Sukses

Beauty

Pahami Lagi Kaitan Erat antara Tidur dan Kondisi Kulit

Fimela.com, Jakarta Mungkin kamu juga masih bertanya-tanya apa pentingnya tidur, benar? Tidur selama tujuh sampai sembilan jam sangat penting untuk pikiran dan tubuh, mendukung fungsi kognitif tubuh agar bekerja dengan baik.

Dan jika kamu mengalami kesulitan tidur kronis, ini akan sangat terlihat jelas melalui kondisi kulit. Kulit memiliki jam sirkadiannya sendiri.

Proses kulit yang berbeda terjadi pada waktu yang berbeda, sesuai dengan jadwal internal ini. Malam hari adalah waktu utama untuk memperbaiki kerusakan dan untuk membangun kembali sel dan jaringan kulit, seperti dilansir dari popsugar.com.

1. Peradangan

Alasan utama kurang tidur berpengaruh pada kulit adalah karena terjadinya peningkatan hormon stres kortisol. Kurang tidur adalah stres fisiologis pada tubuh, sehingga tubuh merespons dengan mengeluarkan lebih banyak hormon stres. Terlalu banyak kortisol bisa memicu peradangan, yang bisa membuat kulit lebih rentan terhadap hal-hal seperti jerawat dan rosacea.

2. Kehilangan kolagen dan elastin

Mediator inflamasi yang dihasilkan dari sekresi kortisol juga bisa meningkatkan aktivitas enzim yang disebut matriks metaloproteinase, yang mendegradasi kolagen dan elastin, serta menekan kemampuan bawaan kulit untuk mensintesis kolagen dan elastin baru untuk mengimbanginya. Protein seperti kolagen dan elastin sangat penting untuk mempertahankan cahaya yang sehat.

3. Kekeringan

Penghalang kulit, yang merupakan pertahanan pertama kulit terhadap stresor dan kerusakan eksternal, sebagian besar didukung oleh tidur malam yang berkualitas. Penghalang kulit tidak hanya mencegah hal-hal buruk, tapi juga menjaga retensi kelembapan, jadi tanpa tidur, penghalang ini bisa kehilangan kekuatan fungsionalnya dan menyebabkan peningkatan kekeringan pada kulit.

4. Mata bengkak dan lingkaran hitam

Kurang tidur bisa menyebabkan kelopak mata turun. Saat tidur tidak cukup, kadar oksigen jaringan tudurn dan pelebaran pembuluh darah adalah upaya untuk mengimbanginya. Pelebaran ini tidak hanya menyebabkan rona kebiruan, tapi juga retensi cairan yang membuat mata bengkak.

 

Kebiasaan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur

1. Suplemen tidur

Melatonin adalah hormon alami yang membantu mengatur siklus tidur-bangun dalam tubuh. Suplemen melatonin biasanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang, tapi bisa membantu mendukung jadwal tidur yang teratur.

2. Berjemur di bawah sinar matahari

Mendapatkan dosis sinar matahari yang sehat di siang hari bisa membantu menjaga ritme sirkadian tetap pada jalur. Cahaya matahari bisa membantu memperlambat produksi melatonin.

3. Mengurangi menatap layar gadget

Cahaya biru yang dipancarkan dari perangkat gadget telah terbukti mengganggu produksi melatonin dan berdampak negatif pada kualitas tidur.

 

Tips kecantikan sebelum tidur

Produk skincare terbaik yang bisa kamu gunakan di malam hari sebelum tidur adalah produk yang memiliki bahan yang bisa memfasilitasi pergantian sel, seperti retinol dan AHA (asam laktat dan glikolat). Penting juga untuk dicatat bahwa stratum korneum mengalami perubahan ritme sirkadian, dengan permeabilitas kulit lebih tinggi di malam hari, daripada di pagi hari, yang berarti peningkatan penyerapan produk, tapi kulit menjadi lebih kering.

Untuk menghindari kekeringan, pertimbangkan menggunakan produk yang mengandung asam hialuronat dan ceramide untuk menjaga dan mempertahankan kelembapan saat tidur. Jika tidurmu cukup, tapi kulit tetap terasa kering, carilah humektan, seperti urea atau gliserin.

Selain itu, hindari tidur tengkurap untuk menghindari gesekan dan tekanan pada kulit. Ini akan meningkatkan kecenderungan kerutan muncul, mengganggu aliran darah, dan merusak perbaikan kulit yang optimal di malam hari.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading