Sukses

Beauty

Kelihatan Sepele, 5 Kebiasaan Ini Bisa Buat Rambutmu Rontok!

Fimela.com, Jakarta Rambut rontok seringkali datang secara diam-diam dan menjadi permasalahan paling umum yang dialami oleh banyak perempuan. Tiba-tiba jumlah helaian rambut di sisir semakin banyak, dan kamu mulai merasa khawatir. Namun, sebelum buru-buru mengganti sampo dan mencoba produk rambut baru, yuk perhatikan kembali kebiasaan sehari-hari yang kamu anggap sepele dan ternyata bisa menjadi pemicunya.  

Mengutip dari American Academy of Dermatology Association dan berbagai sumber lainnya, beberapa kebiasaan yang tampak sepele ini bisa menjadi salah satu penyebabnya. 

 

1. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Menguncir rambut dengan super kencang memang sering menjadi pilihan banyak orang karena tampilannya yang terlihat rapi dan memberikan kesan praktis, terutama saat beraktivitas dengan padat atau berolahraga. Gaya ini juga dianggap mampu menjaga rambut tetap tertata sepanjang hari tanpa perlu sering-sering dirapikan. Namun, dibalik kepraktisannya, menguncir rambut terlalu kencang secara terus-menerus ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan rambut.

Tekanan berlebih yang dilakukan secara terus-menerus dapat membuat akar rambut melemah. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu kerusakan struktural pada batang rambut dan menyebabkan rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah, bahkan rontok. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah “traction alopecia”, yaitu jenis kerontokan rambut yang disebabkan oleh tekanan atau tarikan berulang pada helai rambut.

Risiko kerusakan akan semakin besar jika ikat rambut yang digunakan memiliki bahan yang kasar, seperti karet tanpa pelapis kain atau ikat rambut berbahan plastik yang keras. Cobalah mengikat rambut dengan lebih longgar agar tekanan pada kulit kepala tidak terlalu besar. Gunakan juga ikat rambut berbahan lembut seperti kain satin atau scrunchie yang ramah terhadap helai rambut. Sesekali biarkanlah rambut terurai bebas agar rambut dapat “bernapas” dan kulit kepala bisa beristirahat dari tarikan dan tekanan.

2. Menyisir Saat Rambut Masih Basah

Rambut dalam keadaan basah berada pada kondisi paling rapuh dan rentan terhadap kerusakan. Pada saat itu, kutikula rambut (lapisan pelindung luar) belum sepenuhnya tertutup, sehingga helaian rambut mudah tertarik, patah, atau bahkan tercabut dari akarnya saat disisir dengan paksa.

Sayangnya, banyak dari kita yang terburu-buru dan langsung menyisir rambut sesaat setelah mandi, tanpa menyadari risiko yang akan terjadi setelahnya. Kebiasaan sepele ini, jika dilakukan secara terus-menerus, dapat memperparah kerontokan dan mengganggu kesehatan pada rambut secara keseluruhan.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya keringkan rambut terlebih dahulu dengan handuk secara perlahan-lahan. Cukup ditekan-tekan, dan jangan digosok terlalu keras. Setelah rambut setengah kering, gunakan jari atau sisir bergigi jarang untuk merapikan rambut secara perlahan dan juga lembut. Cara ini jauh lebih aman dan membantu mengurangi risiko kerusakan rambut akibat tarikan berlebihan. Dengan perubahan kecil dalam kebiasaan ini, kamu bisa menjaga rambut supaya tetap kuat, sehat, dan terhindar dari kerontokan yang berlebihan pada rambut. 

3. Jarang Membersihkan Sisir

Sisir yang kotor bisa jadi sarang bakteri, debu, dan sisa produk rambut yang menumpuk. Saat kamu tetap menggunakannya tanpa dibersihkan secara rutin, kotoran ini bisa berpindah ke kulit kepala dan memicu iritasi hingga kerontokan. Jadi, pastikan kamu rutin mencuci sisirmu ya, setidaknya seminggu sekali

Sisir yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang kotoran, seperti debu, minyak dari kulit kepala, sisa-sisa produk perawatan rambut, dan bahkan bakteri atau jamur. Saat kamu menyisir rambut menggunakan sisir yang penuh kotoran ini, hal tersebut bisa berpindah ke kulit kepala.

Dampaknya? Kulit kepala bisa mengalami iritasi, pori-pori tersumbat, hingga akhirnya memicu masalah yang lebih serius seperti ketombe atau bahkan kerontokan rambut. Rambut yang rontok karena kulit kepala tidak sehat tentu tidak bisa dianggap remeh, apalagi jika terjadi terus-menerus.

Untuk itu, pastikan Sahabat Fimela tidak melewatkan rutinitas sederhana dengan membersihkan sisir secara rutin. Cukup rendam sisir dalam air hangat yang sudah dicampur sampo atau sabun selama beberapa menit, lalu sikat bagian-bagian sisir yang terselip kotoran menggunakan sikat gigi bekas. Setelah itu, bilas dan keringkan sebelum digunakan kembali. Bersihkan sisir setidaknya seminggu sekali.

4. Menggunakan Alat Styling Panas Terlalu Sering

Catokan, hair dryer, atau curling iron memang jadi andalan banyak orang untuk tampil lebih stylish dan rapi, apalagi saat menghadiri acara penting atau ingin tampil maksimal setiap hari. Namun, penggunaan alat styling panas secara berlebihan, terutama jika dilakukan setiap hari tanpa perlindungan, dapat berdampak buruk pada kesehatan rambut. Suhu tinggi dari alat-alat ini bisa merusak lapisan kutikula, yaitu pelindung alami rambut. Akibatnya, batang rambut menjadi kehilangan kelembaban, kering, mudah patah, dan akhirnya rontok.

Kerusakan ini sering kali tidak langsung terlihat oleh mata, namun lama-kelamaan akan menyebabkan rambut menjadi menipis dan tampilan rambut terlihat kusam serta tidak sehat. Oleh karena itu, jika Sahabat Fimela memang perlu menggunakan alat styling panas, pastikan untuk selalu mengaplikasikan heat protectant terlebih dahulu pada rambut. Produk ini akan membentuk lapisan pelindung yang membantu meminimalisir kerusakan akibat suhu tinggi. Dengan perlindungan yang tepat, rambut tetap bisa tampil indah dan sehat meskipun sering diberi sentuhan panas dari alat styling. 

5. Stres Berlebihan

Jangan remehkan pengaruh stres terhadap kesehatan rambut. Banyak orang tidak menyadari bahwa stres yang dirasakan setiap hari, entah karena tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau gangguan emosional dapat berdampak langsung pada kondisi rambut.

Saat tubuh mengalami stres, hormon kortisol (hormon stres) akan meningkat. Peningkatan hormon ini bisa mengganggu siklus alami pertumbuhan rambut, menyebabkan lebih banyak rambut memasuki fase istirahat (telogen), yang akhirnya membuat rambut mudah rontok atau bahkan berhenti tumbuh untuk sementara waktu. Tak hanya itu, stres juga bisa memicu kebiasaan tidak sehat lainnya, seperti pola makan tidak teratur, tidur yang kurang, atau sering mengikat rambut terlalu kencang karena merasa malas merawatnya. Semua ini bisa memperburuk kondisi rambut dan kulit kepala.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meskipun hanya 10-15 menit sehari. Kamu bisa coba meditasi ringan, journaling, olahraga ringan seperti yoga atau berjalan kaki, atau sekadar mendengarkan musik favorit sambil memanjakan diri dengan skincare atau haircare. Meskipun terdengar sepele, kebiasaan-kebiasaan ini bisa membantu menurunkan tingkat stres dan secara tidak langsung menjaga kesehatan rambutmu juga.

 

Penulis : Annisa Kharisma Dewi

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading