Sukses

Entertainment

Terinspirasi K-Pop, OneID Gagas Program Survival untuk Talenta Indonesia

Fimela.com, Jakarta Famous All Stars mempersembahkan survival reality show untuk mencari lima talenta musik terbaik Indonesia, yang dinamai OneID atau 1ID Music. Peserta yang akan berkompetisi, nantinya tidak hanya merebut posisi final saja tapi juga akan menerima serangkaian pelatihan skala internasional dari sederet music experts.

Hal itu dilakukan agar talenta-talenta yang nantinya akan dipilih langsung oleh masyarakat ini diharapkan tak hanya akan menjadi boygroup baru yang punya kualitas standar internasional, tapi juga mengikuti tren yang kini tengah disukai penikmat musik.

Co-Founder dan Business Innovation Director 1ID Music, Dien Tirto Buwono mengatakan alasannya membuat program pencarian bakat tersebut. Satu diantaranya karena terinspirasi dengan suksesnya industri musik di Korea Selatan, sehingga ia ingin membuat hal yang serupa di Indonesia.

"Kesuksesan industri musik Korea menciptakan sebuah ekosistem dengan produktivitas yang konsisten merupakan kunci keberhasilan mereka menjadi trendsetter dunia. Ini menjadi inspirasi kami dalam menciptakan metode 1ID Music," katanya saat ditemui di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

"Kami berharap dengan menciptakan ini akan mendukung perkembangan ekosistem industri musik Indonesia menjadi lebih stabil," tambah Dien Tirto Buwono.

Lebih lanjut, Dien juga mengatakan perbedaan survival reality show 1ID Music ini dengan yang lainnya. Salah satunya karena nanti para pemenang akan selalu diberikan panggung untuk tetap bisa selalu berkarya.

"Nantinya akan terus diberikan panggung ya. Sehingga talenta-talenta muda lndonesia dapat terus berkarya dan terekspos secara berkesinambungan," ujarnya.

Patrick Effendy, yang sebelumnya telah sukses menciptakan dan mengasuh CJR digaet menjadi juri utama kompetisi sekaligus Main Producer boy group ini. Sedangkan Sean Monteiro yang telah mencetak sukses lewat trilogi Anak Artis serta lbu-lbu Hot akan menjadi sutradara survival reality show ini.

"Saat membentuk CJR, saya melakukan proses casting tertutup. Kali ini lewat 1ID Music saya ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi publik yang berpotensi untuk menunjukkan bakatnya. Sekarang di aneka social media platforms kita bisa melihat banyak generasi muda yang menampilkan bakat menari dan menyanyi. Merekalah yang ingin saya ajak untuk ikut bergabung di ajang ini. Demikianlah alasan kami membuka casting secara onIine," ujar Patrick Effendy di tempat yang sama.

Open Casting

Survival reality show ini, akan open casting mulai pada hari ini, 18 Juni 2019. Untuk kriterianya sendiri, adalah pria warga negara Indonesia yang berusia 14-20 tahun yang memiliki talenta musik mumpuni seperti menyanyi, rap, dan menari.

Pendaftaran dilakukan secara onIine, dengan mengunggah video yang menunjukkan kemampuan menyanyi, rap sambil menari selama satu menit ke lnstagram dengan tag ke @1IDMusic dan menyertakan hashtag #1lDMusic #1lDMusicProject #llDMusicCasting.

Pendaftaran akan ditutup pada 12 Juli 2019, dan 30 finalis terpilih diumumkan pada 22 Juli 2019.

Interaksi Pendukung

Sebagai serial digital multiplatform, 1ID Music didesain untuk menjadi tayangan yang memaksimalkan interaksi pendukung dengan peserta yang sedang berkompetisi. Setiap minggu, 1ID Music akan menayangkan episode berdurasi 50 menit dengan total 8 episode yang akan tayang di YouTube 1ID Music mulai Agustus 2019.

Tiga puluh finalis terpilih akan mulai dikarantina sejak akhir Juli 2019. Tiap peserta akan mendapat pengarahan dari dewan juri yang berkompeten di bidang masing-masing, SeIain itu, mentor tamu berskala internasional juga akan dihadirkan demi membentuk calon bintang yang dapat diterima oleh pecinta musik global.

Pemenang akan dipilih dengan menggabungkan penilaian juri dan dukungan penonton. Selama 10 pekan, penonton akan terlibat pada keseharian dan kelangsungan prestasi para kontestan karena dukungan mereka di aneka platform digital yang menentukan prestasi setiap kontestan hingga akhirnya terpilih lima pemenang di akhir September 2019, yang berhak mendapatkan kontrak total senilai Rp 2,5 milyar.

What's On Fimela
Loading