Sukses

Beauty

11 Bahan Skincare dan Makeup yang Harus Dihindari

Fimela.com, Jakarta Merawat wajah merupakan hal yang penting bagi setiap orang, terutama bagi perempuan. Aktivitas seharian diluar ruangan kadang menjadi penyebab wajah menjadi kusam. Tak hanya itu,  menggunakan makeup setiap harinya untuk beraktivitas tanpa melakukan perawatan juga akan menimbulkan penuaan dini. Oleh karena itu, kamu tidak boleh malas dalam merawat karena sangat dibutuhkan supaya menghasilkan wajah tetap cerah, ternutrisi, dan awet muda. 

Pada umumnya, setiap orang akan merawat wajahnya dengan menggunakan skincare dan diselingi dengan beberapa kali maskeran atau scrub wajah. Dilansir dari colorscience.com, skincare merupakan hal penting karena berkaitan dengan kesehatan secara keseluruhan. Skincare juga dapat membuat kamu terlihat lebih muda dan membantu mencegah munculnya masalah kulit pada masa yang akan datang. 

Skincare biasanya terdiri dari beberapa tahapan dengan beragam jenis produk yang berbeda seperti toner, serum, moisturizer, dan lainnya sehingga pastikan dalam pemilihan skincare sudah sesuai dengan jenis kulit kamu sehingga dapat produk dapat bekerja dengan maksimal untuk kulit wajah. Selain itu, pastikan juga kamu menggunakan skincare dengan urutan yang benar. 

 

 

Bahan-bahan yang Berbahaya dalam Skincare dan Makeup

Dalam memilih skincare dan makeup, ada baiknya untuk kamu memastikan bahan-bahan yang terkandung aman untuk kulit. Terdapat beberapa bahan dalam skincare dan makeup yang harus dihindari karena berbahaya bagi kulit, dilansir dari realsimple.com:

Sunscreen Kimia

Sunscreen kimia mengandung bahan oxybenzone. Oxybenzone merupakan pengganggu endokrin yang memberikan efek kepada kesuburan karena dapat menyerap ke dalam aliran darah sehingga sebaiknya kamu menggunakan sunscreen yang hanya berada di permukaan kulit dan tidak menyerap atau dapat menggunakan sunscreen yang mengandung bahan aktif seperti seng oksida atau titanium dioksida.

Metilisotiazolinon

Metilisotiazolinon merupakan bahan pengawet yang biasanya ditemukan pada produk berbahan dasar air seperti sampo atau pembersih. Bahan ini dapat menyebabkan rasa terbakar dan gatal-gatal. 

Natrium Lauril Sulfat

Bahan ini dapat menimbulkan respon alergi pada kulit dan menyebabkan iritasi serta jika tidak dicuci dengan benar, kulit akan menjadi dehidrasi dan kadar ceramide-nya akan berkurang.

Akrilat (Etil Akrilat, Etil Metakrilat, dan Metil Metakrilat) 

Akrilat biasanya ditemukan pada produk kuku buatan atau bulu mata palsu yang menggunakan perekat. Bahan ini dapat menyebabkan alergi kontak pada beberapa orang.

Paraben

Paraben merupakan bahan pengawet yang berasal dari minyak bumi dan sangat meresap. Bahan ini juga merupakan pengganggu endokrin sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan interfilitas. Biasanya Paraben ditemukan dalam makeup dan pelembap.

 

Minyak kelapa

Minyak kelapa memang dapat menjadi pengobatan efektif untuk jerawat, tetapi ternyata juga dapat menyumbat pori-pori di sekitarnya. 

Wewangian

Sebaiknya dalam memilih produk pastikan bahwa produk tersebut tidak menggunakan wewangian sintesis karena dapat memberikan reaksi alergi pada kulit, sakit kepala, pusing, ruam, batuk, iritasi kulit, dan pigmentasi.  

Formaldehida

Produk pelurus rambut dan makeup lainnya yang harus dihindari terutama dalam perawatan kulit karena biasanya digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri, tetapi jika digunakan untuk manusia dalam jumlah tinggi akan berisiko tinggi untuk mengembangkan kanker. 

Phthalates

Bahan ini biasanya digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan kulit. Phthalates merupakan pengganggu endokrin yang dapat menyebabkan masalah hormonal dan reproduksi serta cacat lahir.

Minyak mineral

Bahan umum yang biasanya ditemukan pada makeup, SPF, dan pembersih serta merupakan produk sampingan dari minyak bumi karena mengandung kimia karsinogenik yang memberikan resiko kanker yang lebih tinggi.  

Toluena

Bahan kimia yang dapat ditemukan di dalam cat kuku dan pewarna rambut. Toluena merupakan pelarut petrokimia yang mudah menguap dan dapat menjadi racun bagi sistem kekebalan tubuh serta menyebabkan cacat lahir. 

 

 

 

*Penulis: Fani Varensia

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading