Sukses

Fashion

Dihiasi 260 Berlian, Louis Vuitton Rilis Jam Unik Bentuk Bola Emas Satu-satunya di Dunia

Fimela.com, Jakarta - Industri luxury kini tidak hanya berbicara soal eksklusivitas dan craftsmanship, tetapi juga dampak sosial yang ingin dihadirkan. Menandai satu dekade kolaborasinya dengan UNICEF, Louis Vuitton menghadirkan sebuah karya seni horologi istimewa bernama Louis Vuitton Unity Time Object, sebuah jam unik berbentuk bola emas yang akan dilelang secara global melalui Sotheby's. Seluruh hasil lelangnya akan disumbangkan untuk mendukung program-program UNICEF bagi anak-anak di berbagai belahan dunia.

Peluncuran karya ini menjadi bagian dari perayaan 10 tahun kemitraan Louis Vuitton dan UNICEF yang dimulai pada Januari 2016 di Los Angeles. Selama satu dekade terakhir, kolaborasi tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari US$28 juta melalui penjualan koleksi Silver Lockit dan berbagai program filantropi yang melibatkan karyawan Louis Vuitton di seluruh dunia.

Berbeda dari jam meja pada umumnya, Unity Time Object hadir dalam bentuk bola berlapis emas yang terinspirasi dari desain bola sepak ikonis Louis Vuitton, yang pernah menjadi simbol perhelatan olahraga dunia. Bentuk bola dipilih sebagai representasi persatuan, solidaritas global, serta harapan bagi generasi muda di seluruh dunia.

Terinspirasi dari Bola Ikonis Louis Vuitton

Di balik tampilannya yang artistik, jam ini merupakan hasil kolaborasi antara La Fabrique du Temps Louis Vuitton dan manufaktur jam Swiss, L'Épée 1839. Keduanya mengembangkan mekanisme rumit yang memungkinkan waktu ditampilkan melalui dua silinder emas berputar yang terlihat jelas dari struktur terbuka atau skeletonized design pada jam tersebut.

Alih-alih menggunakan dial konvensional, penunjuk jam dan menit ditampilkan melalui faset-faset berkilau yang dihiasi berlian. Louis Vuitton menyematkan 144 berlian putih sebagai indikator jam dan 120 berlian hitam untuk menit, dengan total berat sekitar 1,03 karat.

Keindahan mekanismenya juga sengaja diekspos. Sekrup, pelat, hingga detail ukiran Monogram khas Louis Vuitton terlihat jelas melalui konstruksi terbukanya, memperlihatkan tingkat keahlian tinggi para pengrajin yang mengerjakannya. Jam ini menggunakan sistem manual winding, sehingga pemiliknya perlu memutar mekanisme secara rutin, menghadirkan pengalaman personal yang semakin langka di era perangkat digital.

Kemewahan Unity Time Object tidak berhenti pada jamnya saja. Louis Vuitton juga menciptakan trunk khusus berbahan kanvas Monogram yang terinspirasi dari warisan Trophy Trunk milik rumah mode asal Prancis tersebut. Seperti terlihat dalam presentasi koleksi Men's Fall/Winter 2026 di Paris, jam berbentuk bola emas ini ditempatkan di dalam koper eksklusif yang menjadikan proses membukanya terasa layaknya sebuah seremoni.

Dilelang oleh Sotheby's untuk UNICEF

Sebagai karya one-of-a-kind, Louis Vuitton Unity Time Object hanya dibuat satu buah. Jam ini akan dipamerkan terlebih dahulu sebelum memasuki pelelangan online internasional yang diselenggarakan oleh Sotheby's mulai 9 hingga 18 Juni. Menariknya, seluruh hasil penjualan atau hammer price dari lelang tersebut akan disalurkan sepenuhnya kepada UNICEF.

Melalui karya ini, Louis Vuitton menunjukkan bahwa dunia luxury dapat menjadi medium untuk menghadirkan perubahan nyata. Bukan sekadar simbol status, Unity Time Object menjadi pengingat bahwa kemewahan dan kepedulian sosial kini dapat berjalan beriringan, menciptakan dampak yang melampaui nilai material sebuah objek koleksi.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading