Fimela.com, Jakarta - Ada sesuatu yang istimewa dari masakan rumah. Bukan hanya tentang rasa yang akrab di lidah, tetapi juga kenangan yang hadir dalam setiap suapan. Aroma masakan yang mengingatkan pada masa kecil, hidangan sederhana yang selalu tersaji di meja makan, hingga momen berkumpul bersama keluarga menjadi bagian dari pengalaman yang sulit tergantikan.
Di tengah dinamika kehidupan kota yang semakin cepat, pengalaman menikmati masakan rumahan dengan suasana hangat kini terasa semakin bermakna. Hal inilah yang ingin terus dihadirkan Uma Oma Cafe, sebuah tempat bersantap yang mengajak pengunjung menikmati hidangan akrab sekaligus merasakan keramahan khas rumah nenek.
Setelah tiga tahun tumbuh bersama kawasan Blok M, Uma Oma Cafe kini hadir dengan wajah yang diperbarui. Pembaruan ini menjadi bagian dari perjalanan Uma Oma Cafe untuk memperkuat posisinya sebagai Rumahnya BlokM, ruang untuk menikmati hidangan rumahan, bertemu, berbagi cerita, dan meluangkan waktu bersama orang-orang terdekat.
Bagi banyak orang, masakan Oma memiliki daya tarik tersendiri. Ada rasa familiar yang tidak selalu bisa ditemukan dalam hidangan modern, sekaligus kenangan tentang rumah dan kebersamaan yang melekat di dalamnya.
Uma Oma Cafe membawa pengalaman tersebut melalui sajian yang terinspirasi dari cita rasa rumahan. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati makanan, tetapi juga menemukan kembali rasa yang mengingatkan pada masakan keluarga, daerah asal, maupun masa kecil.
Konsep ini menjadi bagian dari filosofi Uma Oma Cafe bahwa rumah selalu memiliki cara untuk membuat seseorang merasa nyaman. Tidak harus melalui hidangan yang mewah, tetapi lewat rasa yang akrab dan suasana yang membuat setiap orang merasa diterima.
Founder Uma Oma Group, Junadi Salat, menjelaskan bahwa Uma Oma Cafe dibangun bukan sekadar sebagai tempat menikmati makanan, melainkan ruang untuk menciptakan kedekatan dan kenangan.
“Bagi kami, Uma Oma Cafe bukan sekadar tempat untuk menikmati makanan, tetapi juga ruang untuk membangun kedekatan dan menciptakan kenangan bersama. Selama tiga tahun ini, kami tumbuh bersama Blok M dan melihat bagaimana kawasan ini berkembang dengan pesat,” ujarnya.
Blok M yang Terus Berkembang, Rumah Kedua yang Tetap Hangat
Blok M tengah bersiap menyambut transformasi kawasan yang mencakup penataan terminal, area komersial, konektivitas pejalan kaki, hingga ruang publik. Perubahan tersebut akan turut membentuk wajah kawasan Jakarta Selatan ini dalam beberapa tahun ke depan.
Di tengah perkembangan itu, Uma Oma Cafe ingin tetap menjadi ruang yang mempertahankan keakraban dan nostalgia yang telah lama menjadi bagian dari karakter Blok M. Pembaruan fasad dan penataan ruang dilakukan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung. Namun, ada satu hal yang tetap dipertahankan, yaitu kehangatan yang menjadi identitas Uma Oma Cafe.
Konsep rumah kedua ini tidak hanya tercermin melalui hidangan, tetapi juga melalui suasana dan interaksi personal yang membuat pengunjung merasa seperti sedang berkunjung ke rumah nenek. Sebagai bagian dari pembaruan, Uma Oma Cafe menghadirkan dua area yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda, tetapi tetap membawa suasana akrab.
Teras Oma kini hadir dengan area yang lebih luas. Ruang ini memperkenalkan pilihan kudapan rumahan dan es krim lokal yang praktis dinikmati di tempat maupun dibawa pulang. Kehadirannya menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati camilan di tengah aktivitas Blok M yang dinamis, tanpa kehilangan sentuhan nostalgia.
Sementara itu, Ruang Keluarga hadir dengan tampilan yang diperbarui untuk menciptakan suasana lebih hangat dan nyaman. Area ini dirancang sebagai tempat berkumpul bagi pengunjung maupun komunitas untuk berbagi cerita, menikmati hidangan, dan merasakan kebersamaan.
Menu Baru dengan Cita Rasa yang Tetap Akrab
Selain pembaruan area, Uma Oma Cafe juga menghadirkan penyegaran menu. Hidangan favorit yang telah dikenal tetap menjadi bagian dari pengalaman bersantap, dilengkapi dengan pilihan baru yang memberikan lebih banyak variasi bagi pengunjung.
Beberapa menu yang diperkenalkan antara lain Nasi Iga Penyet dan Nasi Goreng Ijo sebagai pilihan hidangan utama. Untuk kudapan, tersedia Singkong Goreng dan Putu Cake yang menghadirkan sentuhan rasa rumahan.
Sementara untuk minuman, pengunjung dapat mencoba Sekar Mawar dan Saraba sebagai pilihan yang melengkapi pengalaman bersantap.
Salah satu hal yang membuat Uma Oma Cafe terasa berbeda adalah kehadiran para Oma yang menyambut pengunjung dengan keramahan khasnya.
Lebih dari sekadar bagian dari layanan hospitality, para Oma menjadi representasi kehangatan yang ingin dihadirkan Uma Oma Cafe. Interaksi yang tulus dan personal menciptakan suasana yang terasa dekat, seolah pengunjung sedang bertemu dengan nenek sendiri.
Kehadiran Para Oma yang Menjadi Jiwa Uma Oma Cafe
Kini, Uma Oma Cafe menambah jumlah Oma yang terlibat dari sebelumnya empat hingga lima orang menjadi delapan Oma. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Uma Oma Group untuk terus memberdayakan lansia sekaligus menciptakan pengalaman hospitality yang lebih hangat.
“Kami percaya, keramahan dan pengalaman hidup para Oma menciptakan interaksi antargenerasi yang istimewa. Inilah nilai yang ingin terus kami rawat, agar setiap Cucu tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga merasakan kehangatan dan kebersamaan layaknya berada di rumah nenek,” ujar Junadi.
Kehadiran para Oma turut memperkuat konsep Uma Oma Cafe sebagai ruang pertemuan lintas generasi. Pengunjung dapat menikmati hidangan, berbincang, dan merasakan pengalaman yang lebih personal di tengah kehidupan kota yang serba cepat.