Sukses

Entertainment

Paramitha Rusady Mencari Capung di My Journey: Mencari Mata Air

Fimela.com, Jakarta Ully Hary Rusady bersama Paramitha Rusady menggagas sebuah film yang bertemakan penyelamatan mata air di berbagai daerah. Dalam film berjudul My Journey: Mencari Mata Air, Paramitha berperan sebagai seorang peneliti capung. Film ini dipersembahkan keluarga Rusady sebagai bentuk keprihatinan atas krisis air yang terjadi di tanah air.

"Main dia (Paramitha). Dia berperan sebagai peneliti capung karena hewan itu merupakan indikator adanya air bersih. Kami sekeluarga emang main. Karena lebih mudah komunikasi. Keluarga sudah terbiasa. Saya jadi diri saya sendiri. Tanpa skrip. Kalau jadi orang lain mungkin tak bisa," kata Ully saat ditemui di acara rilis Album Kompilasi RBI-Balada Sepanjang Masa, Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12) malam.

 Ully Hary Rusady bersama Paramitha Rusady menggagas sebuah film yang bertemakan penyelamatan mata air di berbagai daerah. (Ruswanto/BIntang.com)

Paramitha berperan sebagai seorang peneliti capung, karena capung sendiri merupakan serangga yang keberadaannya menjadi indikator adanya alam yang sehat, dan udara serta air yang bersih. Air yang bersih menjadi media untuk capung dewasa meletakkan telurnya. Ully menambahkan proses syuting sudah selesai dilakukan.

Tim produksi dari film yang disutradarai oleh Joko Nugroho sendiri saat ini sedang melakukan proses finishing terakhir. "Film sudah selesai. Tinggal sedikit dubbing. Mudah-mudahan bulan ini bisa konferensi pers. Proses pengambilan gambar sendiri dilakukan di beberapa tempat di antaranya, Taman Nasional Halimun Salak, Bogor dan Taman Wisata Baluran, Situbondo/Banyuwangi. Melibatkan banyak sekali orang," ujar Ully.

Film ini bercerita tentang usaha anak-anak untuk melindungi mata air dengan bahasa dan cara mereka. Film keluarga yang dibalut cerita drama petualangan dengan tema konservasi alam dan lingkungan hidup ini ditujukan bagi semua masyarakat Indonesia.

Paramitha Rusady telah menghiasi dunia entertainment tanah air selama kurang lebih 30 tahun. Selama berkarir di industri hiburan, popularitas adalah hal yang sudah dirasakannya. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Melalui film ini, Ully mewakili para pemerhati dan aktivis lingkungan hidup dan kemanusiaan berharap ada peran semua pihak untuk melindungi dan menyelamatkan mata air sebagai sumber kehidupan. Apalagi banyak fakta menyebutkan bahwa sudah beribu mata air punah karena kerusakan hutan di Indonesia.

"Bencana yang tidak kita sadari adalah punahnya mata air untuk keberlangsungan kehidupan. Film tentang lingkungan hidup, keliatannya dokumenter karena asli, tapi diambil sedemikian rupa. Durasi film 1,5 jam. Maunya komersil tapi tetap bernilai edukatif. Rencana juga diikutkan ke festival film di luar negeri," tukas Ully yang merupakan kakak kandung Paramitha Rusady.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading