Sukses

FimelaHood

Arisan Digital Girls In Tech Indonesia, Lebih dari Sekadar Perkumpulan Para Perempuan

Fimela.com, Jakarta Untuk menambah pengetahuan dan terkini terkait inovasi teknologi di kalangan perempuan, Girls in Tech Indonesia, organisasi global yang fokus pada pendidikan dan pemberdayaan perempuan dalam teknologi, membuat kegiatan internal bernama Arisan Digital setiap bulannya.

Didukung penuh oleh Education New Zealand untuk menyelenggarakan berbagai tema-tema terkait inovasi di idang teknologi, pada Arisan Digital bulan Februari, tema pertama yang akan adalah "Bagaimana Menyimpan Data Yang Aman di Cloud", dengan pembicara Dr. Abigail Koayselaku Research Fellow dari Universitas Waikato, New Zealand.

"Kami selalu membuka kesempatan kepada setiap perempuan di Indonesia yang ingin lebih dekat dan memahami teknologi dan beragam inovasinya. Hal ini dapat membuat semakin banyak perempuan yang bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan maksimal baik untuk menjadi nilai tambah bagi dirinya, bisnisnya dan juga kehidupan sehari-hari," kata Nafinia Putra selaku Co-Managing Director dari Girls in Tech Indonesia.

"Tema yang kita ambil sesuai dengan kebutuhan dan hasil interaksi kami dengan followers di social media. Seperti hari ini, mengenai menyimpan file dan data yang aman di cloud, kita kerap kali memiliki banyak foto yang disimpan di cloud karena mudah dan ekonomis. Lalu, bagaimana dengan resiko keamanannya? Itu yang kita jadikan topik dan didukung oleh pakar dari Education New Zealand yang mengangkat teknik untuk menjaga data tersebut supaya aman. Kami sangat berterimakasih atas dukungan Education New Zealand tahun ini di kegiatan Arisan Digital,” imbuhnya.

Didukungnya Girls In Tech Indonesia oleh Education New Zealand bukan tanpa alasan. Menurut Ben Burrowes, Manajer Regional Education New Zealand untuk Asia Timur, Girls In Tech Indonesia memiliki tujuan dan fokus yang sama dengan Education New Zealand.

"Setelah mempelajari dengan seksama tentang tujuan Girls in Tech Indonesia, kami percaya bahwa kami memiliki fokus yang sama. Kami sangat bangga dengan warisan pemberdayaan perempuan yang sudah berlangsung sejak abad ke-19 ketika kami menjadi negara pertama di dunia yang memberi perempuan hak untuk memilih. Kami juga yang pertama kali memisahkan atom, yang pertama menghidupkan middle earth, dan kami yang membuat satelit berbiaya rendah menjadi kenyataan," ungkap Ben Burrowes.

Ben menambahkan, Teknologi memiliki peran besar untuk mengajarkan anak-anak muda ke masa depan yang lebih baik dan berharap kerjasamanya dengan Girls In Tech akan membuat kegiata Arisan Digital jadi lebih bermanfaat.

"Teknologi memainkan peran besar dalam mengajar anak-anak muda dan kami sekarang memimpin seluruh dunia dalam mengedukasi siswa kami untuk mempersiapkan masa depan. Kami sangat senang dapat bergabung dan mendukung Girls in Tech Indonesia tahun ini dan kami berharap dapat bersama-sama membuat Arisan Digital lebih menarik dan bermanfaat," tambah Ben.

Kolaborasi ini diharapkanakan membawa dampak positif lebih besar lagi dalam keterkaitan perempuan dan teknologi. Girls in Tech Indonesia dan Education New Zealand memiliki misi yang sama dalam pemberdayaan pengetahuan dan teknologi. Beragam tema menarik dan terkini akan hadir dalam Arisan Digital tahun ini.

;
Loading