Sukses

Entertainment

Upaya Didi Petet di Milan Expo Disupport Rahmat Gobel

Fimela.com, Jakarta Bagi Didi Petet, sekali sudah mengatakan iya, pantang untuk balik badan. Begitulah ketika ia sudah menyanggupi untuk mendirikan Paviliun Indonesia di ajang Milan Expo 2015. Sayang ketika pekerjaan belum rampung ajal sudah menjemput. Rahmat Gobel sebagai seorang pengusaha nasional ikut membantu sehingga cita-cita Didi bisa terlaksana.

Dalam pandangan wartawan kawakan Ilham Bintang, sesungguhnya ada dua orang yang menjadi pahlawan dalam konteks ini. Didi Petet sebagai pemrakarsa dan pendiri Paviliun Indonesia di ajang Milan Expo 1 Mei hingga 31 Oktober 2015. Dan seorang lagi adalah Rahmat Gobel yang memberikan bantuan finansial sehingga Indonesia tak menanggung malu di mata dunia.

Baca juga: Ilham Bintang: Didi Petet Harumkan Bangsa hingga Akhir Hayat

Didi Petet meninggal dunia sebelum tanggal 16 Mei hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan sesudah kenaikan Isa Almasih.

“Pertarungannya ketika Paviliun Indonesia itu bisa berdiri dan terisi dengan berbagai kegiatan serta aktifitas pendukung. Saat diresmikan paviliun itu masih kosong dan almarhum Didi Petet mengakui banyak kendala yang dihadapinya. Pak Rahmat Gobel mengetahui keadaan in terpanggil untuk membantu. Bantuan itu dari dirinya sebagai pungusaha, bukan dalam kapasitas sebagai seorang Menteri Kabinet Kerja Jokowi,” terannya saat dihubungi Bintang.com pada Minggu (17/5/2015).

Baca juga: Didi Petet Pribadi yang Sederhana dan Suka Menolong

Rahmat sebagai seorang pengusaha sudah membantu menyelamatkan muka Indonesia. “Kalau Paviliun Indonesia yang sudah didirikan Didi Petet itu tak bisa terisi dengan kegiatan karena keterbatasan dana, yang malu seluruh Bang Indonesia. Bukan hanya amarhum Didi yang sekarang sudah tenang menghadap Yang Maha Kuasa. Untunglah semua itu selamat dan muka Indonesia di mata internasional tak jadi malu,” katanya.

Ilham Bintang dan Rahmat Gobel. (Facebook/Ilham Bintang)

Ilham tidak sepakat kalau dikatakan ada dugaan korupsi dalam penyelenggaraan even Milan Expo 2015 ini. “Soalnya kalau bicara korupsi persepsi kita tentang uang negara yang diselewengkan. Yang terjadi pada pendirian Paviliun Indonesia di Milan Expo ini adalah uang swasta, bukan uang negara. Karena itu menurutnya kurang tepat kalau ada yang menduga ada aroma korupsi dalam kegiatan ini,” katanya.

Semua pihak, kata Ilham Bintang harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Bahwa upaya mengharumkan atau mempromosikan bangsa Indonesia di mata dunia bukan hanya menjadi tugas perorangan atau kelompok. Ini menjadi tugas negara dan seluruh elemen bangsa Indonesia. “Almarhum Didi Petet bisa menjadi contoh. Dia rela mengorbankan dirinya untuk nama harum Indonsia di mata dunia. Rahmat Gobel juga demikian. Karena itu saya anggap dua orang ini pahlawan dalam upaya mengharumkan nama Indonesia di mata internasional,” tandasnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading