Sukses

Health

Kasus Covid-19 Meningkat, Sakit Tenggorakan Jadi Gejala Umum Paling Sering Terjadi Menurut Penelitian

Fimela.com, Jakarta Dalam beberapa waktu terakhir, kenaikan kasus covid-19 meningkat cukup pesat karena penyebaran varian baru Omicron Covid-19 yakni BA4 dan BA5. Ini yang membuat Indonesia masuk dalam level 2 World Health Organization (WHO).

Fakta tersebut ikatakan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro.dalam keterangan pers perkembangan situasi Covid-19 terkini melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (15/7/2022).

"Dengan mengikuti standar dari WHO, penularan di masyarakat harus kurang dari 20 kasus per 100 ribu penduduk/Minggu, untuk rawat inap harus kiranya dari 5 kasus per 100 ribu penduduk/Minggu, untuk kasus kematian kurang dari 1 kasus per 100 ribu/Minggu," kata Reisa dalam YouTube tersebut.

Namun tahukah sahabat Fimela menurut data 17.500 orang yang mengaku positif terjangkit virus tersebut pada pekan ini, gejala yang paling umum dirasakan ialah sakit tenggorokan, lalu gejala berikutnya ialah sakit kepala, hidung tersumbat dan batuk. 

Bahkan menurut NHS, panas tinggi atau demam, kehilangan indra penciuman atau perasa jauh lebih jarang terjadi. Justru, suara serak, bersin, kelelahan, nyeri otot, dan pusing dinilai lebih tinggi. 

Studi Zoe App menurut data, sakit tenggorokan dilaporkan 58 persen, sakti kepala 49 persen, hidung tersumbat, batuk tidak berdahak, dan hidung meler sebesar 40 persen. 

Sesuai studi

Melansir liputan6.com, data tersebut sesuai dengan apa yang telah dilihat oleh peneliti lain. Studi React-1, setiap bulan, telah mengirimkan 150.000 orang yang dipilih secara acak di seluruh Inggris untuk melakukan tes swab di rumah.

Temuan dari itu menunjukkan gejala yang dimiliki orang dengan Covid-19 telah berubah seiring dengan berkembangnya pandemi. Bisa jadi karena virus telah berubah atau bermutasi dari waktu ke waktu, kata para ilmuwan.

Para peneliti React-1, dari Imperial College London, mengatakan hilangnya indra penciuman dan rasa tampaknya kurang umum terjadi pada varian ini.

Sebaliknya, orang-orang melaporkan lebih banyak gejala flu dan pilek. Mereka melihat Omicron asli - dikenal sebagai BA.1 dan BA.2 - yang menyebar pada Maret 2022.

#women for women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading