Sukses

FimelaHood

Rayakan Hari Kartini, Komunitas Ibu Punya Mimpi Menyelenggarakan Festival Mimpi Ibu 2021

Fimela.com, Jakarta Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April mungkin akan dirayakan dengan cara yang berbeda di tahun ini. Seperti yang juga sudah kamu tahu bahwa sudah setahun lebih Indonesia dan juga hampir di seluruh dunia kini tengah menghadapi pandemi virus Corona, Covid-19 yang telah merenggut jutaan nyawa.

Cara terbaik untuk menghentikan penyebaran virus Corona adalah dengan berada di rumah saja atau menjaga jarak. Jadi, hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa tahun 2020 dan juga tahun ini kamu tidak dapat lagi menyaksikan parade mengenakan pakaian adat yang biasanya dilakukan oleh siswa-siswi sekolah.

Tapi, perayaan Hari Kartini juga bisa dilakukan dengan cara yang berbeda, cara yang sesuai dengan keadaan di tengah pandemi seperti sekarang ini, yakni dengan mengadakan berbagai kegiatan secara virtual. Hal tersebutlah yang kini tengah dilakukan oleh komunitas Ibu Punya Mimpi dengan menyelenggarakan Festival Mimpi Ibu (FEMPI) 2021.

FEMPI dengan tema “Narasi untuk Ibu” tersebut dilaksanakan mulai tanggal 19 hingga 22 April 2021. Melalui festival tersebut komunitas Ibu Punya Mimpi ingin mengajak para perempuan untuk membangun narasi diri yang lebih positif, sehingga dapat hadir sebagai individu yang lebih berdaya, percaya diri, sekaligus lebih maju dalam apapun peran yang dijalani.

Co-Founder dan CEO Ibu Punya Mimpi, Marisa Paramita menjelaskan mengapa seorang ibu butuh bernarasi. “Saat melihat diri dari pandangan orang ketiga, otak kita akan mendekatkan kita ke diri kita yang sebenarnya dan menjauhkan dari kekhawatiran,” jelas Marisa dalam sesi opening ceremony di acara Festival Mimpi Ibu (Fempi) yang diadakan melalui Zoom, Senin (19/4/2021).

“Cerita hidup aku juga nggak selalu mulus, untuk bisa jadi aku yang seperti sekarang ini aku terus belajar, belajar bernarasi,” ungkap perempuan yang kini sedang melanjutkan pendidikannya di University of Pennsylvania ini. “Masa lalu yang sumber dari trauma itu bukan kelemahan. Dari situ aku mencari purpose hidup dan arti dari semua ini. Apa yang terjadi di masa lalu menjadi sumber kekuatanku,” tambah ibu satu orang anak perempuan ini.

Para Ibu Juga Harus Punya Mimpi

Apakah menjadi seorang ibu itu artinya kita harus berhenti bermimpi? Tentunya tidak, para ibu juga harus memiliki mimpi. Hal itu pulalah yang juga dijelaskan oleh pendiri komunitas Indonesian Babywearers Yohana Habsari. “Seorang ibu jangan pernah berhenti bermimpi. Mimpi seorang ibu bisa memberi cahaya, memberi warna kepada anak-anak kita,” jelas Yohana yang menjadi salah satu pembicara dalam Festival Mimpi Ibu (FEMPI) 2021.

“Ketika kita punya mimpi, kita merasa seperti lagu yang menggerakkan kita untuk terus bersemangat. Ketika kita bersemangat, maka itu akan memberikan semangat pada anak-anak kita. Inspirasi buat anak-anak kita,” tambah Yohana. Jadi, buat sahabat Fimela yang kini telah berstatus menjadi seorang ibu, jangan lupa untuk terus bermimpi.

Fimelahood from Home

Loading
Artikel Selanjutnya
Support Circle Indonesia, Bentuk Support Group untuk Mereka yang Memiliki Masalah Kesehatan Mental
Artikel Selanjutnya
BTS Army Indonesia Amino, Bukan Komunitas Pencinta Grup Idola Biasa