Sukses

Health

Self-Care Sudah Jadi Gaya Hidup ala Gen Z, Mengapa Perawatan Gigi Belum Ikut Jadi Prioritas?

Fimela.com, Jakarta - Generasi Z dikenal sebagai generasi yang paling akrab dengan konsep self-care. Mereka rela meluangkan waktu dan anggaran untuk membeli skincare, berlangganan kelas olahraga, mengikuti tren wellness, hingga mengonsumsi makanan yang dianggap lebih sehat. Namun menariknya, di tengah meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup sehat tersebut, kesehatan gigi justru masih menjadi salah satu aspek yang kerap terabaikan.

Fenomena self-care ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Berbagai studi dan survei internasional menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan secara umum, tetapi masih sering menunda perawatan gigi hingga muncul masalah yang mengganggu.

Survei yang dilakukan American Association of Endodontists (AAE) pada 2025 menemukan bahwa hampir setengah responden Gen Z mengaku hanya datang ke dokter gigi ketika sudah merasakan sakit pada mulut atau gigi. Survei yang sama juga menunjukkan banyak anak muda masih diliputi kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi serta kesulitan memilah informasi kesehatan gigi yang beredar di media sosial.

Temuan serupa juga terlihat dalam penelitian yang dikutip The Washington Post pada awal 2026. Studi tersebut menunjukkan satu dari tiga orang dewasa berusia 18 hingga 35 tahun tidak melakukan kunjungan ke dokter gigi selama setahun terakhir. Faktor biaya, ketidakpastian asuransi, hingga kebiasaan menunggu sampai muncul rasa sakit menjadi alasan yang paling sering ditemukan.

Ironisnya, banyak anak muda justru sangat memperhatikan penampilan. Mereka rutin menggunakan produk perawatan wajah, menjaga pola makan, hingga berolahraga demi menjaga kualitas hidup dan kepercayaan diri.

Padahal, senyum sehat merupakan salah satu elemen yang paling terlihat dalam interaksi sosial sehari-hari.

 

Ketika Perawatan Gigi Masih Dianggap Rumit

Realitas inilah yang juga banyak ditemui di Indonesia. Di tengah tren self-care dan self-upgrading yang semakin berkembang di kalangan Gen Z dan milenial urban, perawatan kesehatan gigi masih sering dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, atau bahkan menakutkan.

Akibatnya, banyak orang memilih menunda pemeriksaan hingga muncul keluhan yang sudah cukup serius.

Menurut drg. Melissa Delania, Sp. Pros, dari SATU Dental, pola pikir reaktif seperti ini justru membuat penanganan menjadi lebih kompleks di kemudian hari.

"Banyak orang baru datang ke klinik ketika sudah merasakan sakit yang mengganggu aktivitas. Padahal dari sisi medis, kebiasaan melakukan pemeriksaan rutin sejak usia muda jauh lebih efisien dan dapat meminimalkan risiko tindakan kuratif yang berat. Kami ingin mengedukasi generasi muda bahwa senyum yang sehat dan estetik adalah hasil dari perawatan yang konsisten," jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan tren global yang menunjukkan bahwa kesehatan gigi masih menjadi "missing piece" dalam rutinitas wellness generasi muda.

 

Senyum Sehat sebagai Bagian dari Gaya Hidup

Melihat kondisi tersebut, SATU Dental meluncurkan kampanye Berani Tampil yang ditujukan untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap kesehatan gigi. Alih-alih memposisikan perawatan gigi sebagai sesuatu yang menakutkan, kampanye ini mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian anak muda. SATU Dental menggandeng kreator konten Keluarga Artis yang terdiri dari Mario Caesar, Niky Putra, dan Marco Ivanos untuk menyampaikan pesan bahwa menjaga kesehatan gigi dapat dilakukan dengan cara yang lebih santai dan menyenangkan.

CEO SATU Dental Group, Satria Situmorang, mengatakan bahwa banyak orang berinvestasi pada penampilan luar, tetapi sering lupa bahwa senyum sehat merupakan salah satu aset terbesar untuk membangun rasa percaya diri.

"Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap perawatan diri secara komprehensif. Senyum yang sehat adalah aset kepercayaan diri yang paling utama," ujarnya.

Melalui kampanye #BeraniTampil, SATU Dental ingin menghadirkan pengalaman yang lebih ramah dan transparan bagi masyarakat yang ingin mulai merawat kesehatan gigi mereka, baik melalui pemeriksaan rutin, scaling, maupun perawatan estetika seperti whitening.

Pada akhirnya, konsep self-care tidak hanya berhenti pada kulit yang sehat atau tubuh yang bugar. Senyum yang sehat, gigi yang terawat, dan rasa percaya diri saat berbicara atau tertawa juga merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang sering kali terlupakan.

Mungkin sudah saatnya kesehatan gigi mendapatkan tempat yang sama pentingnya dalam daftar self-care generasi muda.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading