Sukses

Beauty

Ketahui Batasan Rambut Rontok yang Masih Normal dan Kondisi yang Harus Dikhawatirkan

Fimela.com, Jakarta Mungkin kamu juga mendapati rambut rontok lebih banyak dari biasanya. Kehilangan sekitar 100 helai rambut dalam sehari benar-benar merupakan hal yang normal dan terjadi sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut alami.

Rambut rontok normal VS rambut rontok parah

Rambut rontok yang parah memang bisa memicu kepanikan. Rambut rontok yang parah umumnya ditandai dengan perubahan signifikan, gangguan, atau disfungsi dalam siklus pertumbuhan rambut, seperti dilansir dari huffpost.com.

Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk genetika, usia, diet, perubahan hormonal, gaya hidup, peristiwa kehidupan, dan patologi inflamasi. Sedangkan rambut rontok yang normal didasarkan pada fakta bahwa setiap folikel rambut mengikuti siklus rambutnya sendiri.

Karena mereka tidak disinkronkan satu sama lain, kamu tidak bisa mendapati rambut rontok sekaligus, melainkan dengan kecepatan sekitar 80 hingga 120 helai rambut sehari. Jika kamu cenderung menunggu beberapa hari sebelum keramas, kamu mungkin melihat rambut rontok lebih banyak, tapi ini masih merupakan hal yang normal.

 

 

Rambut rontok yang masih normal

Jika kamu tidak mencuci rambut selama beberapa hari, ada beberapa rambut yang terlepas dari pori-pori folikel atau terlepas dari kulit, tapi masih ada di kepala, entah tersangkut dengan rambut lain atau hanya terhubung longgar ke kulit kepala. Semakin lama kamu menunggu untuk keramas, semakin banyak rambut yang akan menumpuk seperti ini, sehingga saat kamu akhirnya keramas, sepertinya rambut rontok parah, tapi sebenarnya itu adalah akumulasi hari-hari sebelumnya.

Rambut rontok yang serius bisa terjadi dalam berbagai bentuk, tergantung pada alasan di baliknya. Alopecia areata, bentuk inflamasi dan autoimun dari kerontokan rambut adalah kondisi serius yang terjadi ketika ada kerontokan rambut dalam jumlah besar sekaligus, hadir sebagai bercak botak bulat di kepala.

Jika kamu menyadari bahwa ada area lain yang kehilangan rambut, seperti bulu mata dan alis, ini bisa menjadi tanda alopecia universalis. Beberapa bentuk rambut rontok lainnya mungkin tidak seserius ini, tapi tetap memerlukan kunjungan ke dokter, seperti rambut rontok hormonal.

Lainnya adalah rambut rontok difus, yaitu ketika kulit kepala mulai terlihat lewat rambut di seluruh kepala. Ini bisa disebabkan oleh stres, biasanya tidak terkait dengan gatal atau terbakar, dan hanya berlangsung satu atau dua bulan.

Rambut rontok akibat stres dan COVID-19

Rambut rontok akibat stres melonjak pada 2020 di tengah pandemi COVID-19. Stres bisa menjadi alasan besar untuk rambut rontok.

Rambut rontok musiman

Rambut rontok juga bisa dikaitkan dengan musim. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kita memiliki jumlah rambut rontok terbanyak pada fase telogen atau fase istirahat, sekitar bulan Juli.

Kapan kamu harus mengunjungi dokter?

Pada dasarnya, setiap kali ada rambut rontok dalam jumlah besar yang tidak bisa dijelaskan, kamu harus mengunjungi dokter. Benjolan merah atau benjolan nanah di kulit kepala, nyeri tekan, nyeri, atau gatal hebat juga memerlukan kunjungan segera ke dokter kulit.

Ini adalah tanda-tanda kerontokan rambut yang meradang dan bisa menyebabkan jaringan parut, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kerontokan rambut permanen.

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
8 Hal yang Bisa Membuat Kondisi Rambut Bercabang semakin Buruk
Artikel Selanjutnya
4 Manfaat Buah Jeruk untuk perawatan Rambut