Sukses

Health

7 Tanda Ibu Hamil Mengalami Tekanan Darah Tinggi Berisiko

Fimela.com, Jakarta Kehamilan adalah fase penting dalam kehidupan setiap perempuan. Tetapi, ini juga bisa membawa risiko kesehatan tertentu. Salah satu risikonya adalah peningkatan tekanan darah selama kehamilan atau preeklampsia. Tekanan darah tinggi selama kehamilan bisa berpotensi mengancam nyawa ibu dan bayi. Ancaman ini akan berkali-kali lipat jika tidak ditangani secaea cepat dan tepat. 

Saat ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi berisiko, biasanya hal ini akan ditandai dengan beberapa hal. Berikut beberapa tanda ketika ibu hamil mengalami risiko tinggi dengan kehamilannya terutama yang terkait dengan tekanan darahnya.

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi selama kehamilan seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi dapat terdeteksi melalui pemeriksaan rutin oleh dokter. Jika tekanan darah ada di angka 140/90 mmHg atau lebih, atau meningkat secara signifikan dari pembacaan sebelumnya, ini bisa menjadi tanda bahwa ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi. 

Ibu hamil dengan tekanan darah ini perlu sangat hati-hati dan memperbaiki lagi pola hidup sehari-hari. Pastikan juga untuk konsultasikan hal ini dengan dokter atau bidan ahlinya secara berkala.

Pembengkakan yang Berlebihan

Pembengkakan yang berlebihan, terutama di wajah, tangan, kaki, atau pergelangan kaki, bisa menjadi tanda preeklampsia. Pembengkakan ini disebabkan oleh penumpukan cairan yang tidak normal dalam tubuh. Pembengkakan sendiri bisa terjadi secara tiba-tiba. Pembengkakan bisa karena hal yang normal atau wajar terjadi, tapi ini sangat berisiko jika disertai dengan gejala lainnya. 

Protein dalam Urin

Ketika tekanan darah tinggi selama kehamilan menyebabkan kerusakan pada ginjal, protein bisa bocor ke dalam urin. Kondisi ini bisa terdeteksi melalui tes urin yang dilakukan oleh dokter. Melalui tes urin selama kehamilan, akan diketahui ini sebagai gejala kehamilan berisiko (preeklampsia) atau bukan. 

Sakit Kepala Parah

Sakit kepala yang parah, terutama yang tidak merespon terhadap obat penghilang rasa sakit biasa, bisa menjadi tanda peringatan preeklampsia. Sakit kepala yang parah ini juga bisa  disertai dengan gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur, kilatan cahaya, atau titik buta. Sakit kepala berisiko cenderung disertai dengan tekanan darah yang tinggi pula. 

Nyeri Abdomen

Nyeri yang berulang atau persisten di bagian atas perut atau di bawah tulang dada, juga bisa menjadi tanda preeklampsia. Nyeri ini seringkali disertai dengan rasa tidak nyaman atau tekanan yang terus-menerus. Jika mengalami hal ini selama kehamilan, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisi terkait dengan dokter atau bidan ahlinya.

Gangguan Penglihatan

Perubahan mendadak dalam penglihatan, seperti penglihatan kabur atau dobel, cahaya berkedip, atau munculnya bintik-bintik gelap, juga bisa menjadi tanda preeklampsia yang serius. Gejala ini dapat muncul secara tiba-tiba dan memerlukan perhatian medis segera. Kehamilan dengan gejala ini sangat berisiko dan penting untuk lebih diwaspadai.

Mual atau Muntah Parah

Mual atau muntah yang parah, terutama setelah trimester pertama kehamilan, bisa menjadi tanda preeklampsia. Mual dan muntah yang terus-menerus ini tidak terkait dengan penyakit pagi yang biasa. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan cepat. Dan hal ini tentunya sangat berbahaya bagi kelangsungan kehamilan hingga proses persalinan nantinya. 

Jika Mom atau seseorang yang  dikenal mengalami tanda-tanda ini selama kehamilan, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan terkait. Preeklampsia atau tekanan darah tinggi berisiko, bisa berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati dengan tepat. Dengan pengawasan medis yang tepat, tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat dikelola dengan baik. Dan ini akan bantu menjaga kesehatan ibu dan bayi. Semoga informasi ini bermanfaat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading