Sukses

Fashion

Tips Pencucian Batik dari Barli Asmara, Simak Agar Batik Kamu Selalu Awet

Barli Asmara sudah bukan nama asing lagi di dunia fashion Indonesia. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini sudah menancapkan nama besarnya di Indonesia dan bahkan didaulat menjadi Duta Batik untuk Provinsi Jambi.

Batik, dikatakan Barli, merupakan ciri khas Indonesia dengan ragam pola menarik. Khusus untuk Jambi, memiliki lebih dari 200 pola batik.

"Batik zaman sekarang dibuat dari bahan yang lebih berkualitas. Teknologi yang ada di masa kini pun membantu macam perawatan batik yang ada," ujar Barli dalam 'Electrolux UltraEco Fron Load Washer Media Launch' di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

"Batik itu sering rusak karena human error seperti penggunaan parfum di baju. Perawatannya sendiri juga tidak boleh bersentuhan dengan perhiasan karena nanti akan mudah nyangkut," papar Barli.

Menurut Barli, jika dulu pencucian batik harus dengan air hangat, tidak demikian dengan masa sekarang. Kamu bisa mencucinya dengan suhu air apa pun, asalkan kualitas batiknya baik, tidak akan merusak keelokan kainnya.

"Saya beberapa pekan lalu menggosok 37 kain batik dengan suhu biasa pun, ya baik-baik saja. Semua tergantung dari proses pembuatan batik yang berkelanjutan hingga ke perawatan. Mau kain dicuci dengan suhu apa juga masih bisa," tuturnya lagi.

"Jika deterjennya baik, cara pencucian juga baik, apa lagi sekarang ada mesin cuci yang mendukung, mau sekuat apa pun kucekannya, kain akan tetap baik," lanjut Barli yang juga Creative Director dari All The Horses.

Mesin cuci yang dimaksud Barli adalah Electrolux UltraEco Fron Load Washer yang didaulat sebagai mesin pertama yang bisa mencuci batik dan hijab. Fitur spesial ini memang secara khusus ditujukan bagi konsumen Indonesia untuk merawat hijab dan batik, dengan hasil pencucian yang bersih sempurna dan tampak cerah lebih lama.

Barli Asmara dan Lulu Elhasbu dalam peluncuran Electrolux UltraEco Fron Load Washer/Electrolux

Fitur yang membuatnya istimewa adalah ‘Leaf Lifter’ dan ‘Lily Drum’. Keduanya memastikan adanya proses bantingan halus, selembut mencuci dengan tangan, yang diperlukan dalam perawatan pakaian berbahan halus sekaligus menghasilkan cucian yang lebih bersih.

"Batik saat ini sudah digunakan di segala macam momen dan lapisan masyarakat. Sedangkan pengguna hijab, menurut sebuah survei, pada empat tahun mendatang akan menjadi 17 juta pengguna. Orang jadi makin peduli, hijab dan batik jadi makin berkembang," ujar Iffan Suryanto, Presiden Direktur PT Electrolux Indonesia.

Tombol 'Hijab' dan 'Batik' muncul sebagai opsi awal di fitur body mesin cuci ini. Hal tersebut untuk memudahkan penggunaan dan setelan sesuai kebutuhan kamu.

Electrolux bahkan sempat melakukan demontrasi pencucian hijab dan batik di dalam mesin cuci ini. Hasilnya, gaun batik panjang tetap aman tanpa ada benang yang keluar atau pun kain yang sobek. Demikian pula dengan hijab.

Lulu Elhasbu sebagai Influencer dan Entrepreneur Hijab juga merasa puas dengan hasil pencucian ini. Menurutnya, pengguna hijab kini tak perlu lagi merasa khawatir dengan pembersihan mesin cuci. "Dulu kalau cuci hijab tuh rasanya hati-hati banget, tapi sekarang bisa kita gunakan mesin dan bahannya tetap aman," ujar Lulu.

(vem/zzu)
Loading
Artikel Selanjutnya
Tahun Depan, Ivan Gunawan Tak Akan Desain Gaun Untuk Kontes Kecantikan
Artikel Selanjutnya
Nonita Respati & Liza Yahya, Pencipta Fashion Modern Indonesia Untuk Dunia