Fimela.com, Jakarta - Setiap orangtua tentu ingin memastikan anak tumbuh dengan aman dan bahagia. Tidak sedikit yang berusaha menghindarkan anak dari kegagalan, konflik, atau situasi yang dianggap berisiko. Namun, ketika perlindungan berubah menjadi kebiasaan mengatur hampir setiap keputusan dan menyelesaikan semua masalah anak, pola tersebut dapat mengarah pada overparenting.
Overparenting adalah pola asuh ketika keterlibatan, kontrol, dan bantuan orangtua diberikan secara berlebihan, bahkan melampaui kebutuhan sesuai usia anak. Istilah ini sering dikaitkan dengan helicopter parenting, yaitu perilaku orangtua yang seolah terus berada di atas anak untuk mengawasi dan segera turun tangan ketika muncul kesulitan.
Dilansir dari American Psychological Association (APA), bahwa anak dengan orangtua yang terlalu mengontrol dapat mengalami kesulitan mengelola emosi dan perilaku, serta menyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa anak juga membutuhkan ruang untuk belajar dan berkembang secara mandiri.
Advertisement
Meski begitu, perhatian dan pengawasan bukan sesuatu yang harus dihilangkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian bantuan dengan usia, kebutuhan, dan kemampuan anak. Perlindungan yang sehat tetap memberi kesempatan bagi anak untuk mencoba, membuat pilihan, dan belajar dari pengalaman.
Advertisement
Dampaknya bagi Kepercayaan Diri dan Kemandirian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389241/original/023286800_1793700485-pexels-rdne-8489620.jpg)
Overparenting tidak selalu terlihat sebagai sikap keras atau larangan yang terang-terangan. Terkadang, perilaku ini muncul melalui perhatian yang tampak sederhana, seperti terus mengingatkan anak tentang setiap hal, memilihkan seluruh kegiatan, atau langsung menyelesaikan konflik tanpa memberi kesempatan anak mencoba mengatasinya.
Jika berlangsung terus-menerus, anak bisa kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan mengambil keputusan. Mereka mungkin terbiasa menunggu arahan orangtua sebelum bertindak, bahkan ketika menghadapi persoalan sederhana. Akibatnya, rasa percaya diri dan kemandirian berisiko tidak berkembang secara optimal karena anak jarang mengalami proses mencoba, salah, lalu memperbaiki secara bertahap.
Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan mengelola emosi. Ketika orangtua selalu menghindarkan anak dari rasa kecewa atau frustrasi, anak memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mengenali perasaan tersebut dan belajar menghadapinya. Saat kemudian berhadapan dengan tantangan di sekolah maupun lingkungan sosial, situasi yang tidak sesuai harapan dapat terasa lebih sulit.
Namun, dampak overparenting tidak selalu sama pada setiap anak. Usia, karakter, kondisi keluarga, dan bentuk keterlibatan orangtua turut memengaruhi pengalaman anak. Oleh karena itu, pola asuh ini sebaiknya dipahami sebagai sinyal untuk mengevaluasi batas antara mendampingi dan mengambil alih, bukan alasan untuk menyalahkan orangtua.
Tips Membangun Pola Asuh yang Lebih Seimbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389242/original/066761600_1793700486-mother-wanting-watch-what-her-son-is-playing.jpg)
Menghindari overparenting bukan berarti orangtua harus membiarkan anak menghadapi semua hal sendirian. Anak tetap membutuhkan arahan, aturan, dan rasa aman. Kuncinya adalah memberikan dukungan yang sesuai dengan tahap perkembangan, tanpa mengambil alih kesempatan anak untuk belajar menyelesaikan masalah.
Orangtua dapat memulainya dengan memberi pilihan sederhana, misalnya menentukan pakaian, memilih buku bacaan, atau mengatur urutan tugas sekolah. Ketika anak menghadapi kesulitan, cobalah bertanya apa yang ingin mereka lakukan sebelum menawarkan solusi. Cara ini membantu anak berpikir, mempertimbangkan pilihan, dan memahami konsekuensi dari keputusan yang dibuat.
Penting juga untuk membiarkan anak mengalami kegagalan kecil dalam situasi yang aman. Lupa membawa perlengkapan atau kesulitan menyelesaikan permainan dapat menjadi kesempatan untuk belajar bertanggung jawab dan mencari jalan keluar. Orangtua tetap bisa mendampingi dengan mendengarkan, memberi dorongan, serta membantu mengevaluasi pengalaman tanpa langsung mengambil alih.
Selain itu, sesuaikan tingkat pengawasan dengan usia dan kemampuan anak. Hal yang masih perlu dibantu ketika anak kecil perlahan dapat dipercayakan seiring bertambahnya usia. Dengan komunikasi terbuka dan batasan yang konsisten, anak merasa didukung sekaligus dipercaya. Tujuannya bukan membentuk anak yang selalu bisa sendiri, melainkan pribadi yang berani mencoba, mampu meminta bantuan, dan semakin mandiri.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389240/original/003869400_1793700484-pexels-silverkblack-36765474.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389307/original/051889600_1793704346-Screenshot_2026-11-03_180948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389244/original/059072700_1793700807-pexels-yankrukov-5216557.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389270/original/059213500_1793702627-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.42.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389272/original/013402600_1793702772-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.40.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389230/original/012642800_1793699870-pexels-anggit-priyandani-2033570401-40665214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262102/original/085770500_1781770997-pexels-sarah-chai-7262469.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388138/original/037499400_1793602310-young-woman-standing-park-green-bush-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388099/original/030101600_1793599833-IMG_3099.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384908/original/092174700_1793192022-finale.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388642/original/045829000_1793661908-IMG-20261102-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388640/original/026971600_1793661114-155329.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388639/original/071600000_1793659791-Kepala_BNPB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388636/original/014984700_1793657981-155333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3604116/original/097565200_1634357608-243514748_277484497387686_8576906022593424939_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387984/original/045685400_1793593582-IMG_20261102_101638_346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389307/original/051889600_1793704346-Screenshot_2026-11-03_180948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389244/original/059072700_1793700807-pexels-yankrukov-5216557.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389270/original/059213500_1793702627-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.42.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389272/original/013402600_1793702772-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.40.48.jpeg)