Sukses

Fashion

Kembang Kirana: Persepsi Lama Soal Batik Berubah Setelah Lihat Koleksi 4 Desainer Ini

Jakarta Danjyo Hiyoji

Kain batik diolah menjadi sebuah koleksi bergaya modern, playful, feminin, dan klasik sudah menghiasi sequence pertama hingga ke-4. Tak akan lengkap jika batik dengan nuansa gaya yang lebih edgy tidak menghiasi fashion show “Kembang Kirana” di pagelaran FimelaFest Batik Fashion Week tahun ini.

Dentuman beat musik sebagai latar belakang semakin berdegup keras, sequence “Kembang Agni” dimulai saat koleksi batik perdana dari Danjyo Hiyoji memasuki arena runway. Didukung oleh Batik Tegal, koleksi Danjyo Hiyoji yang digawangi oleh duo Dana Maulana dan Liza Mashita langsung membuat para tamu dari kalangan muda mengincar koleksi tersebut. Menampilkan 2 look untuk perempuan dan 3 lookuntuk laki-laki, perwujudan gaya street dengan kain batik benar-benar terealisasi.

Michelle Maryam

Michelle Maryam yang dikenal lewat brand-nya, Maryalle, juga ikut serta meramaikan sequence terakhir. Mengusung gaya resort dengan dominasi aksen frill serta drapery yang khas, Michelle Maryam sukses mencuri perhatian malam itu. Potongan yang digunakan oleh Michelle unik dan juga rumit. Menarik, karena Michelle tidak pernah mengemban ilmu di sekolah fashion. Semua dipelajarinya secara otodidak, termasuk saat mengolah kain batik.

Soetjipto Hoeijaja

Memakai batik namun mengemasnya menjadi gaya street ala kota Los Angeles, bukanlah hal yang mustahil. Setidaknya jika itu adalah ide yang datang dari Soetjipto Hoeijaja. Brand no'om | no'mi  yang dibesut Soetjipto Hoeijaja memang mengusung gaya kontemporer. Tak heran, saat mengolah batik pun gaya tersebut tidak hilang. Menyatukan motif stripes dengan kain batik Kebumen dari Galeri Batik Mataraman adalah suatu ide baru yang sangat out-of-the-box.

Yuana Tanaya

Terakhir, desainer asal Surabaya yaitu Yuana Tanaya menjadi desainer terakhir di sequence ke-5 ini. Warna coklat tua dari batik Sogan asal Jawa Tengah yang ia gunakan jadi terlihat lebih eklektik karena teknik potongan oversized. Keseluruhan look menghasilkan gaya edgy dengan sedikit perpaduan kultur Jepang yang dapat terlihat dari sandal bakiak yang dipakai. Walaupun bukan pertama kali mengolah kain batik, Yuana tetap excited dengan tema kembang yang diberikan kali ini. Hasilnya, a surreal collection!

What do you think about “Kembang Kirana” fashion show tahun ini? Should we do it again next year?

 

#fimelafest #festivalfashionkainindonesia

Loading
Artikel Selanjutnya
Kembang Kirana: Desainer Beda Generasi Soal Interpretasi Batik Bergaya Klasik
Artikel Selanjutnya
Kembang Kirana: Versi 4 Desainer Ciptakan Batik Dalam Nuansa Feminin