Sukses

Beauty

Cinta Bisa Menyembuhkan Penderita Anoreksia

Anoreksia adalah gangguan perilaku makan yang banyak terjadi pada remaja, terutama perempuan. Namun tak sedikit pula lelaki yang mengalami anoreksia.

Meski kelihatan sebagai 'penyakit masa kini', namun mereka yang mengalami gejala perilaku anoreksia harus segera ditolong. Sebelum pikiran mereka merusak tubuh, dan akhirnya tubuh tak bisa dikendalikan oleh pikiran. Penderita anoreksia biasanya melakukan diet ekstrim dan kadang tidak makan, karena tidak ingin gemuk.

Hal ini akan berimbas dengan mengenaskan pada masa depan mereka. Terutama ketika akhirnya tubuh mereka tak lagi mau menyerap nutrisi makanan karena terbiasa menolaknya. Namun ada kabar baik seperti yang dilansir dari Dailymail.co.uk. Cintalah.. yang bisa menyembuhkan mereka.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa ketika penderita anoreksia berciuman, ada hormon oxytocin yang dihasilkan, dan hal ini sangat baik untuk melawan kebiasaan dan mind setnya yang salah kaprah tentang tubuh langsing. Mereka membutuhkan cinta dan kasih sayang, serta kehangatan yang bisa membuat mereka merasa lebih tentram dan menerima diri sendiri. Selebihnya adalah mampu menimbulkan hormon oxytocin itu lebih banyak pada tubuh mereka.

Professor Youl Ri Kim dari Seoul mengatakan bahwa obat bagi penderita anoreksia itu sangat minim efektivitasnya bagi perawatan mereka. Saat ini sedang dikembangkan spray hirup yang bisa membantu seseorang merasakan adanya hormon oxytocin ini di tubuh mereka. Namun hal ini juga masih dalam masa percobaan.

Memberi dukungan dan rasa cinta pada penderita anoreksia adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan. Terapi konseling juga bisa membantu mereka untuk membangkitkan semangat dan kesadaran dalam diri mereka sendiri. Jangan abaikan siapapun orang terdekat Anda yang mengalami anoreksia. Semua berawal dari pikiran, yang bila dibiarkan, bisa membawa mereka pada kematian.

(vem/gil)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading