Sukses

Info

Susah Payah Bekerja, Kakek Penebang Tebu Ini Digaji dengan Uang Mainan oleh Bosnya

Fimela.com, Jakarta Baru-baru ini viral video yang memperlihatkan seorang kakek buruh penebang tebu digaji dengan uang mainan. Lewat video yang diunggah oleh akun TikTok @erikaa_131198 pada Sabtu (18/6/2022), kakek tersebut menunjukkan beberapa uang mainan bernilai Rp50 ribu dan Rp100 ribu yang didapatnya setelah bekerja seharian.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi di daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat atau Tubaba, Lampung. Kakek tersebut diduga ditipu oleh seorang oknum mandor kebun tebu. Ia dibayar dengan uang mainan setelah bekerja menebang tebu untuk dikirim ke pabrik gula.

“Ya Allah kasian banget digaji uang mainan udah susah-susah kerja tebang tebu…malah ditipu,” demikian keterangan video seperti yang dikutip dari akun TikTok @erika_131198.

 

Hanya Bisa Pasrah

Iba dengan nasib yang dialami sang kakek, sejumlah orang dalam video tersebut pun  meminta sang kakek untuk melaporkan kejadian penipuan itu ke pihak kepolisian.

“Ini laporin aja ke polisi mbah. Kasihan orang tua ini lho,” kata salah satu orang dalam video.

Namun, sang kakek berkata jika uangnya hanya ingin diganti tanpa melapor. Meski mengalami kejadian miris, ia tetap tersenyum dan hanya bisa berpasrah diri.

“Yang penting ganti aja enggak apa-apa,” kata kakek itu.

Polres Tubaba Mendatangi Rumah Sang Kakek

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihak Polres Tubaba lantas mendatangi rumah sang kakek yang diketahui bernama Sunardi (73) yang berada di Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Minggu (19/6/2022).

Sunardi bercerita, awalnya ia bertemu dengan mandor tebang tebu di sebuah bedeng lambang jaya yang beralamat di KM 19 Indo Lampung, Tulang Bawang untuk menagih upah sebesar Rp470 sesuai yang dijanjikan.

Saat menerima uang tersebut, ia tak sadar kalau uang itu adalah uang mainan. Sunardi baru menyadari kalau uang itu adalah uang mainan setelah berbelanja ke Pasar Pulung Kencana untuk membeli daging ayam.

“Setelah mengetahui uang itu adalah uang mainan, maka saya langsung mengeluarkan uang yang ada di dalam kantong dan ditunjukkan ke pedagang tersebut, ternyata uangnya semua merupakan uang mainan anak-anak,” ujar Sunardi, seperti yang dikutip dari humas.polri.go.id.

Klarifikasi Pihak Mandor: Salah Paham

Pihak mandor pun memberikan klarifikasi soal beredarnya informasi di media sosial yang menyatakan pihaknya melakukan penipuan kepada seorang kakek bernama Sunardi. Menurut pernyataan sang mandor, peristiwa tersebut adalah salah paham. Uang mainan itu rupanya milik anaknya.

Sang mandor pun meminta maaf dan langsung mengganti uang tersebut dengan uang asli sebesar Rp470 ribu. Kejadian itu dianggap sebagai sebuah keteledoran. Kini, pihak mandor dan Sunardi berakhir damai.

“Dikarenakan mandor tersebut ingat bahwa uang yang telah diberikan adalah uang mainan. Kemudian mandor tersebut langsung mengganti uang tersebut dengan uang asli sebesar Rp470 ribu,” kata Sunardi.

#Women for Women

What's On Fimela
Loading