Sukses

Health

Cari Tahu Kebenaran di Balik 5 Mitos Tentang Stres

Fimela.com, Jakarta Hidup tidak selamanya berjalan mulus. Ada saatnya dimana hidup membuatmu merasa menjadi orang paling beruntung dan bahagia, tapi ada saatnya pula hidup membuatmu merasa menjadi orang paling menyedihkan dan sengsara di dunia ini. Stres adalah salah satu proses atau tahap kehidupan yang seringkali muncul dan membuatmu merasa menjadi orang paling tidak beruntung dan tidak berguna. Akhirnya muncul berbagai anggapan mengenai stres. Tetapi, tidak semua anggapan mengenai stres benar, loh! Berikut adalah beberapa anggapan mengenai stres yang sebenarnya adalah mitos.

1. Hidup terbaik adalah terbebas dari stres

Bagi seseorang yang sering mengalami stres, mungkin mereka merasa bahwa hidup terbaik adalah hidup yang terbebas dari rasa stres. Tetapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena manusia membutuhkan stres untuk dapat bertahan hidup. Salah satu respon tubuh terhadap stres adalah fight or flight response. Saat dihadapkan dengan bahaya atau ancaman, manusia memiliki dua pilihan yaitu lari atau menghadapi bahaya atau ancaman tersebut. Stres membantu manusia sebagai makhluk hidup untuk memilih dua pilihan tgersebut agar kita manusia bertahan hidup. Stres juga mampu memotivasi sikap dan perilaku. Tetapi, saat seseorang mengalami chronic stress atau kondisi stres yang terjadi secara konstan dan dalam jangka panjang, maka tentu hal terpengaruh buruk pada kesehatan dan dapat menjadi indikasi gangguan kesehatan lain.

2. Lindungi anak dari stres

Orang tua selalu berusaha membahagiakan anaknya, tetapi melindungi anak dari stres tidak selalu berdampak baik bagi tumbuh kembang anak. Tipe orang tua ini dapat disebut sebagai helicopter parenting. Tipe orang tua ini selalu berusaha melindungi anak dari berbagai jenis potensi bahaya dan ancaman. Akibatnya, anak memiliki kesulitan dengan kecemasan dan pengaturan diri. Manajemen stres sebaiknya dipelajari sejak muda agar saat dewasa, anak mampu menoleransi kesulitan, mengontrol diri, dan mengembangkan coping mechanism terbaik untuk dirinya sendiri. Jika orang tua ingin anak tumbuh sebagai anak yang tangguh, mereka harus mampu membantu dan mengajari mereka menghadapi berbagai jenis pengalaman sejak kecil, termasuk stres.

3. Liburan dapat menyembuhkan burnout

Anggapan ini sering dimiliki oleh sebagian besar orang. Kenyatannya, liburan hanya mengalihkan perhatian dari burnout dalam jangka waktu singkat. Burnout sendiri adalah bentuk stres dan kelelahan yang terjadi secara berkepanjangan. Cara menyembuhkan burnout adalah dengan menghilangkan aspek kehidupan yang membuat seseorang mengalami burnout. Beberapa kebiasaan sederhana juga dapat membantu menyembuhkan burnout, seperti memiliki jam tidur yang teratur, konsumsi makanan sehat, menghindari konsumsi zat yang dapat memengaruhi kondisi hati, berolahraga secara teratur, meditasi, serta melakukan hal-hal yang menyenangkan.

4. Jangan memikirkan penyebab stres

Anggapan ini seringkali dilontarkan oleh orang lain saat kita mengungkapkan bahwa kita sedang merasa stres. Kenyatannya, saat seseorang berusaha tidak memikirkan sesuatu, mereka cenderung akan lebih memikirkannya. Sedangkan ketika seseorang memikirkan sesuatu dengan detail, mereka akan lebih mudah memahami sesuatu dan mengurangi berbagai tekanan yang muncul dari hal tersebut. Hal yang dapat dilakukan adalah melatih flexible thinking atau kemampuan untuk memikirkan sesuatu dari sudut pandang yang berbeda agar kita mampu mengetahui penyebab stres dan mengatasi hal tersebut.

5. Stres membantu seseorang bekerja lebih cepat dan lebih baik

Mitos ini tidak benar adanya karena saat seseorang berada dibawah tekanan atau rasa stres, kemungkinan besar mereka akan melakukan kesalahan kecil atau sederhana, terlebih jika hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama. Saat seseorang merasa bekerja lebh baik baik dibawah tekanan atau rasa stres, biasanya itu disebabkan oleh faktor lain, seperti mereka memang lebih maksimal bekerja di malam hari. Oleh karena itu, kita harus mengetahui kondisi terbaik untuk bekerja agar dapat mengurasi potensi stres dan meningkatkan kualitas pekerjaan.

Setiap orang pernah mengalami stres. Rasa lelah, bosan, dan jenuh bisa menjadi salah satu penyebab stres. Mulailah dengan pola hidup sehat untuk menjaga pola hidup sehat.

 

Ditulis oleh: Savitri Anggita Kusuma Wardani

Loading