Sukses

FimelaMom

Jangan Panik! Begini Alasan Mengapa Pusar Bayi Bisa Terlihat Timbul

Fimela.com, Jakarta Bagi sebagian besar orangtua baru, perubahan sekecil apa pun pada tubuh bayi sering kali menimbulkan kekhawatiran, termasuk saat melihat pusar si kecil tampak menonjol. Sekilas, kondisi ini mungkin terlihat aneh dan membuat sebagian orang mengira ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh bayi. Padahal, faktanya, pusar yang terlihat timbul merupakan hal yang cukup sering terjadi, terutama pada minggu-minggu atau bulan-bulan awal setelah kelahiran. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami bahwa pusar menonjol tidak selalu menjadi tanda adanya gangguan medis yang berbahaya.

Berdasarkan sumber dari babycenter.com, pusar bayi yang tampak menonjol umumnya berkaitan dengan hernia umbilikalis, yaitu kondisi ketika sebagian kecil jaringan atau usus bayi terdorong ke area pusar melalui celah otot perut yang belum sepenuhnya menutup. Keadaan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi. Faktor-faktor seperti berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, atau kebiasaan bayi menangis terlalu keras dapat membuat tonjolan terlihat lebih jelas, meskipun bukan penyebab utama. Dengan pemahaman yang benar, orangtua dapat menghindari kekhawatiran yang berlebihan dan tetap fokus mengawasi tumbuh kembang si kecil.

Selain memahami penyebabnya, penting juga bagi orangtua untuk mengetahui kapan pusar menonjol perlu diperiksakan ke tenaga medis. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini dapat membaik tanpa perlu pengobatan khusus. Namun, jika tonjolan semakin besar, berubah warna, terasa nyeri, atau bayi tampak tidak nyaman, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Melalui pemeriksaan sederhana, dokter bisa memastikan apakah tonjolan tersebut masih tergolong normal atau membutuhkan tindakan lebih lanjut. Dengan informasi yang tepat, orangtua akan lebih tenang menghadapi perubahan alami pada tubuh bayi dan dapat memberikan perawatan terbaik tanpa rasa panik yang berlebihan. 

Celah otot perut yang belum menutup sempurna

Salah satu alasan mengapa pusar bayi tampak menonjol adalah karena otot perut di area tersebut belum menutup sepenuhnya setelah bayi lahir. Selama di dalam kandungan, tali pusar melewati lapisan otot perut untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen dari plasenta ke tubuh bayi. Setelah proses kelahiran dan tali pusar dipotong, bagian otot tersebut akan menutup secara perlahan seiring dengan pertumbuhan bayi. Namun, pada beberapa bayi, proses penutupan ini bisa berlangsung lebih lambat, meninggalkan sedikit celah yang memungkinkan jaringan perut menonjol ke luar. Tonjolan biasanya tampak lebih jelas saat bayi menangis, tertawa, atau mengejan karena tekanan di dalam perut meningkat.

Walaupun terlihat menonjol, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan jarang menimbulkan rasa sakit. Sebagian besar kasus akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi, bahkan tanpa perlu perawatan khusus. Orangtua tidak disarankan untuk menekan atau menutup tonjolan dengan perekat, karena hal itu dapat membuat bayi tidak nyaman dan justru berisiko menimbulkan iritasi. Hal yang lebih penting adalah memantau apakah tonjolan berubah warna, terasa nyeri, atau semakin besar. Dengan pemahaman yang benar, orangtua bisa lebih tenang dan menyadari bahwa pusar menonjol akibat celah otot perut yang belum tertutup sempurna merupakan bagian normal dari proses perkembangan bayi.

Tekanan pada perut bayi

Selain faktor bawaan, pusar bayi yang terlihat menonjol juga dapat disebabkan oleh tekanan pada perut. Ketika bayi menangis dengan kuat, tertawa, batuk, atau mengejan saat buang air, tekanan di dalam perutnya meningkat. Tekanan ini mendorong jaringan di sekitar pusar keluar melalui celah kecil pada otot perut yang belum tertutup sepenuhnya, sehingga membuat pusar tampak timbul sementara. Pada sebagian bayi, tonjolan tersebut akan terlihat lebih menonjol saat beraktivitas, kemudian kembali rata setelah bayi dalam keadaan tenang atau tidur. Kondisi ini merupakan reaksi alami tubuh dan tidak berbahaya, karena terjadi sebagai bagian dari proses perkembangan bayi.

Namun, orangtua tetap perlu memantau perubahan yang terjadi pada bentuk pusar bayi. Jika tonjolan tampak membesar, tidak kembali normal setelah bayi tenang, atau disertai tanda seperti kemerahan, nyeri, maupun pembengkakan, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Umumnya, pusar menonjol akibat tekanan perut tidak membutuhkan perawatan khusus dan akan hilang dengan sendirinya seiring menguatnya otot perut bayi. Memahami penyebab alami ini, orangtua dapat lebih tenang dan tidak perlu panik, sekaligus menghindari tindakan yang berisiko membuat bayi merasa tidak nyaman.

Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah

Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah cenderung memiliki otot perut yang belum berkembang dengan sempurna. Kondisi ini membuat area di sekitar pusar menjadi lebih lemah dan mudah menonjol ketika ada tekanan dari dalam perut. Karena jaringan otot belum sepenuhnya kuat, sebagian kecil usus atau jaringan di balik pusar dapat terdorong keluar, sehingga pusar tampak menonjol lebih jelas dibandingkan pada bayi yang lahir cukup bulan. Selain itu, bayi prematur biasanya memiliki waktu pemulihan dan perkembangan fisik yang sedikit lebih lambat, sehingga proses penutupan otot di sekitar pusar membutuhkan waktu lebih lama. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik seiring bertambahnya usia dan kekuatan otot bayi.

Walaupun terlihat mencolok, pusar menonjol pada bayi prematur atau dengan berat badan rendah tidak selalu menandakan masalah serius. Orangtua hanya perlu memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup agar tumbuh kembang ototnya optimal. Seiring waktu, pusar akan kembali rata secara alami tanpa perlu intervensi medis, kecuali jika muncul tanda-tanda seperti nyeri, kemerahan, atau tonjolan yang tidak mengempis. Dengan pemantauan yang rutin dan dukungan perawatan yang tepat, bayi prematur pun dapat tumbuh sehat dan kuat, termasuk pada bagian pusarnya yang semula tampak menonjol. Pemahaman ini penting agar orangtua tidak cemas berlebihan dan dapat fokus memberikan perhatian positif pada perkembangan si kecil.

Faktor genetik atau bawaan lahir

Selain disebabkan oleh perkembangan otot atau tekanan pada perut, faktor genetik atau bawaan lahir juga bisa menjadi penyebab pusar bayi tampak menonjol. Beberapa bayi terlahir dengan struktur otot perut yang secara alami lebih longgar atau memiliki jaringan ikat yang kurang kuat di sekitar pusar. Kondisi ini dapat diturunkan dari salah satu atau kedua orangtua yang mungkin mengalami hal serupa ketika masih bayi. Karena bersifat bawaan, celah kecil pada otot perut dapat bertahan sementara waktu setelah lahir, sehingga jaringan di balik pusar lebih mudah terdorong keluar dan menimbulkan tonjolan kecil. Meskipun terlihat menonjol, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit ataupun gangguan pada kesehatan bayi.

Dalam banyak kasus, pusar yang menonjol akibat faktor genetik akan berangsur membaik seiring bertambahnya usia dan kekuatan otot perut bayi. Tonjolan biasanya akan mengempis dan menghilang tanpa memerlukan perawatan khusus. Orangtua hanya perlu memantau bentuk pusar serta memastikan bayi tetap tumbuh dengan baik. Namun, jika tonjolan tampak membesar, tidak mengecil hingga usia dua tahun, atau disertai tanda-tanda seperti nyeri dan perubahan warna kulit, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dengan memahami hal ini, orangtua dapat lebih tenang dan tidak panik, karena faktor genetik pada dasarnya merupakan bagian alami dari variasi pertumbuhan setiap bayi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading