Sukses

FimelaHood

Lovepink: Jangan Pernah Takut untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Fimela.com, Jakarta Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara, mulai dari SADARI, yakni pemeriksaan payudara sendiri hingga melakukan USG payudara atau USG mammae yang dapat membantu mendeteksi benjolan tanda kanker. Lalu apakah kamu sudah memeriksanya?

Meskipun bisa dilakukan dengan sendiri, namun sayangnya beberapa orang malah ogah melakukannya lantaran takut. “Untuk sadari si pernah, tapi kan kayak cuma gitu-gitu aja. Kalau USG jujur aku takut, takut sama hasilnya,” ujar Selvi, 25 tahun, saat ditemui Fimela.com di Plaza Indonesia, Sabtu (9/11/2019).

Selvi bukanlah satu-satunya perempuan yang takut melakukan deteksi dini, tapi kalau kamu juga takut untuk melakukan pemeriksaan dini, maka tidak ada salahnya untuk pikir-pikir lagi. “Jangan takut! Karena sesungguhnya kalau pun misalnya ditemukan adanya benjolan, statistik WHO menyebutkan bahwa delapan dari 10 benjolan itu bukan kanker. Jadi, nggak usah khawatir,” terang Campaign Support Team Lovepink Trie Oetami.

“Kalau aku melihatnya misalnya kita memang suspect tumor ganas. Justru USG itu kan bagian dari deteksi dini kanker payudara. Jadi, justru kalau kita lebih awal ketahuan, buat kita itu satu keberuntungan, dalam arti, kalau kita terdeteksi awal, peluang sembuhnya lebih besar, terus pengobatannya lebih sederhana, biaya pengobatannya menjadi lebih ringan,” tambah Oetami.

Dalam rangka kampanye kesadaran kanker payudara kemarin, atau tepatnya dari tanggal 6 November hingga 10 November 2019, Lovepink mengadakan “Estee Lauder – Pink Pop-up Market” di The Warehouse, Plaza Indonesia lantai 5. Selama acara berlangsung para pengunjung yang datang bisa mengikuti kegiatan sharing session yang menghadirkan para ahli serta para survivor.

Selain itu, ada juga music performance dan USG payudara persembahan Lovepink. “USG seperti ini memang menjadi kegiatan rutin kita. Biasanya menggunakan mobil USG yang kita miliki atau pun di kantor seperti sekarang ini,” jelas Oetami. Menurut Oetami setiap kali Lovepink mengadakan USG pasti jumlah peminatnya melebihi kapasitas.

“Karena Lovepink cuma punya satu alat, itu kapasitasnya hanya 15 orang. Jadi nggak banyak. Kenapa cuma 15 orang? Pertama kita kan pakai dokter volunteer, jadi menyesuaikan dengan jadwalnya mereka,” terang Oetami. Lewat kegiatan rutin yang dilakukan oleh Lovepink, Oetami berharap banyak masyarakat yang tidak takut lagi untuk melakukan deteksi dini kanker payudara.

“Jadi, jangan pernah takut untuk melakukan deteksi dini, apa pun caranya. Bisa lewat SADARI, USG, atau mamografi. Jangan pernah takut, justru ini untuk tahu sedini mungkin,” pungkas Trie Oetami. Lovepink adalah organisasi nirlaba yang memfokuskan kegiatannya pada kampanye kesadaran pentingnya kesehatan kanker payudara.

Didirikan pada tahun 2012, aktivitas Lovepink digerakkan oleh partisipasi penyintas, keluarga, dokter, dan individu-individu penuh kasih yang menyumbangkan waktu dan pikiran untuk meningkatkan kesadaran payudara melalui berbagai kampanye dan aktivitas.

Loading