Sukses

Health

Efek dari Sedot Lemak Bisa Mengganggu Kesehatan Reproduksi Perempuan

Fimela.com, Jakarta Sedot lemak diperkenalkan ke Amerika sekitar tahun 1982. Sejak dulu aspek kosmetik dari sedot lemak menjadi yang utama sementara dampak kesehatan sistemiknya terabaikan. 

citywatchla.com menuliskan sedot lemak sekarang lazim jadi bagian dari tindakan breast reductions, rekonstruksi payudara setelah kanker, pengambulan stem cell, abdominoplasty, transfer lemak, dan banyak lagi, yang membuat pasien memiliki lebih sedikit sel lemak dari sebelumnya. Meski ahli plastik mengatakan hal itu aman namun laporan pasien dan penelitian pada manusia dan hewan mengarah pada kesimpulan yang berbeda.

 

Seperti efek dari sedot lemak di area payudara, pinggul, dan bokong akan mengubah susunan hormonal perempuan. Sebab hormon estrogen yang mengatur sistem reproduksi perempuan, kesuburan, dan suasana hati tersimpan di sana. 

 

Efek Samping yang Kerap Diabaikan

Hal itu dapat menyebabkan menopause, infertilitas, dan masalah kesehatan hormonal lainnya. Efek samping yang selama ini kerap diabaikan. 

Pola khas sedot lemak lainnya yang sering jadi target para perempuan adalah di pinggul dan paha di mana sebagai pelindung terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Menyedot sebagian dari sel-sel ini akan meningkatkan lemak visceral dan risiko CVD.

#Elevate Women 

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Luncurkan Program Better Farming, Better Life, Bayer Bantu Dukung Pemberdayaan Keluarga Petani Kecil Hingga Penurunan Prevalensi Stunting
Artikel Selanjutnya
5 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi