Sukses

Entertainment

Konser Symphony of Colors, Bukti Komitmen Be Sharp Fasilitasi Bakat Bermusik Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Fimela.com, Jakarta Organisasi non-profit, Be Sharp menggelar pertunjukkan musik klasik bertajuk Symphony of Colors pada Sabtu (20/8/2022). Ini merupakan pertunjukkan ketiga yang digelar Be Sharp pasca didirikan pada 2018 lalu dalam rangka mengembangkan bakat bermusik anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Bertempat di Museum Macan, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, konser tersebut menampilkan anak-anak berbakat yang berada dalam naungan Be Sharp memainkan dua instrumen alat musik yakni biola dan gitar di depan khalayak ramai. Total, ada 83 anak yang tampil menunjukkan kemampuannya di bidang musik klasik dalam durasi sekitar 2 jam pertunjukkan.

"Inti dari acara ini kita mau menunjukkan 83 anak ini hasilnya ternyata baik sekali progress-nya. Anak-anak yang normal, maksudnya yang mendapat previlege secara ekonomi itu satu tahun satu level aja udah bagus, tapi karena mereka (anak-anak kurang mampu) merasa ini previlege yang luar biasa, jadi bisa dua atau tiga level dalam setahun," kata Florin Cendana selaku Public Relations dari Be Sharp saat ditemui di lokasi acara.

Libatkan Musisi Profesional

Selain anak-anak yang berada dalam naungan Be Sharp, konser Symphony of Colors juga turut dimeriahkan oleh beberapa musisi profesional di Indonesia seperti violinis Iskandar Widjaja, penyanyi Pepita Salim dan pianis Stephanie Onggowinoto. Selain itu, turut hadir pula aktor Reza Rahadian memberikan dukungan terhadap anak-anak yang tampil dalam pertunjukkan tersebut.

"Kita berharap awarness masyarakat bertambah dan tidak stop di sini karena untuk adik-adik ini ternyata efeknya baik sekali. Makanya kita berharap ke depannya ada yabg mau men-support kita, jadi nggak berhenti di empat atau lima tahun aja," lanjut Florin Cendana.

Wujud Kepedulian

Sekedar informasi, Be Sharp saat ini fokus untuk membantu anak-anak kurang mampu yang memiliki ketertarikan di bidang musik untuk mengasah bakatnya. Pada tahun 2018 lalu, Be Sharp didirikan oleh dua anak remaja bernama Audrey Adiwana dan Emily Kumalaputra yang tergerak untuk melakukan sesuatu guna mengurangi tingginya tingkat anak putus sekolah di lingkungan sekitar mereka.

Dari situ, Audrey dan Emily menginisiasi Be Sharp untuk menampung minat anak-anak usia dini terhadap musik dengan harapan memberikan opsi lain sebagai pemicu anak-anak tersebut agar bisa menyelesaikan jenjang pendidikan sampai di tingkat SMA.

"Kita intinya percaya dari musik bisa membantu mereka untuk belajar dan nggak ada yang berhenti sekolah. Karena kan mereka harus sekolah terus untuk terus bisa ikut di sini," ungkap Audrey Adiwana.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading