Sukses

Entertainment

Editor Says, Banyak Cara Kreatif Mengisi Kemerdekaan

Fimela.com, Jakarta Pada 17 Agustus kemarin, Indonesia merayakan HUT RI ke-73 tahun. Semarak hari kemerdekaan terasa sampai pelosok negeri. Upacara bendera pun mengawali di pagi hari.

Biasanya masyarakat kita memeriahkannya dengan berbagai macam perlombaan khas daerah masing-masing, selain menggelar upacara bendera.Kebiasaan turun-temurun ini identik dengan lomba makan kerupuk, balap karung, membawa kelereng di sendok, pecah air, sampai panjat pinang dalam perayaan HUT RI.

Tentu tak hanya sekedar lomba. Masih banyak cara lain untuk memperingati sekaligus mengisi kemerdekaan.  Ada sejumlah cara kreatif dan bermanfaat. Salah satunya yang mungkin bisa jadi inspirasi adalah yang dilakukan Aliansi Pewarta Independen (API) yang membuat dan merilis sebuah lagu. Hal itu juga mereka lakukan dalam rangka menjelang Pemilu dan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019.

Mereka menilai saat ini perang narasi, hastag, lagu, dan perang semiotika lain antar kubu dari masing-masing pendukung Capres – Cawapres yang dijagokan sudah terjadi.

“Hanya karena beda pandangan, beda pendapat, beda hastag, beda pilihan politik antar kubu pendukung memasuki medan peperangan saling tebar serangan ujaran kebencian (hate speech) maupun berita bohong (hoax). Dan kita pun terbelah, terpolarisasi olehnya,” tutur Alex Palit da Ote Abadi di kawasan TMII, Jakarta Timur, Sabtu (18/8/2018).

Beranjak dari keprihatinan tersebut, maka Ote Abadi, Alex Palit, Antoes Budi dan Agus Asianto, antara musisi dan jurnalis menyatu dalam satu semangat yang sama Aliansi Pewarta Independen (API). Mereka menggagas gerakan moral #SelamatkanIndonesia yang menentang segala bentuk hoax, hate speech, dan penggunaan politik SARA demi kepentingan politik pragmatis Pilpres 2019. 

Gerakan Moral Cinta Damai

Mereka menilai penggunaaan politisasi #PolitikSARA ini bukan saja bisa memicu terjadinya polarisasi dalam kehidupan sosial, tapi juga bisa menimbulkan gesekan konflik horizontal. Keberadaan API menurut mereka merupakan gerakan moral cinta damai demi keutuhan persatuan dan kesatuan Bhinneka Tungal Ika – NKRI.

Sebagai gerakan moral bersifat independen, API bukan sayap kanan atau sayap kiri atau berafiliasi ke kubu poros politik tertentu. Bisa dibilang kalau API adalah ‘Poros Tengah’ sebagai gerakan moral #SelamatkanIndonesia menentang segala bentuk hoax, hate speech, dan politisasi politik SARA.

Salah satu langkah dari gerakan moral kebangsaan mereka gemakan lewat musik (lagu). Alasannya karena lagu merupakan media komunikasi yang cukup efektif dalam rangka mengkampanyekan atau sosialisasikan gerakan moral ini. Lewat wujud sebuah lagu kolaborasi musisi dan jurnalis; Ote Abadi dan Alex Palit, berjudul #SelamatkanIndonesia.

Bagi para penggemar Konser Rakyat Leo Kristi, pastilah tidak asing lagi dengan sosok Ote Abadi. Pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 17 Mei 1958, pernah tercatat sebagai anggota Konser Rakyat Leo Kristi (1983 – 2006). Dalam berbagai kesempatan Ote masih sering diajak manggung Leo Kristi.

Kali ini musisi dan pencipta Ote Abadi berkolaborasi dengan jurnalis Alex Palit sebagai penulis lirik lagu. Selain sebagai jurnalis, Alex Palit juga pernah menulis buku grup rock legendaris God Bless, “God Bless and You: Rock Humanisme.

#SelamatkanIndonesia ini sendiri merupakan gerakan moral yang terlahir sebagai respon keprihatinan terhadap dinamika panggung politik saat ini jelang gelaran Pilpres dan Pileg 2019 dengan mengemukanya politisasi politik SARA.

Mereka pun mengajak teman-teman jurnalis telivisi, cetak dan online ikut mengkampanyekan, mensosialisasikan dan memviralkan gerakan moral ini dalam satu semangat yang sama yaitu; #SelamatkanIndonesia.  Apa yang mereka lakukan mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita dalam melakukan langkah-langkah kreatif untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading