Sukses

Beauty

6 'Penyakit' Langka Yang Mengejutkan

Vemale.com - Sebagian dari Anda mungkin memiliki phobia terhadap hal-hal tertentu. Umumnya kaum wanita takut akan ketinggian, serangga, ruang gelap, atau hantu. Beda Anda, beda pula dengan phobia yang dimiliki penyanyi kawakan, Ruth Sahanaya. Istri Jeffry Woworuntu ini ternyata ogah berdekatan dengan balon. Coba saja dekatkan mainan berisi udara ini kepadanya, maka ia akan teriak-teriak dan lari ketakutan. Ruth hanya tak ingin jika balon tersebut sampai meletus di dekatnya. Jika jenis phobia di atas umumnya disebabkan oleh adanya trauma di masa lalu, atau sekedar sugesti belaka, namun tidak dengan gangguan yang dialami oleh beberapa wanita berikut ini. Masalahnya, berbagai gangguan yang mereka alami ini tidak hanya membuat keringat dingin bercucuran, namun juga telah sampai ke tahap mengganggu kesehatan sehari-hari. Ingin tahu beberapa kasus gangguan kesehatan yang menarik dan tergolong langka di dunia? Ayo, kita simak bersama ulasan berikut ini. Orgasme 200 kali setiap hari
Sarah Carmen bisa mengalami orgasme hingga 200 kali setiap harinya. Wow! Usut punya usut, wanita asal Inggris tersebut menderita Permanent Sexual Arousal Syndrome (PSAS). Sebuah sindrom yang membuat darah mengalir begitu lancar ke area organ seksual sehingga rangsangan terus timbul. Keadaan ini memaksanya 'harus' sering berhubungan seks agar wanita 26 tahun ini dapat melampiaskan seluruh hasrat yang terus menggebu dalam dirinya. Akibat sindrom tersebut, Sarah juga mudah mencapai klimaks ketika beraksi. Dan, sulit bagi para kekasihnya untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhan seksualnya yang begitu besar. Alergi air
Apa jadinya bila ada manusia yang alergi terhadap air? Mungkin dia tidak akan pernah merasakan nikmatnya berenang atau berendam di dalam bak air panas. Namun, hal itulah yang dialami Ashleigh Morris. Ashleigh alergi terhadap air, bahkan keringat pun bisa membuat wanita berusia 21 tahun ini mengalami ruam yang menyakitkan. Wanita asal Melbourne, Australia, ini dinyatakan alergi terhadap air (dengan berbagai temperatur) sejak ia berusia 14 tahun. Berbagai gangguan kulit dialaminya jika air menyentuh tubuhnya sedikit saja. Wah, nggak mandi dong! Ingat terus Saat bertambah tua, biasanya para wanita paruh baya sudah mulai pikun. Hal ini tak berlaku bagi AJ (nama samaran ini diberikan oleh para peneliti dari UCI). Wanita 42 tahun ini malah bisa mengingat segala sesuatunya....dengan sangat detail. Coba saja tanyakan padanya apa yang terjadi 25 tahun silam pada jam ini dan tanggal sekian, maka AJ akan segera menjelaskan semua yang menimpanya pada hari itu dengan mudah dan detail. Ck..ck..ck..[break] Pemuja Tic Tacs
Natalie Cooper sebenarnya tidak ingin terlalu memberhalakan permen Tic Tacs. Hanya saja gadis 19 tahun ini mengidap penyakit misterius yang membuat dirinya jatuh sakit bila makan apapun, selain Tic Tacs rasa mint. Sayangnya, para dokter pun tidak bisa menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Rupanya hanya Tic Tacs yang diinginkan oleh lambung Natalie. Tertawa= pingsan? Jika bagi manusia umumnya, rumus tertawa adalah sama dengan senang, maka tidak demikian dengan Kay Underwood. Wanita usia 22 tahun ini mengidap cataplexy (suatu kondisi tiba-tiba lemas). Hal ini menyebabkan emosi yang cukup keras bisa memberikan dampak melemaskan secara dramatis bagi otot-ototnya. Rasa gembira, marah, takut, terkejut, kagum, bahkan malu bisa juga memicu Kay untuk pingsan secara tiba-tiba. Kay didiagnosa menderita gangguan ini sejak 7 tahun silam. Ia bisa pingsan lebih dari 40 kali dalam sehari akibat emosi yang dirasakannya. Sama seperti penderita cataplexy lainnya, Kay juga bergumul dengan narcolepsy (kondisi yang membuat seseorang langsung tertidur seketika). Perlu diketahui, narcolepsy menjangkiti sekitar 30 ribuan orang di Inggris dan sekitar 70% di antaranya juga mengidap cataplexy. Alergi teknologi modern
Satu lagi jenis alergi yang tak kalah anehnya, alergi teknologi modern. Bila ibu-ibu biasa ngerumpi melalui ponsel atau memasak dengan microwave, namun tidak demikian dengan Debbie Bird. Debbie alergi pada ponsel dan microwave. Tepatnya, wanita 41 tahun ini sangat sensitif dengan gelombang elektromagnetik (EMF) atau radiasi yang dikeluarkan oleh komputer, ponsel, micorwave, dan beberapa jenis mobil. Saat berdekatan dengan barang-barang tersebut, kulit Debbie menjadi kemerahan dan kelopak matanya juga bengkak hingga 3 kali lebih besar daripada ukuran biasanya. Akibat hal ini, manager spa tersebut harus mengubah rumahnya jadi zona bebas EMF agar dia tetap bisa hidup sehat. Melihat berbagai gangguan aneh yang dialami para wanita di atas, rasa-rasanya masalah jerawat tak perlu lagi dibesar-besarkan. Ada begitu banyak hal yang seharusnya kita syukuri, salah satunya adalah bisa makan apa saja (ingat berat badan dan kolesterol) dan mandi. Thanks God! (vem/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading