Sukses

FimelaMom

Cara Mengatasi BAB Anak Keras agar Anak Kembali Nyaman

Fimela.com, Jakarta - Masalah buang air besar (BAB) keras pada anak sering kali membuat mereka merasa tidak nyaman dan bahkan takut ke toilet. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari serta membuat orangtua khawatir. Penting bagi Mom untuk memahami penyebabnya agar dapat membantu anak lebih tenang dan sehat.

Memperbaiki pola makan, mencukupi cairan, dan rutinitas yang sehat, masalah BAB keras bisa dapat diatasi. Dukungan orang tua sangat berperan dalam menciptakan suasana nyaman saat anak belajar mengatur kebiasaan buang air besar. Dengan begitu, anak bisa kembali ceria dan bebas dari rasa sakit setiap kali ke toilet.

Penyebab BAB Anak Keras

Kurangnya asupan serat menjadi salah satu penyebab utama anak mengalami BAB keras. Anak yang jarang mengonsumsi buah, sayur, atau makanan berserat tinggi cenderung memiliki feses lebih padat. Akibatnya, proses buang air besar terasa sulit dan tidak nyaman.

Selain itu, kebutuhan cairan yang tidak tercukupi juga berpengaruh besar. Jika anak kurang minum air putih, feses akan menjadi lebih kering dan sulit keluar. Kondisi ini sering membuat anak merasa sakit saat BAB sehingga enggan ke toilet.

Kebiasaan menahan BAB pun bisa memperburuk keadaan. Anak yang sibuk bermain atau takut sakit sering menunda ke toilet, sehingga feses semakin mengeras. Ditambah dengan perubahan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik, risiko konstipasi pun semakin tinggi.

Tips Mengatasi BAB Anak Keras

Berikut beberapa cara mengatasinya, Mom, agar pencernaan anak kembali lancar dan ia merasa lebih nyaman saat buang air besar.

1. Perbanyak makanan berserat

Serat membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Mom bisa menyajikan buah seperti pepaya, pisang, apel, atau pir secara rutin. Tambahkan juga sayuran hijau, gandum utuh, dan oatmeal ke dalam menu harian anak.

2. Cukupi kebutuhan cairan

Air putih berperan penting dalam melancarkan kerja usus anak. Pastikan anak minum cukup air sepanjang hari, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas. Sebaiknya batasi minuman manis karena bisa memperparah sembelit.

3. Biasakan jadwal BAB teratur

Mengajak anak duduk di toilet pada waktu yang sama setiap hari dapat membentuk kebiasaan BAB yang sehat. Waktu terbaik biasanya setelah sarapan karena refleks usus sedang aktif. Lakukan secara konsisten tanpa memaksa agar anak merasa nyaman.

4. Dorong anak aktif bergerak

Aktivitas fisik membantu merangsang pergerakan usus secara alami. Ajak anak bermain di luar rumah, bersepeda, berlari, atau berenang sesuai usianya. Semakin aktif anak bergerak, pencernaannya cenderung lebih lancar.

5. Ciptakan suasana toilet yang nyaman

Rasa takut atau tertekan bisa membuat anak enggan BAB. Moms dapat menemani anak, memberi pujian, atau menciptakan suasana toilet yang menyenangkan. Lingkungan yang nyaman membantu anak lebih rileks saat buang air besar.

6. Hindari kebiasaan menahan BAB

Menahan BAB dapat membuat feses semakin keras dan sulit dikeluarkan. Ingatkan anak untuk segera ke toilet saat merasa ingin buang air besar. Kebiasaan ini penting agar masalah BAB keras tidak terus berulang.

Jika anak mengalami BAB keras yang disertai nyeri perut hebat atau keluarnya darah saat buang air besar, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Tanda-tanda tersebut menunjukkan adanya masalah serius pada sistem pencernaan anak. Segera perhatikan gejalanya agar tidak menimbulkan rasa sakit berkepanjangan.

Sahabat Fimela, waspadai jika anak tidak BAB lebih dari lima hari, tampak lemas, atau kehilangan nafsu makan. Situasi ini bisa menjadi indikasi bahwa konstipasi sudah cukup parah dan membutuhkan penanganan medis. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter agar anak mendapatkan perawatan yang tepat dan kembali merasa nyaman.

BAB keras pada anak memang bisa membuat mereka tidak nyaman, tetapi dengan pola makan sehat, cukup cairan, aktivitas fisik, dan kebiasaan BAB teratur, masalah ini biasanya dapat diatasi. Semoga artikel ini bermanfaat ya mom.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading