dengan platform bergerak, pegas, dan tali untuk memberikan resistansi. Alat ini memungkinkan variasi gerakan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan latihan. Karena menggunakan peralatan khusus, peserta sebaiknya mengikuti arahan instruktur agar dapat mengatur alat dan melakukan gerakan dengan benar.

Bagi pemula, pilih kelas yang sesuai dengan kemampuan dan jangan terburu-buru mengikuti gerakan tingkat lanjut. Gunakan pakaian nyaman, ikuti instruksi, serta beri tahu instruktur jika memiliki cedera atau kondisi kesehatan tertentu. Jika gerakan menimbulkan rasa sakit, hentikan latihan dan minta arahan. Dengan pendekatan yang terkontrol, Pilates bisa menjadi alternatif olahraga indoor untuk melengkapi rutinitas kebugaran sehari-hari.

3 dari 3 halaman

Wall Climbing, Olahraga Indoor yang Menguji Kekuatan dan Strategi

Wall climbing mengajak peserta memanjat dinding buatan melalui jalur dengan tingkat kesulitan berbeda sambil melatih koordinasi tubuh. (Foto/Dok: Pexels)

Jika Pilates mengandalkan gerakan terkontrol, wall climbing menawarkan pengalaman olahraga indoor yang lebih dinamis. Aktivitas ini dilakukan dengan memanjat dinding buatan menggunakan pijakan dan pegangan yang telah disusun menjadi jalur tertentu. Setiap jalur memiliki tantangan berbeda, mulai dari posisi pegangan hingga jarak antar pijakan. Karena itu, peserta tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga perlu memikirkan langkah berikutnya sebelum bergerak.

Saat mencoba wall climbing, kekuatan lengan memang membantu tubuh meraih pegangan. Namun, kaki, otot inti, dan keseimbangan juga berperan penting untuk menopang tubuh selama memanjat. Peserta perlu menentukan pijakan yang tepat dan mengatur posisi tubuh agar gerakan terasa lebih efisien. Selain aspek fisik, olahraga ini juga melibatkan kemampuan memecahkan masalah. Ketika menghadapi jalur yang sulit, peserta perlu mengamati letak pegangan, mempertimbangkan perpindahan tubuh, dan mencari cara untuk mencapai titik berikutnya. Proses tersebut membuat setiap sesi terasa seperti tantangan yang berbeda.

Mengenal Bouldering dan Rope Climbing

1. Bouldering

Bouldering dilakukan pada dinding yang relatif lebih rendah tanpa menggunakan tali. Area di bawah dinding biasanya dilengkapi matras untuk membantu mengurangi risiko cedera saat peserta turun atau terjatuh. Meski tidak menggunakan tali, peserta tetap perlu memahami teknik dasar dan aturan keselamatan sebelum mencoba jalur.

2. Rope Climbing

Pada jenis ini, peserta memanjat menggunakan tali dan perlengkapan pengaman. Untuk pemula, sesi pengenalan bersama instruktur penting agar peserta memahami cara menggunakan harness, mengikuti prosedur keselamatan, dan berkomunikasi dengan rekan yang membantu mengamankan tali. Tips untuk pemula gunakan sepatu khusus panjat dan pakaian yang tidak membatasi gerakan. Mulailah dari jalur pemula, ikuti arahan petugas, dan jangan memaksakan diri mencapai jalur yang lebih sulit. Jika merasa lelah, beristirahatlah sebelum melanjutkan.

Dengan kombinasi aktivitas fisik dan tantangan strategi, wall climbing bisa menjadi pilihan bagi kalian yang ingin mencoba pengalaman olahraga indoor berbeda dari rutinitas biasanya.