Sukses

Health

5 Menu Makan Malam untuk Diet yang Enak dan Praktis, Tidak Bikin Gemuk

Fimela.com, Jakarta Menjaga pola makan menjadi salah satu kunci dalam upaya menurunkan berat badan, begitu pula makan malam. Beberapa penyesuaian dapat membantu kamu membangun makan malam yang lezat, memuaskan dan membantu kamu menurunkan berat badan. Oleh karena itu, kamu perlu tahu menu makan malam untuk diet yang tepat.

Rekomendasi menu makan malam yang tidak bikin gemuk ini bisa menjadi pilihan. Selain sehat, menu makan malam ini juga sangat mudah untuk dipraktikkan. Walaupun sedang menjalani diet, kamu tetap bisa menikmati makan malam dengan menu-menu sehat yang bisa kamu olah sendiri.

Menu makan malam yang tidak bikin gemuk dan sehat tentunya membantu kamu untuk memenuhi asupan nutrisi kamu pada malam harinya. Perlu diketahui bahwa yang memengaruhi kenaikan berat badan bukan lah jam makan, melainkan jenis makanan, kalori yang terkandung di dalamnya, dan jenis kegiatan yang kamu lakukan untuk membakar kalori.

Untuk lebih jelasnya, berikut Fimela.com akan mengulas 5 menu makan malam untuk diet yang enak dan praktis, pastinya tidak akan membuatmu gemuk. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Paprika

Buah-buahan dan sayuran sangat berwarna-warni. Bukan hanya agar dapat terlihat cantik, tetapi juga sebagai pertanda memberikan potensi nutrisi dan penurunan berat badan yang besar.

Dalam sebuah studi di BMJ pada 2016, para peneliti melihat bagaimana senyawa tanaman yang disebut flavonoid mempengaruhi penurunan berat badan. Selama periode empat tahun, makan buah-buahan dan sayuran yang dikemas flavonoid (paprika adalah salah satu yang secara khusus disebut oleh para peneliti) dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Hal ini mungkin karena senyawa tanaman yang kuat dapat membantu kamu makan lebih sedikit kalori dan meningkatkan fungsi gula darah. Saat makan malam, pilihlah yang dikemas dengan paprika.

Cobalah menumisnya yang sudah terbukti benar untuk makan malam yang lezat dan sehat setiap saat atau buat paprika isi untuk makanan yang dikontrol porsi yang memuaskan.

Kacang Polong

Sebagian besar orang kekurangan asupan serat, hanya mengonsumsi 16 gram per hari. Tetapi ketika para pelaku diet meningkatkan asupan mereka menjadi 28 gram sehari dengan makan buah dan sayuran atau kacang-kacangan, mereka makan 300 kalori lebih sedikit tetapi merasa kurang lapar, dan kehilangan sekitar 3,5 pon selama periode empat minggu, menurut penelitian dari Medical University of South Carolina.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Food & Nutrition Research, meneliti makan kacang atau daging dengan kalori yang sama. Makanan berbasis kacang membantu orang merasa lebih kenyang, dan mereka makan sebanyak 13 persen lebih sedikit.

Minyak Zaitun

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Diabetes & Endocrinology, ketika orang dewasa yang menderita diabetes tipe 2 atau berisiko penyakit jantung makan makanan bergaya Mediteran yang penuh dengan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan bersama dengan sekitar 1,5 ons extra-virgin olive oil setiap hari, mereka kehilangan sekitar satu pon tambahan selama periode lima tahun dan mengurangi lingkar pinggang mereka sekitar seperempat inci.

Pasta

Dalam sebuah penelitian Italia, para peneliti mengamati lebih dari 20 ribu orang dan menanyakan kebiasaan makan mereka. Mereka yang melaporkan makan lebih banyak pasta lebih ketat mengikuti diet Mediterania, lebih sedikit berat badannya dan memiliki lingkar pinggang dan pinggul yang lebih kecil.

Namun, mereka merujuk pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa diet yang dipenuhi karbohidrat dan sayuran dapat mengurangi risiko obesitas dan lemak perut, dan ke pasta lain yang dikaitkan dengan BMI lebih rendah.

Salmon

Dalam sebuah studi di jurnal Nutrition pada 2017 kepada 26 orang dewasa dengan berat badan sehat, mereka yang makan makanan kaya lemak tak jenuh ganda (terdapat dalam makanan seperti salmon, minyak biji rami dan kacang walnut) mengalami penurunan hormon ghrelin (yang meningkatkan nafsu makan) dan peningkatan peptida YY (yang membuat kamu merasa kenyang).

American Heart Association menyarankan untuk makan dua kali ikan per minggu untuk manfaat kesehatan jantung.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading