Sukses

Entertainment

Editor Says: Secercah Harapan untuk Album NOAH

Fimela.com, Jakarta Bagi remaja yang lahir di awal 90an seperti saya, mungkin sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu ciptaan Ariel Cs. Semenjak era Peterpan hingga NOAH, band asal Bandung ini masih jadi salah satu band tersubur yang dimiliki Indonesia.

Dalam waktu dekat, NOAH bakal merilis album teranyar mereka. Bukan dalam versi repackaged seperti Second Chance atau tribut karya-karya legendaris di album Sings Legend, kabarnya pemilik hits Separuh Aku ini akan merilis album yang benar-benar baru.

Album mendatang menjadi yang kedua, setelah Seperti Seharusnya yang rilis pada 2012 lalu. Karya tersebut menandai perubahan Peterpan dengan nama yang baru, sera jiwa dan musikalitas yang baru pula.

Saya termasuk salah satu yang mengagumi karya-karya brilian Ariel dkk, meski tak sampai menasbihkan diri sebagai Sahabat NOAH. Di kuping saya lagu-lagu mereka gampang diterima masyarakat luas tanpa mengesampingkan estetika lirik dan aransemen.

NOAH siapkan album studio kedua (Deki Prayoga/Bintang.com)

Jelas, Ariel merupakan salah satu songwriter yang one of a kind. Sebagai vokalis dia juga menjadi center of attention dengan aksi panggung dan karismanya yang begitu kuat. 

Di sektor aransemen pun tak kalah perkasa. Tandem gitar Lukman dan Uki yang selalu diandalkan, kini semakin lengkap dengan hadirnya David yang datang dengan sound-sound yang ajaib. Meski tak lagi memiliki drummer tetap, itu tak menghambat megahnya musikalitas NOAH.

Kompleksitas Musik NOAH

Harus diakui, NOAH telah berevolusi secara musikal. Di era Peterpan mereka meraup massa dengan lagu-lagunya yang cepat diserap oleh otak, dengan aransemen yang efektif dari para personelnya.

Lagu-lagu seperti Semua Tentang Kita, Ada Apa Denganmu, atau Menghapus Jejakmu bisa jadi contoh betapa efektifnya musik Peterpan. Tak perlu chord yang ribet, aransemen yang berliku-liku, atau struktur lagu yang rumit.

NOAH (Dok Bintang.com)

Meski begitu jika diamati di lagu-lagu Peterpan terdahulu Uki dan Lukman tetap memegang peranan vital. Mereka bermain dengan nada-nada yang sepintas acuh, tapi jika diamati akan terdengar begitu harmonis.

Lantas NOAH terlahir dengan lagu Separuh Aku yang terbilang cukup kompleks. Pattern chord lagu tersebut tak sesederhana lagu-lagu mereka sebelumnya. Atau bisa diibaratkan butuh waktu cukup lama untuk lagu ini terdengar dari alunan gitar para pengamen.

NOAH (Galih W Satria/Dok Bintang.com)

Hal ini mungkin juga dirindukan bagi para penikmat musik NOAH sejak era Peterpan. Namun semua itu pilihan, perubahan dalam bermusik memang sesuatu yang diperlukan para musisi untuk melepas rasa jenuh. Seiring waktu mereka juga perlu eksplorasi serta menambah referensi untuk menyalurkan ide-ide yang segar.

Kompleksitas NOAH bukan hal negatif bagi saya pribadi. Justru seiring terbukanya industri musik, ini saatnya NOAH unjuk gigi dengan musikalitas yang mewakili jiwa mereka.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading