Sukses

Fashion

Media hingga E-Commerce, Mata Rantai yang Saling Memengaruhi Perkembangan Fashion di Era Digital

Fimela.com, Jakarta Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di era yang serba digital seperti saat ini. Banyak aktivitas yang tidak lagi bisa dipisahkan dari teknologi. Hampir bisa dikatakan bahwa segala sektor kehidupan telah mengalami perubahan dan perkembangan karena teknologi. Untuk hal-hal kecil seperti mencari informasi, memesan makanan, menaiki kendaraan umum, bahkan melakukan transaksi jual beli hanya perlu satu gawai dan sebuah jaringan internet.

Tentu saja besarnya dampak teknologi ini turut memengaruhi hal-hal terkait fasyen. Mulai dari mempromosikan produk fashion, mencari inspirasi desain mode, hingga membeli produk fashion tanpa harus datang ke tokonya. Teknologi mengubah cara hidup, juga cara kita mengonsumsi fesyen.

Semua hal menjadi mudah, namun juga bergerak begitu cepat dan dinamis hingga para pelaku mode pun dipaksa untuk bergerak sama cepatnya dengan perkembangan yang ada agar tidak tertinggal.

Terutama dengan adanya pandemi, penggunaan teknologi ini semakin maksimal sehingga membuat peluang bagi pertumbuhan e-commerce di Indonesia semakin berkembang.

Penggunaan e-commerce sebagai tempat untuk berbelanja memang terus meningkat, tapi bukan berarti akan menggantikan ritel tradisional.

Hal ini juga sejalan dengan yang dikatakan oleh Irene Inonu, VP of Marketing Branding Strategist Lazada Indonesia, bahwa meskipun teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tapi tidak menggantikan, justru semakin melengkapi apa yang sudah ada selama ini.

Irene menambahkan, ketika pandemi membuat orang-orang sulit berbelanja secara offline, Lazada mengambil kesempatan ini untuk melengkapi pembelian tradisional. Jadi dibandingkan menggantikan, e-commerce seperti Lazada justru berperan sebagai pelengkap.

Selain itu, e-commerce, khususnya Lazada dapat membantu para penjual untuk menjangkau konsumen dengan pasar yang lebih luas. Konsumen tidak lagi harus berasal dari kota yang sama. Hal tersebut tentu bisa menambahkan pendapatan dan memperluas bisnis.

Teknologi digital dalam memengaruhi pergerakan media

Bukan hanya bermanfaat untuk pembelian produk fesyen saja, teknologi digital juga memengaruhi pergerakan media untuk bisa memberikan informasi kepada masyarakat.

Hal ini dipertegas oleh Managing Editor Fashion, Adinda Tri Wardhani.

"Di era digital perkembangan feshion trend berputar lebih cepat. Setiap pihak berlomba-lomba menyajikan konten dengan kreativitas tinggi. Kondisi ini sangat berbeda sama apa yang dialami sepuluh tahun lalu," ujar Adinda.

Konten yang dihasilkan oleh berbagai media ini pun berdasarkan dari analisis trn yang dilakukan oleh mesin analitik, digunakan untuk menyasar konten yang tepat kepada audiens yang tepat.

Bukan itu saja, Adinda juga berkata, salah satu prinsip dari menciptakan digital information platform adalah dengan melihat kata kunci dari tren yang saat itu berkembang.

Adinda juga mengatakan bahwa penyiaran tren saat ini dipermudah dengan adanya berbagai platform dan media digital. Hal ini terlihat ketika era pandemi dua tahun terakhir, media dan platform digital menjadi penyelamat brand untuk tetap dapat menginformasikan produk terbaru mereka. Konten yang digunakan pun beragam, mulai dari fashion video sampai virtual fashion show.

Maka, meski pandemi COVID 19 belum benar-benar berakhir sekalipun, media tetap dapat menyiarkan berita serta tren kepada peminat fesyen sehingga mereka tetap mendapat informasi terbaru seputar fashion.

Sebagai pelaku dari media, Adinda menjelaskan bahwa Fimela memiliki komitmen untuk menjadi sumber terpercaya dengan terus mencari konfirmasi atas suatu isu. Meski untuk terus mengikuti keyword tren agar naik terlebih dahulu di visibility google, Fimela akan memberikan keterangan bahwa artikel tersebut ditulis sambil menunggu konfirmasi dari narasumber. Apabila sudah dikonfirmasi, akan dilakukan revisi.

Lalu, tim yang besar dan memegang kendali atas berjalannya Fimela agar tetap berkembang baik di era digital ini adalah hal yang sangat penting. Monitoring dilakukan setiap hari, siang dan malam. Bahkan di hari libur dan tanggal merah sekalipun. Apabila sedikit saja ada ketidakstabilan dari yang dilakukan oleh satu divisi saja, hal itu akan berdampak ke semuanya.

Mencari inspirasi dan memberikan inspirasi

Sebagai salah satu sumber inspirasi dari tren itu sendiri, Puteri Fatia, Editorial Manager Pinterest untuk Indonesia, mengatakan bahwa Pinterest lebih tepat disebut sebagai mesin penemuan visual. Ia menyatakan bahwa misi Pinterest adalah menciptakan sudut pandang yang para piners (sebutan pengguna Pinterest) sukai.

Tetapi selain mencari inspirasi di Pinterest, Puteri berkata bahwa pihaknya juga berusaha untuk membuat piners membawa apa yang diperolehnya dari Pinterest ke dunia nyata. Itulah mengapa Pinterest menyediakan mesin pencarian yang lebih relevan dengan piners.

"Kita selalu membuat hasil search atau browsing experience itu lebih relevan dan person life karena setiap orang berbeda, memiliki keunikan yang berbeda," katanya.

Lebih lanjut Puteri mengatakan bahwa fitur-fitur pencarian di Pinterest bahkan bisa membantu pengguna untuk mencari suatu hal berdasarkan warna kulit mereka sehingga apa yang mereka peroleh dari pencarian itu akan semakin berhubungan dengan apa yang mereka cari.

Berdasarkan penjelasan Puteri, pengguna Pinterest yang kebanyakan kaum milenial dan Gen Z datang ke Pinterest bukan hanya untuk mencari inspirasi, tapi juga memberikan inspirasi. Mereka adalah orang yang merencanakan sesuatu dengan mencari inspirasi.

"Orang-orang ini adalah orang yang aktif mencari inspirasi untuk menjadikan rencana mereka sebagai kenyataan," tutur Puteri.

Tetapi sayangnya, belum banyak brand dan kreator Indonesia di Pinterest. Kebanyakan berasal dari luar negeri. Itulah mengapa pihaknya berharap akan banyak kreator lokal di Pinterest ke depannya.

Dukungan untuk UMKM lokal

Terkait dukungan terhadap brand dan UMKM lokal, Irene menjelaskan bahwa Lazada secara resmi mendukung semua talenta lokal melalui fitur Styles Space di Lazada, yang memudahkan pelanggan untuk membeli produk lokal dengan kualitas yang terjamin karena sudah terakurasi.

Selain itu, sejak bulan Juli 2021, Lazada sudah menutup masuknya produk dari luar negeri sehingga sepenuhnya mendukung produk lokal demi terciptanya ekosistem yang lebih sehat.

Puteri mengatakan, ada kesempatan besar untuk para UMKM lokal meraih konsumen baru melalui Pinterest. Sebab, dengan mesin pencarian di Pinterest, audiens dapat langsung terhubung dengan UMKM yang memiliki produk sesuai dengan apa yang mereka cari. Pinterest pun akan menampilkan kreator dan brand yang dianggap memiliki potensi besar untuk menginspirasi audiens.

Terlebih lagi, para kreator dan brand lokal ini pun bisa mendapatkan inspirasi melalui laporan tren yang setiap tahun diberikan Pinterest sehingga mereka akan memiliki gambaran mengenai apa yang harus mereka hasilkan di tahun berikutnya berdasarkan prediksi tren tersebut.

Sedangkan dari sudut pandang media, Adinda menceritakan bahwa Fimela memiliki satu rubrik yang khusus membahas usaha para UMKM dalam bertahan di masa pandemi bernama Diary Fimela. Adinda berkata, kebanyakan dari narasumber Diary Fimela adalah perempuan yang bercerita mengenai kesuksesan mereka dalam berjuang. Kisah mereka diharapkan dapat menginspirasi banyak orang diluar sana untuk tetap bangkit bersama dan bertahan di tengah kesulitan.

 

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

 

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading