Sukses

Food

Restaurant Takeover, Hadirkan Pesona Kuliner Indonesia di Restoran 3 Michelin, Jerman

Fimela.com, Jakarta - Kuliner Indonesia kembali mendapat sorotan di panggung gastronomi dunia. Melalui program Restaurant Takeover, kekayaan rasa Nusantara hadir di Schwarzwaldstube, restoran tiga bintang Michelin yang berlokasi di Hotel Traube Tonbach, Baiersbronn, Jerman. Pada 5–10 Agustus 2026, Chef Degan Septoadji memimpin rangkaian empat gala dinner dan dua sesi kelas memasak yang dikemas intim untuk audiens internasional.

Kolaborasi strategis juga terjalin antara Behind The Chef dan Unilever Food Solutions (UFS) untuk mendukung misi ini.

“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami bersama Chef Degan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada dunia melalui inovasi, profesionalisme, dan keberlanjutan,” ujar Gerald Giovanni, Operator Experience Lead UFS Indonesia.

Chef Degan kembali menegaskan fokusnya pada promosi gastronomi Indonesia lewat pengalaman bersantap yang menyatukan rasa dan cerita budaya.

“Kami sangat bersyukur dapat kembali membawa kekayaan rasa Nusantara ke Black Forest. Tahun ini istimewa karena kami tidak hanya menyajikan hidangan, tetapi juga terus membuka jalan bagi generasi koki muda Indonesia untuk merasakan langsung pengalaman tampil di panggung kuliner internasional sekelas Traube Tonbach,” ujar Chef Degan.

Takeover di Black Forest

Schwarzwaldstube di Hotel Traube Tonbach, Baiersbronn, Jerman, menjadi tuan rumah program Restaurant Takeover tahun ini. Reputasinya sebagai restoran tiga bintang Michelin menghadirkan standar layanan dan penyajian kelas dunia. Dengan kapasitas hanya 35 tempat duduk, setiap sesi dirancang untuk memberi pengalaman bersantap yang personal.

Selama enam hari, tepatnya pada 5–10 Agustus 2026, rangkaian acara meliputi empat gala dinner dan dua kelas memasak. Format ini memungkinkan tamu merasakan kurasi rasa dari berbagai wilayah Indonesia sekaligus berinteraksi dalam suasana yang lebih dekat dengan tim dapur.

Kehadiran Indonesia di Schwarzwaldstube menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi gastronomi Nusantara di kancah global. Momentum tampil di restoran tiga bintang Michelin juga membuka ruang interaksi langsung dengan ekosistem gastronomi berkelas dunia yang ada di sana.

Perjalanan Rasa: Enam Hidangan Kuliner Indonesia yang Diangkat

Pada Restaurant Takeover tahun ini, Chef Degan kembali mengusung konsep bersantap yang mengandalkan rasa dan storytelling budaya. Para tamu diajak menempuh perjalanan kuliner yang menyoroti ragam karakter daerah di Indonesia melalui menu seleksi khusus.

Enam hidangan yang disajikan mencakup Scallop Tartare Naniura dari Sumatra Utara, Udang Bakar Jimbaran dari Bali, Sop Ayam Asam Pedas dari Sumatra Barat, Sei Sapi Sambal Luat dari Nusa Tenggara Timur, Mangut Ikan dari Yogyakarta, serta Kolak Pisang Ubi dari Jawa Tengah. Deretan menu ini menjadi jembatan untuk mengenalkan rempah, teknik, serta cita rasa khas tiap daerah.

Setiap hidangan dihadirkan sebagai representasi karakter kuliner wilayah asalnya. Dengan demikian, pengalaman bersantap tidak hanya berhenti pada eksplorasi rasa, tetapi juga memperkenalkan cerita dan budaya yang menyertai setiap resep yang dibawa ke meja makan.

Tim Lintas Generasi dan Kolaborasi di Jerman

Misi tahun ini turut menghadirkan generasi penerus di dapur. Chef Degan memimpin tim yang terdiri dari Chef Theo atau Setyo Widhyarto, Chef Norman Ismail, dan Chef Mili Hendratno, dengan Nike Kurnia bertugas sebagai host program. Mereka juga akan berkolaborasi bersama empat chef Indonesia yang saat ini tengah berkarier di Jerman.

Kolaborasi lintas generasi tersebut selaras dengan visi Behind The Chef (BTC) sebagai inisiatif kuliner yang mendorong promosi gastronomi Indonesia melalui kolaborasi internasional, pengembangan talenta, regenerasi chef, serta dokumentasi kuliner Nusantara.

Bagi Chef Degan, panggung internasional bukan semata ruang untuk memperkenalkan makanan Indonesia, melainkan juga wadah belajar bagi chef muda. Pengalaman memasak di restoran berreputasi seperti Schwarzwaldstube menjadi bekal penting untuk memahami standar profesional sekaligus membangun jejaring gastronomi internasional.

Cerita Berlanjut ke Ranah Digital dan Kelas Memasak

Untuk pertama kalinya, seluruh perjalanan Restaurant Takeover akan didokumentasikan oleh tim produksi multimedia sebagai serial dokumenter dan konten digital. Dokumentasi ini tidak hanya menampilkan aktivitas memasak di dapur, tetapi juga merekam perjalanan para chef, interaksi lintas budaya, serta cara makanan Indonesia diperkenalkan kepada audiens internasional.

Dengan pendekatan tersebut, kisah mengenai rempah, teknik memasak, kekayaan bahan pangan, dan pengalaman para chef di Jerman dapat terus menjangkau masyarakat melalui platform digital meski gala dinner telah usai. Dokumentasi ini juga menjadi bagian dari persiapan berbagai program Behind The Chef pada 2027 yang berfokus pada regenerasi chef Indonesia dan promosi kuliner Nusantara untuk audiens global.

Selain empat malam gala dinner, agenda juga mencakup dua sesi kelas memasak. Para peserta tidak hanya belajar membuat hidangan Indonesia, tetapi juga mengenal cerita budaya yang melekat pada resep-resep Nusantara. Pendekatan ini memberi pengalaman yang dapat dibawa pulang dan dicoba kembali di rumah, sekaligus menegaskan bahwa dapur rumah bisa menjadi ruang kecil untuk mengenalkan cita rasa Indonesia ke dunia.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading