Sukses

FimelaMom

Tips Sederhana Agar Anak Belajar Tenang di Tengah Emosi yang Memuncak

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, saat menghadapi anak yang mudah marah, tantrum, atau meledak-ledak memang bukan hal yang mudah. Teriakan, tangisan, hingga sikap membangkang seringkali muncul ketika anak merasa emosinya terlalu besar untuk ia kendalikan.

Namun, penting untuk dipahami bahwa kemampuan menenangkan diri bukanlah sesuatu yang otomatis dimiliki anak sejak lahir. Kabar baiknya, menenangkan diri saat marah adalah keterampilan yang bisa dilatih secara perlahan, konsisten, dan penuh kesabaran. Dilansir dari beberapa sumber termasuk Child Mind Institute, berikut ini adalah tips melatih anak agar mereka dapat belajar menenangkan diri saat marah! 

Memahami Emosi Anak yang “Meluber”

Beberapa anak memang memiliki reaksi emosi yang lebih intens dibandingkan anak lain. Mereka bisa merasa marah lebih cepat, lebih kuat, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali tenang. Ketika emosi sudah memuncak, anak berada dalam kondisi “dysregulated”, yaitu saat bagian emosional dalam otak mengambil alih dan sulit terhubung dengan logika. Dalam kondisi ini, menasihati atau memarahi justru tidak akan efektif. Daripada langsung mengoreksi, kamu sebagai orangtua perlu menunggu hingga anak kembali tenang sebelum mengajak berdiskusi.

 

 

 

 

Ajarkan Anak Mengenali Emosinya Sejak Awal

Sahabat Fimela, emosi tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang seperti gelombang yang semakin besar. Anak bisa belajar mengelola emosi jika ia mampu mengenali tanda-tandanya sejak awal. Bantu anak memberi nama pada perasaannya, seperti marah, kecewa, atau kesal. Tanamkan bahwa tidak ada emosi yang buruk. Marah adalah hal yang wajar, yang penting adalah bagaimana cara mengekspresikannya.

Jadi Contoh dalam Mengelola Emosi

Anak belajar dari apa yang ia lihat. Ketika orang tua mampu mengelola emosi dengan baik, anak akan menirunya. Coba ungkapkan perasaanmu secara sederhana, seperti, “Mama lagi sedikit kesal, mungkin di angka 4 dari 10, jadi Mama mau tarik napas dulu.” Cara ini membantu anak memahami bahwa emosi bisa dikenali dan dikendalikan.

Validasi Perasaan Anak

Saat anak marah, hal pertama yang ia butuhkan adalah dipahami, bukan dihakimi. Kamu bisa mengatakan, “Kamu lagi marah ya? Mama mengerti.” Validasi bukan berarti membenarkan perilaku negatif, tetapi menunjukkan bahwa perasaannya diterima. Ketika anak merasa dipahami, emosi yang besar biasanya akan lebih cepat mereda.

Kurangi Perhatian pada Perilaku NegatifMemberi perhatian berlebih pada rengekan atau ledakan emosi justru bisa memperkuat perilaku tersebut. Cobalah teknik “active ignoring”, yaitu mengalihkan perhatian dari perilaku negatif ringan, dan kembali memberi perhatian saat anak mulai menunjukkan perilaku yang lebih baik.

 

 

Beri Apresiasi pada Usaha Anak

Perhatian adalah “hadiah" terbesar bagi anak. Saat anak berusaha menenangkan diri, sekecil apa pun, beri apresiasi secara spesifik. Misalnya, “Mama suka tadi kamu coba tarik napas saat marah.” Hal ini akan mendorong anak untuk mengulangi perilaku positif tersebut.

Ciptakan Rutinitas dan Aturan yang Jelas

Anak akan lebih mudah mengelola emosi ketika ia merasa aman dan tahu apa yang diharapkan. Sampaikan aturan secara singkat dan jelas saat kondisi tenang. Jika akan ada perubahan, beri pemberitahuan sebelumnya agar anak tidak kaget.

Beri Pilihan untuk Mengurangi Konflik

Memberi pilihan sederhana bisa membantu anak merasa memiliki kendali. Contohnya, “Kamu mau mandi sekarang atau 10 menit lagi?” Pilihan seperti ini bisa mengurangi potensi ledakan emosi dalam dirinya. 

Latih Strategi Menenangkan Diri

Ajarkan anak berbagai cara sederhana untuk menenangkan diri, seperti menarik napas dalam-dalam, meremas bola atau playdough, menggambar atau mencoret kertas, melompat atau melakukan gerakan fisik ringan, menulis atau bercerita tentang perasaannya. Latih teknik ini saat anak sedang dalam kondisi tenang, bukan saat mereka sedang marah. 

 

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading