Sukses

Entertainment

Pendalaman Karakter, 3 Pemeran 'Tuhan, Izinkan Aku Berdosa' ke Kajian hingga Riset Organisasi Keagamaan

Fimela.com, Jakarta Sutradara Hanung Bramantyo menggandeng rumah produksi MVP Pictures menghasilkan film berjudul "Tuhan, Izinkan Aku Berdosa". Dibintangi oleh Aghniny Haque, Andri Mashadi, Samo Rafael, dan aktor-aktor hebat lainnya. Film ini resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 22 Mei 2024.

Dalam wawancara yang dilaksanakan di kantor KLY pada Selasa (21/5/2024), tiga pemeran film "Tuhan, Izinkan Aku Berdosa" bersedia membagikan ceritanya mengenai proses pendalaman karakter yang mereka jalani.

Aghniny Haque, Andri Mashadi, dan Samo Rafael mengungkapkan bahwa terdapat beberapa riset yang mereka lakukan demi menyempurnakan sang karakter. Sahabat Fimela ingin tahu informasi lebih lengkapnya? Simak di bawah ini.

Berperan Menjadi Da'rul, Andri Mashadi Makin Memperdalam Ilmu Agama

Andri Mashadi dalam film ini berperan sebagai karakter Da'rul. Dikisahkan bahwa karakter Da'rul merupakan seseorang yang cukup alim dan mengenal agama. Dengan demikian dalam memerankan karakter Da'rul, Andri mengaku makin banyak memperdalam ilmu agama. Mulai dari mengikuti kajian, membaca buku mazhab, bahkan juga turut menonton video dokumenter tentang aksi-aksi keagamaan.

Beruntungnya, kala itu proses syuting film dilakukan saat bulan puasa. Mengingat bulan puasa, tentunya banyak aktivitas ibadah yang serentak dijalani oleh umat muslim. Andri pun makin rajin beribadah ke masjid. Dengan begitu, ia cukup terbantu saat proses memperdalam karakternya.

"Kalo gue sama Aghni lumayan banyak ikut-ikut kajian. Ini kan syuting pas bulan puasa, kita pergi ke satu masjid, trus gue ya sekalian buka puasa di sana dan ikut kajian. Lumayan banget dapet insight setelah ikutin ini, trus banyak baca buku tentang mazhab, tentang islam itu seperti apa, dan (rupanya) ada berbagai macam golongan, akhirnya kita pelajari. Gue juga banyak nonton video dokumenter kasus-kasus yang pernah (ada) di Indonesia, kaya aksi-aksi keagamaan, jadi cukup membantu nambah insight," tutur Andri di kantor KLY, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2024).

Aghniny Haque sampai Balik ke Semarang demi Belajar Ngaji

Pada kesempatan yang sama, Aghniny selaku pemeran utama di film "Tuhan, Izinkan Aku Berdosa" ini turut membeberkan perjuangannya dalam mendalami karakter Kiran. Karakter Kiran dikisahkan berasal dari keluarga yang berlatar belakang religius garis keras. Dengan demikian demi menjalani karakter tersebut, Aghniny harus memahami banyak ilmu agama Islam. Ia pun menuturkan demi menyempurnakan karakter Kiran, sang sutradara sampai menyuruhnya pulang kampung untuk belajar ngaji.

"Sebelum aku mulai reading naskah, Mas Hanung minta aku untuk pulang ke Semarang dulu untuk belajar ngaji dulu," kata Aghniny.

Diketahui dari konfrensi pers film "Tuhan, Izinkan Aku berdosa" yang dilakukan di XXI Epicentrum Jakarta, Aghniny menuturkan pergi ke Semarang untuk berguru ngaji dengan neneknya sendiri.

 

Perjuangannya jadi Kiran, Aghniny juga Ikut Kajian dan Ngobrol dengan Santri

Lebih lanjut, dalam rangka mendalami karakternya sebagai seorang alim. Tak hanya belajar ngaji, Aghniny juga turut mengikuti kajian-kajian. Bahkan sempat mengobrol dengan santri-santri supaya makin meluaskan perspektifnya tentang keagamaan.

"Aku juga ikut kajian dan aku sempet ngobrol dengan anak-anak santri supaya nambah-nambah perspektif," ujar Aghniny.

Demi Memahami Isu-Isu Agama yang Mendalam, Samo Lakukan Riset tentang Organisasi Keagamaan

Samo Rafael selaku pemeran "Hudan" turut membeberkan prosesnya dalam memahami karakter, beserta isu-isu yang akan bergesekan dengan sang karakter.

Samo menjelaskan bahwa karakternya memang tak banyak terkait dengan aspek keagamaan. Hudan sendiri dikisahkan sebagai seorang mahasiswa yang berjiwa humanis dan peduli sosial. Namun pada film ini, Hudan akan berinteraksi dengan sosok-sosok yang beragama kental. Demi memahami perspektif tersebut, Samo pun melakukan riset mengenai kaum-kaum tertentu, sekaligus sejumlah organisasi keagamaan yang serupa dengan karakter yang berkonflik.

"Hudan itu karakter yang cukup humanis, yang gak terlalu terpaku pada agama tapi lebih kepada kepentingan manusia. Dan (karena) film ini kan (mengandung) kritik sosial juga, jadi yang gue cukup dalamin itu sebenernya prinsip seorang yang humanis itu gimana, apalagi bergesekan dengan kaum-kaum yang lumayan (istilahnya) radikal. Jadi gue riset organisasi-organisasi yang cukup mengarah ke arah sana," ungkap Samo.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading