Sukses

FimelaMom

Ibu Selalu Menjadi Orang Pertama yang Dicari Anak? Begini Cara Membagi Peran Parenting Lebih Adil

Fimela.com, Jakarta - Apakah Mom sering kali merasa lelah karena baru saja melangkah masuk ke dalam rumah namun anak sudah berteriak memanggil nama Anda tanpa henti?  Mulai dari urusan mencari kaus kaki yang hilang, meminta bantuan mengerjakan tugas sekolah, hingga sekadar tempat mengadu saat mereka merasa sedih atau terluka. 

Melansir dari Motherly, seorang ibu sering kali terjebak menjadi default parent karena lingkungan sosial kita hingga saat ini masih menempatkan figur ayah hanya sebagai pendukung saja, bukan sebagai pengasuh utama. Peran gender tradisional yang tertanam sejak lama akhirnya membuat para ibu selalu diharapkan untuk menunda kepentingan pribadi mereka demi memenuhi segala kebutuhan anak. Tanpa disadari, standar sosial ini membuat Anda hampir tidak memiliki pilihan lain selain mengambil alih sebagian besar tanggung jawab domestik keluarga.

Menghadapi situasi ini, penting bagi kita untuk menyadari bahwa pengasuhan anak bukanlah tugas tunggal yang harus dipikul oleh ibu sendirian saja di dalam rumah. Suami pun memiliki peran yang sama besarnya untuk hadir sebagai mitra pengasuhan yang seimbang demi tumbuh kembang anak yang optimal. 

Tips Membangun Kerjasama Parenting dengan Pasangan

Sahabat Fimela, langkah awal untuk menciptakan pembagian peran yang adil di dalam rumah tangga harus dimulai dari komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan. Simak beberapa penjelasan tips praktis untuk mulai membagi peran pengasuhan secara adil dengan pasangan:

1. Buat Daftar Tugas Domestik dan Pengasuhan Secara Tertulis 

Duduklah bersama suami saat akhir pekan dan tuliskan semua kebutuhan anak serta rumah tangga, mulai dari memandikan si kecil, menyiapkan sarapan, hingga mengantar mereka les. Bagilah tugas-tugas tersebut berdasarkan ketersediaan waktu dan energi masing-masing secara objektif. Misalnya, jika Anda bertugas memasak menu makan pagi, maka suami bisa mengambil peran untuk memandikan dan memakaikan baju anak sebelum berangkat kerja.

2. Percayakan Tugas Sepenuhnya Tanpa Melakukan Intervensi Berlebih 

Saat suami sedang menjalankan tugasnya mengasuh anak, berikan mereka ruang penuh dan hindari keinginan untuk terus mengkritik cara kerjanya. Jika cara suami memakaikan baju anak sedikit berantakan atau kombinasi warnanya tidak cocok, biarkan saja selama anak tetap aman dan nyaman. Kritik yang terlalu sering hanya akan membuat suami merasa tidak percaya diri dan akhirnya memilih untuk mundur serta mengembalikan seluruh urusan pengasuhan kepada Anda lagi.

3. Ciptakan Rutinitas Khusus Antara Ayah dan Anak

Tetapkan satu aktivitas harian atau mingguan yang menjadi tugas eksklusif sang ayah, misalnya membacakan buku cerita sebelum tidur atau menemani anak bermain sepeda di taman hari Minggu. Saat aktivitas ini berlangsung, posisikan diri Anda berada di ruangan lain atau manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan perawatan diri. Kebiasaan ini akan melatih anak memahami bahwa ada momen-momen tertentu di mana ayah adalah sosok utama yang akan mendampingi mereka.

4. Alihkan Sinyal Panggilan Anak Kepada Suami Secara Halus 

Saat anak memanggil Anda untuk meminta bantuan kecil sedangkan Anda sedang sibuk, katakan dengan lembut, "Mama sedang merapikan baju, coba minta bantuan Papa ya, Papa sangat pintar mengikat tali sepatu". Berikan penguatan positif kepada anak bahwa ayah mereka memiliki kemampuan yang hebat untuk membantu segala kebutuhan mereka. Hal ini tidak hanya melatih kemandirian anak, tetapi juga membuat suami merasa dihargai peran pentingnya sebagai seorang kepala keluarga sejati.

Dampak Positif Peran Ayah Bagi Tumbuh Kembang Anak

Sahabat Fimela, mari kita bahas aspek krusial yang masih sangat berkaitan erat dengan pentingnya pembagian peran ini, yaitu dampak psikologis jangka panjang bagi masa depan si kecil. Anak-anak yang tumbuh dengan keterlibatan aktif dari seorang ayah dalam pengasuhan harian menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi saat bersosialisasi di sekolah. Kehadiran ayah memberikan perspektif logika dan cara penyelesaian masalah yang berbeda dari ibu, yang sangat membantu memperkaya kemampuan kognitif anak sejak usia dini.

Selain itu, melihat kedua orang tuanya bekerja sama secara harmonis di dalam rumah akan menjadi contoh nyata atau role model yang sangat baik bagi masa depan hubungan asmara anak kelak. Seorang ibu itu perannya jauh lebih besar daripada sekadar urusan domestik. Begitu juga dengan ayah, sosoknya bukan hanya sekadar pencari nafkah utama bagi keluarga. Kita semua adalah orang tua yang memiliki tanggung jawab yang sama besarnya dalam membesarkan dan mendidik buah hati tercinta. Jadi, yuk mulai sekarang kita tunjukkan aksi nyata yang seimbang dalam pengasuhan di rumah!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading