Sukses

Food

Resep Spaghetti Aglio Olio Udang dan Parmesan, Gurih Harum dan Mudah Dibuat di Rumah

Fimela.com, Jakarta - Spaghetti aglio olio menjadi salah satu menu pasta yang menarik dibuat di rumah karena bahan-bahannya sederhana dan proses memasaknya relatif praktis. Perpaduan spaghetti dengan bawang putih yang ditumis hingga harum, minyak zaitun, cabai, dan bumbu sederhana sudah mampu menghasilkan rasa gurih yang menggugah selera. Agar semakin istimewa, tambahan udang dan keju parmesan bisa membuat hidangan ini terasa lebih kaya, tanpa membutuhkan saus yang rumit.

Resep spaghetti aglio olio udang dan parmesan juga cocok dijadikan pilihan ketika ingin menyajikan makanan ala restoran dengan waktu memasak yang tidak terlalu lama. Udang memberikan rasa gurih sekaligus tekstur yang lembut, sedangkan parmesan menambahkan cita rasa keju yang khas. Kunci kelezatannya terletak pada cara memasak udang agar tidak terlalu matang serta pemanfaatan sedikit air rebusan pasta untuk membantu menyatukan minyak, bumbu, dan spaghetti.

Bagi yang baru belajar membuat pasta, hidangan ini juga cukup mudah untuk dicoba karena tidak memerlukan banyak teknik khusus. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan beberapa langkah sederhana, spaghetti dapat disajikan dengan aroma bawang putih yang kuat, rasa gurih dari udang dan parmesan, serta sedikit sensasi pedas jika menggunakan cabai. Lantas bagaimana resep spaghetti aglio olio udang dan parmesan? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (18/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

Filosofi dan Sejarah Spaghetti Aglio Olio

Spaghetti aglio olio merupakan hidangan pasta yang berasal dari tradisi kuliner Italia, khususnya kawasan Napoli dan wilayah Italia bagian selatan. Nama “aglio e olio” secara harfiah berarti “bawang putih dan minyak”, dua bahan utama yang menjadi karakter hidangan ini. Berbeda dengan pasta yang menggunakan saus tomat, krim, atau bahan dalam jumlah banyak, aglio olio justru mengandalkan bahan-bahan sederhana untuk menghasilkan cita rasa yang kuat. Spaghetti kemudian menjadi jenis pasta yang paling umum digunakan karena bentuknya yang panjang dan mampu membawa minyak berbumbu dengan baik.

Secara filosofi, spaghetti aglio olio mencerminkan salah satu prinsip penting dalam masakan Italia, yaitu mengolah bahan sederhana dengan teknik yang tepat. Bawang putih dimasak perlahan dalam minyak zaitun agar aromanya keluar tanpa mudah gosong, kemudian cabai dapat ditambahkan untuk memberikan rasa pedas dan hangat. Air rebusan pasta juga kerap digunakan untuk membantu membentuk lapisan bumbu yang menyelimuti spaghetti. Dari bahan yang relatif sedikit tersebut, tercipta hidangan yang tetap memiliki aroma, rasa gurih, tekstur, dan sensasi pedas yang seimbang.

Seiring perkembangan kuliner, aglio olio kemudian memiliki banyak variasi, termasuk penambahan udang, peterseli, keju parmesan, jamur, hingga berbagai jenis protein lainnya. Spaghetti aglio olio udang dan parmesan merupakan salah satu pengembangan yang memadukan karakter sederhana aglio olio dengan rasa gurih dan sedikit manis dari udang serta cita rasa khas keju parmesan. Meskipun sudah mengalami adaptasi, prinsip dasarnya tetap sama: tidak bergantung pada saus yang berat, melainkan menonjolkan kualitas bahan dan teknik memasak agar setiap komponen tetap terasa.

Resep Spaghetti Aglio Olio Udang dan Parmesan

Bahan Spaghetti Aglio Olio Udang dan Parmesan

  • 200 gram spaghetti
  • 150 gram udang, kupas dan bersihkan
  • 5 siung bawang putih, iris tipis
  • 3 sdm minyak zaitun
  • 30 gram keju parmesan, parut
  • 3 buah cabai merah, iris tipis atau sesuai selera
  • 1 sdm peterseli cincang, opsional
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 sdt lada hitam
  • Air secukupnya untuk merebus spaghetti
  • 1/2 sdt oregano kering, opsional
  • 1 sdm air perasan lemon, opsional untuk memberikan rasa segar

Cara Membuat Spaghetti Aglio Olio Udang dan Parmesan

  1. Rebus spaghetti hingga al dente. Didihkan air dalam panci yang cukup besar, kemudian tambahkan sedikit garam. Masukkan spaghetti dan masak mengikuti petunjuk pada kemasan hingga matang tetapi teksturnya masih sedikit kenyal. Sebelum membuang air rebusan, sisihkan sekitar 100–150 ml air pasta karena nantinya dapat digunakan untuk membantu menyatukan bumbu dengan spaghetti.
  2. Bersihkan dan bumbui udang. Pastikan udang sudah dikupas, bagian punggungnya dibersihkan, kemudian bilas dan tiriskan. Bumbui dengan sedikit garam dan lada hitam. Jangan memberikan terlalu banyak garam karena keju parmesan nantinya juga akan menambahkan rasa asin dan gurih pada pasta.
  3. Tumis bawang putih dan cabai. Panaskan minyak zaitun menggunakan api kecil hingga sedang. Masukkan irisan bawang putih dan cabai, kemudian tumis perlahan sampai bawang putih mengeluarkan aroma harum dan mulai berubah warna menjadi keemasan. Hindari menggunakan api terlalu besar karena bawang putih mudah gosong dan dapat membuat rasa aglio olio menjadi pahit.
  4. Masukkan udang. Setelah bawang putih harum, masukkan udang ke dalam wajan. Masak sambil dibolak-balik hingga udang berubah warna dan matang. Jangan memasak udang terlalu lama agar teksturnya tetap lembut dan tidak menjadi keras atau kenyal berlebihan.
  5. Masukkan spaghetti ke dalam wajan. Setelah udang matang, masukkan spaghetti yang sudah ditiriskan. Aduk perlahan agar spaghetti tercampur dengan minyak zaitun, bawang putih, cabai, dan udang. Tuangkan sedikit demi sedikit air rebusan pasta sambil terus diaduk hingga bumbu melapisi spaghetti dengan merata.
  6. Tambahkan parmesan dan bumbu. Matikan api atau kecilkan api terlebih dahulu, kemudian masukkan keju parmesan parut, oregano jika digunakan, serta sedikit lada hitam. Aduk hingga parmesan tercampur dan menghasilkan tekstur yang lebih gurih serta sedikit creamy. Jika pasta terasa terlalu kering, tambahkan sedikit air rebusan pasta.
  7. Tambahkan peterseli dan lemon, lalu sajikan. Setelah semua bahan tercampur, masukkan peterseli cincang dan sedikit perasan lemon jika suka. Aduk sebentar, kemudian koreksi rasa. Sajikan spaghetti aglio olio udang dan parmesan selagi hangat dengan tambahan parmesan parut di atasnya.

Tips Membuat Spaghetti Al Dente

  1. Gunakan air yang cukup banyak. Rebus spaghetti dalam panci berukuran cukup besar dengan air yang melimpah agar pasta bisa bergerak bebas dan matang secara merata. Air yang terlalu sedikit dapat membuat spaghetti lebih mudah saling menempel dan menghasilkan tekstur yang kurang baik.
  2. Masukkan spaghetti setelah air benar-benar mendidih. Jangan memasukkan pasta ketika air masih dalam kondisi hangat. Air yang sudah mendidih membantu proses pemasakan berlangsung lebih cepat dan merata. Tambahkan garam ke dalam air rebusan untuk memberikan rasa pada spaghetti sejak dari dalam.
  3. Jangan memasak hanya berdasarkan waktu di kemasan. Waktu yang tertera pada kemasan dapat dijadikan panduan, tetapi kondisi kompor dan jumlah air bisa membuat waktu matang sedikit berbeda. Mulai periksa spaghetti sekitar 1–2 menit sebelum waktu yang dianjurkan. Ambil satu batang pasta dan cicipi untuk memastikan bagian luarnya matang tetapi bagian tengahnya masih memiliki sedikit tekstur kenyal.
  4. Aduk spaghetti pada awal perebusan. Setelah spaghetti dimasukkan ke dalam air, aduk beberapa kali terutama pada menit-menit awal. Cara ini membantu mencegah batang pasta menempel satu sama lain atau menempel di dasar panci.
  5. Jangan membilas spaghetti setelah matang. Untuk hidangan seperti aglio olio, spaghetti sebaiknya langsung ditiriskan dan dicampurkan dengan bumbu. Membilas pasta dengan air dapat menghilangkan sebagian pati pada permukaannya, padahal pati tersebut membantu minyak dan bumbu menempel lebih baik pada spaghetti.
  6. Sisihkan air rebusan pasta. Sebelum meniriskan spaghetti, ambil sedikit air rebusannya. Air yang mengandung pati ini dapat ditambahkan ke dalam wajan ketika spaghetti dicampurkan dengan minyak, bawang putih, udang, dan parmesan. Hasilnya, bumbu lebih mudah menyatu dan spaghetti tidak terasa terlalu kering.
  7. Segera campurkan spaghetti dengan saus atau bumbu. Setelah ditiriskan, jangan membiarkan spaghetti terlalu lama tanpa bumbu karena teksturnya dapat berubah dan pasta bisa saling menempel. Langsung masukkan ke dalam wajan berisi bumbu, kemudian aduk hingga seluruh permukaan spaghetti terlapisi secara merata.

Tips Membuat Spaghetti Aglio Olio Udang dan Parmesan

  1. Gunakan minyak zaitun secukupnya dan jangan terlalu panas. Aglio olio mengandalkan minyak sebagai salah satu pembawa rasa utama. Tumis bawang putih dengan api kecil hingga sedang agar aromanya keluar perlahan tanpa membuatnya cepat gosong. Bawang putih yang terlalu cokelat bahkan hangus dapat menghasilkan rasa pahit yang mengganggu keseluruhan hidangan.
  2. Pilih udang yang segar dan jangan memasaknya terlalu lama. Udang yang segar akan memberikan rasa gurih alami sekaligus tekstur yang lebih juicy. Setelah dibersihkan dan dibumbui ringan, masak udang sampai berubah warna dan matang. Hindari memasaknya terlalu lama karena udang dapat menjadi keras dan kenyal.
  3. Simpan air rebusan spaghetti. Ini merupakan salah satu kunci membuat aglio olio terasa lebih menyatu. Sisihkan sekitar 100–150 ml air rebusan sebelum spaghetti ditiriskan. Tambahkan sedikit demi sedikit ke dalam wajan sambil mengaduk spaghetti dengan minyak dan bumbu sehingga pati dari air pasta membantu membuat bumbu lebih melekat.
  4. Masak bawang putih dengan api kecil. Jangan langsung menggunakan api besar hanya untuk mempercepat proses menumis. Iris bawang putih dengan ketebalan yang relatif seragam agar matang bersamaan. Ketika warnanya mulai keemasan dan aromanya sudah keluar, segera lanjutkan ke tahap berikutnya agar bawang putih tidak berubah menjadi gosong.
  5. Sesuaikan jumlah cabai dengan selera. Cabai memberikan sensasi pedas yang menjadi karakter umum aglio olio, tetapi jumlahnya dapat disesuaikan. Cabai merah segar dapat memberikan rasa pedas sekaligus aroma, sedangkan cabai kering atau chili flakes lebih praktis digunakan. Masukkan cabai saat menumis bawang putih agar rasa pedasnya dapat menyatu dengan minyak.
  6. Masukkan parmesan setelah api dikecilkan atau dimatikan. Keju parmesan sebaiknya tidak dimasak terlalu lama dengan suhu tinggi karena dapat menggumpal dan teksturnya menjadi kurang menyatu. Setelah spaghetti tercampur dengan minyak, udang, dan air rebusan pasta, kecilkan atau matikan api kemudian masukkan parmesan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
  7. Jangan terlalu banyak menambahkan garam. Air rebusan spaghetti biasanya sudah diberi garam, sementara udang dan parmesan juga memiliki rasa gurih. Karena itu, koreksi rasa sebaiknya dilakukan pada tahap akhir. Jika masih kurang gurih, tambahkan sedikit garam secara bertahap daripada langsung memasukkan banyak garam sejak awal.
  8. Gunakan spaghetti yang dimasak al dente. Tekstur spaghetti yang masih sedikit kenyal akan lebih cocok untuk aglio olio karena pasta masih memiliki struktur ketika dicampurkan dengan bumbu. Jangan memasaknya sampai terlalu lunak karena spaghetti masih akan terkena panas ketika dicampurkan di dalam wajan.
  9. Aduk pasta hingga bumbu benar-benar melapisi spaghetti. Jangan sekadar mencampurkan semua bahan lalu langsung memindahkannya ke piring. Aduk dan toss spaghetti selama beberapa saat sambil menambahkan sedikit air pasta jika diperlukan. Proses ini membantu minyak, pati dari air pasta, parmesan, bawang putih, dan bumbu membentuk lapisan yang lebih merata.
  10. Sajikan segera setelah matang. Spaghetti aglio olio paling nikmat ketika masih hangat karena aroma bawang putih dan minyak zaitun masih terasa kuat. Tambahkan parmesan parut, peterseli cincang, atau sedikit lada hitam di atasnya sebagai pelengkap. Jika menyukai rasa yang lebih segar, beberapa tetes air lemon juga dapat ditambahkan sebelum disajikan.

Variasi Resep Spaghetti Aglio Olio Udang dan Parmesan

Jika ingin membuat spaghetti aglio olio udang dan parmesan dengan rasa yang berbeda, resep dasarnya bisa dikembangkan menggunakan beberapa bahan tambahan. Variasi ini tidak perlu mengubah teknik utama memasak aglio olio, sehingga tetap mudah dibuat di rumah.

  • Spaghetti Aglio Olio Udang dan Jamur. Tambahkan jamur kancing atau jamur tiram yang sudah diiris ke dalam tumisan bawang putih. Masak hingga jamur sedikit kecokelatan sebelum memasukkan udang dan spaghetti. Jamur memberikan tekstur yang lebih padat serta rasa gurih yang cocok dipadukan dengan udang dan parmesan.
  • Spaghetti Aglio Olio Udang Pedas. Bagi penyuka makanan pedas, jumlah cabai merah dapat ditambah atau diganti dengan chili flakes. Cabai bisa ditumis bersama bawang putih dan minyak zaitun sehingga rasa pedasnya menyatu dengan minyak. Parmesan tetap dapat digunakan untuk memberikan rasa gurih yang sedikit creamy pada hidangan.
  • Spaghetti Aglio Olio Udang Lemon. Tambahkan parutan kulit lemon (lemon zest) dan sedikit air perasan lemon setelah pasta selesai dimasak. Rasa asam dan aroma segar lemon dapat membantu menyeimbangkan rasa gurih dari udang, minyak zaitun, dan parmesan. Jangan terlalu banyak menggunakan air lemon agar rasa asam tidak mendominasi.
  • Spaghetti Aglio Olio Udang dengan Brokoli. Brokoli dapat menjadi tambahan sayuran yang membuat hidangan lebih berwarna sekaligus memberikan tekstur renyah. Potong brokoli menjadi kuntum kecil dan rebus sebentar bersama spaghetti atau masak terpisah sebelum dicampurkan ke dalam wajan. Kombinasikan dengan udang, bawang putih, cabai, dan parmesan untuk menghasilkan pasta yang lebih lengkap.
  • Spaghetti Aglio Olio Udang dan Bayam. Untuk variasi yang lebih banyak sayuran, tambahkan daun bayam pada tahap akhir memasak. Bayam tidak membutuhkan waktu lama untuk layu sehingga cukup dimasukkan ketika spaghetti dan udang sudah hampir selesai. Aduk sebentar hingga bayam layu, kemudian tambahkan parmesan dan lada hitam.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Spaghetti Aglio Olio Udang dan Parmesan

1. Apa yang membuat spaghetti aglio olio berbeda dari pasta lainnya?

Spaghetti aglio olio memiliki karakter sederhana karena tidak menggunakan saus tomat atau saus krim sebagai bahan utama. Cita rasanya berasal dari minyak zaitun, bawang putih, cabai, dan bumbu sederhana. Pada resep ini, udang dan parmesan ditambahkan untuk memberikan rasa gurih dan tekstur yang lebih kaya.

2. Apakah spaghetti aglio olio harus menggunakan minyak zaitun?

Minyak zaitun merupakan pilihan yang umum karena memberikan aroma dan rasa khas pada aglio olio. Namun, jika tidak tersedia, minyak goreng biasa dapat digunakan sebagai alternatif. Hanya saja, karakter rasa dan aromanya akan sedikit berbeda.

3. Bagaimana agar udang tidak keras saat dimasak?

Udang sebaiknya dimasak sampai berubah warna dan matang, kemudian segera diangkat atau dilanjutkan ke tahap pencampuran pasta. Hindari memasak udang terlalu lama karena panas berlebih dapat membuat teksturnya menjadi keras dan kenyal.

4. Mengapa air rebusan spaghetti perlu disisihkan?

Air rebusan pasta mengandung pati yang dapat membantu minyak dan bumbu menyatu dengan spaghetti. Tambahkan sedikit demi sedikit ketika pasta dicampurkan di dalam wajan. Cara ini juga dapat membantu menjaga spaghetti aglio olio agar tidak terlalu kering.

5. Kapan parmesan sebaiknya ditambahkan?

Parmesan sebaiknya ditambahkan ketika spaghetti sudah tercampur dengan bumbu dan api dikecilkan atau dimatikan. Masukkan parmesan secara bertahap sambil diaduk agar lebih mudah menyatu. Jika terlalu panas, keju dapat menggumpal dan menghasilkan tekstur yang kurang halus.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading