Sukses

Health

Cegah Stunting, Ini Suplemen yang Wajib Diminum Ibu Hamil untuk Tingkatkan Kualitas ASI

Fimela.com, Jakarta Stunting merupakan sebuah fenomena yang tidak berujung di Indonesia. Tahun ke tahun kasus stunting masih terus berjaya di negeri ini. Dikutip dari BKKBN, pada periode tahun 2021—2022 terdapat 6 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan prevalansi balita stunting. Dibutuhkan upaya yang luar biasa besar untuk menurunkan tingkat stunting di tahun 2024. 

Stunting sendiri diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti faktor gizi hingga sanitasi. Rendahnya edukasi tentang ancaman stunting menjadi salah satu faktor merebaknya stunting karena pemahaman masyarakat yang kurang terkait hal tersebut. Melihat tren stunting di Indonesia, Blackmores bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk memberikan edukasi #PeduliASIBerkualitas.

Stunting = Gizi Buruk?

Mengutip pernyataan Marianus mau Kuru, SE, MPH, Plt. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN pada press conference (6/3), “Stunting itu bukan kekurangan gizi, tetapi gizi itu adalah sebab dari stunting itu sendiri.” Ia menegaskan bahwa stunting bukanlah semata-mata anak yang kekurangan gizi. 

Menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya yang berada di bawah standar. 

Terdapat dua permasalahan yang terjadi, yaitu anak yang stunting dan keluarga yang berisiko stunting. Penyebab terjadi keduanya berbeda, tetapi keduanya harus segera ditangani dan dicegah agar tidak meregenerasikan generasi stunting.

Peran ASI dalam stunting

Stunting pada anak terjadi akibat ASI yang tidak sesuai dengan kebutuhan, asupan anak yang buruk, pola asuh tidak baik, dan kondisi anak yang lemah sehingga sering sakit. Perkembangan tubuh dan otak anak terbentuk di 1000 hari pertama kehidupan. Maka dari itu, Ibu wajib memberikan ASI pada sang anak dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik.

Selain kondisi anak stunting, kondisi keluarga yang berisiko untuk melahirkan anak yang stunting juga sangat mengkhawatirkan. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah kurangnya edukasi, faktor kemiskinan, dan sanitasi buruk. Kondisi ibu yang terlalu muda, terlalu tua, memiliki anak dengan jarak yang terlalu dekat, dan memiliki anak dengan jumlah banyak juga berpotensi untuk melahirkan generasi yang mengalami stunting

Dalam tumbuh kembang anak, ASI memiliki peranan utama. ASI yang diproduksi dapat menyelamatkan lebih dari 820.000 bayi setiap tahun dan menurunkan angka kematian pada anak usia kurang dari 3 tahun karena infeksi. Peran ibu dalam tumbuh kembang anak sangatlah besar. 

Kesehatan ibu adalah kunci utama anak sehat

ASI memiliki peranan penting dalam pertumbuhan otak dan tubuh anak. Namun, terdapat masa kritis menyusui yang biasanya dialami pada 2 minggu pertama setelah kelahiran. Masa kritis ini biasanya terjadi ketika ASI yang diproduksi terlihat sedikit atau bayi yang terlihat sering menyusu. Kondisi ini harus diperhatikan agar jumlah ASI yang diterima bayi cukup untuk tumbuh kembangnya.

Untuk menghasilkan ASI yang berkualitas, kebutuhan nutrisi sang ibu harus terpenuhi dengan baik. Terdapat dua jenis nutrisi, yaitu nutrisi makro dan nutrisi mikro. Nutrisi makro dapat diperoleh melalui konsumsi makanan sehari-hari, seperti nasi, kentang, roti, sayur-sayuran, daging, hingga ikan. Sementara itu, nutrisi mikro dapat terpenuhi dengan baik melalui suplemen yang dapat memperkaya nutrisi yang diterima sang ibu.

Mengutip pernyataan dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada press conference (6/3), “Saat (ibu) menyusui, adalah suatu periode yang mana kalau dia sudah hamil dengan nutrisi baik, maka nanti ASI-nya juga baik. Nutrisi ibu harus terpenuhi, ini merupakan syarat utama pencegahan stunting.”

Namun, pencegahan stunting tentu tidak hanya berhenti di peran ibu saja, melainkan juga peran ayah sebagai kepala keluarga. Sosok kepala keluarga harus memastikan terpenuhinya gizi calon ibu dan bayi yang ada di dalam kandungan, memastikan pula terpenuhinya sanitasi dan fasilitas untuk sang anak di kemudian hari. Sosok ayah juga tidak boleh merokok karena itu dapat memperburuk kualitas sperma yang nantinya akan berkembang menjadi janin. Pencegahan ini harus dilakukan oleh sosok ibu dan ayah bersama-sama demi kesehatan dan tumbuh kembang anak di masa depan. Pencegahan terjadinya stunting lebih mudah dilaksanakan daripada memperbaiki kondisi anak yang sudah terlanjur mengalami stunting.

#PeduliASIBerkualitas, sebuah upaya pencegahan

Pada press conference yang digelar pada 6 Maret 2024, Blackmores meluncurkan kampanye #PeduliASIBerkualitas dengan BKKBN dan IDAI. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak para calon ibu, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk memenuhi asupan nutrisi agar menghasilkan ASI berkualitas yang nantinya membantu mencegah stunting. Bentuk dari kampanye #PeduliASIBerkualitas ini adalah edukasi dan donasi.

Stunting bisa terjadi pada siapa pun, baik itu keluarga dengan ekonomi rendah hingga keluarga dengan tingkat ekonomi yang tinggi. Stunting tidak mengenal latar belakang ekonomi keluarga. Maka dari itu Blackmores, BKKBN, dan IDAI berkolaborasi untuk menggencarkan edukasi pencegahan stunting agar menghindarkan generasi baru Indonesia dari stunting.

Selain pemenuhan nutrisi makro, nutrisi mikro yang dikonsumsi sang ibu harus diperhatikan. Blackmores memenuhi 17 nutrisi mikro yang dibutuhkan melalui Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold. Terdapat kalsium yang penting untuk perkembangan otak dan mata bayi serta terdapat asam folat untuk membantu pembentukan sel darah.

“(untuk mengatasi stunting) Tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Stunting adalah masalah kita bersama, maka untuk mengatasi kita harus bekerja bersama-sama,” Ujar Marianus mau Kuru, SE, MPH pada press conference (6/3).

 

Penulis: FIMELA Karina Alya

#Unlocking The Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading