Sukses

Info

11 Destinasi 2026 Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia

Fimela.com, Jakarta - Gaya hidup urban di 2026 kian menekankan mobilitas yang dekat dengan lingkungan sekitar. Kota paling ramah pejalan kaki di dunia 2026 menjadikan trotoar tertata, ruang publik terbuka, dan integrasi transportasi umum sebagai pilar utama kenyamanan. Berjalan di tengah kota bukan sekadar berpindah tempat, tetapi pengalaman ruang yang hangat dan interaktif.

Meningkatnya kesadaran akan kesehatan, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas pengalaman ruang bersama mendorong perencanaan kota yang lebih manusiawi. Ruang hijau, zona bebas kendaraan, serta koneksi ke pusat budaya dirancang agar mudah diakses tanpa kendaraan besar. Tren ini memperlihatkan arah masa depan urban yang efisien, sederhana, dan berorientasi pada manusia.

Di tengah perubahan itu, sejumlah destinasi dunia menonjol karena menawarkan jalur aman, estetika kota yang kuat, serta akses yang mudah ke pusat aktivitas. Inilah gambaran singkatnya, beserta catatan peringkat global yang teranyar.

Siapa Peringkat Teratas 2026 dan Kenapa

Platform spesialis tur jalan kaki, GuruWalk, menobatkan Roma, Italia, sebagai kota paling ramah pejalan kaki di dunia pada 2026. Penilaiannya mempertimbangkan volume kunjungan wisatawan dan tingkat kepuasan peserta tur.

Di sisi lain, survei tahunan Time Out menobatkan Seoul, Korea Selatan, sebagai kota paling ramah pejalan kaki di dunia pada tahun 2026, dengan skor 93% dari responden lokal. Metodologinya menekankan kemudahan menjelajah kota oleh penduduk, termasuk aspek keamanan, infrastruktur trotoar, dan aksesibilitas ke berbagai destinasi.

Konsep walkability dipandang penting karena memperkaya pengalaman wisata, menunjang kesehatan penduduk, mendorong keberlanjutan lingkungan, memperkuat vitalitas ekonomi lokal, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor.

11 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia 2026

Daftar berikut menyoroti kota-kota yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Karakter umumnya: jalur pejalan yang aman, ruang terbuka yang hidup, koneksi transportasi umum yang baik, serta kemudahan akses menuju pusat kegiatan. Masing-masing destinasi menghadirkan pengalaman khas—dari sejarah, seni, hingga lanskap urban yang fotogenik.

Roma, Italia. Kota ikonik ini menawarkan perjalanan serasa kembali ke masa kejayaan peradaban kuno. Koloseum, Pantheon, dan air mancur barok tersebar di berbagai sudut. Atmosfernya mempertemukan jejak Kekaisaran Romawi, pengaruh Vatikan, dan warisan Renaisans dalam satu ruang hidup. Roma mudah dijangkau lewat jalur penerbangan internasional utama Eropa.

Paris, Prancis. Menyatukan seni, sejarah, dan romantisme, Paris memiliki Menara Eiffel, Museum Louvre, dan Katedral Notre-Dame sebagai magnet utama. Namun pesonanya juga hidup di jalan kecil, jembatan tua di atas Sungai Seine, serta kafe klasik sepanjang hari. Transportasi publiknya luas dan kota ini mudah diakses dari berbagai negara.

Barcelona, Spanyol. Perpaduan arsitektur khas karya Antoni Gaudí dengan nuansa pantai Mediterania jadi ciri utama. Sagrada Familia, Park Güell, dan kawasan Gothic Quarter memberi pengalaman visual yang tak tertandingi. Suasana jalan kaki nyaman, dengan gang-gang yang sering menghadirkan kejutan arsitektur baru. Akses kota ini mulus via bandara internasional dan jaringan kereta Eropa.

Amsterdam, Belanda. Tenang namun kaya budaya, Amsterdam terkenal dengan jaringan kanal abad ke-17 yang membelah kota menjadi puluhan pulau kecil. Berjalan melewati jembatan, rumah tua, dan kafe klasik menghadirkan kisah di tiap langkah. Transportasi publiknya efisien dan konektivitas internasionalnya sangat baik, menjadikannya salah satu destinasi Eropa paling mudah dijangkau.

London, Inggris Raya. Kota global ini memadukan sejarah panjang dan kehidupan modern yang dinamis. Dari Istana Westminster hingga kawasan Camden yang penuh warna, tiap distrik punya karakter berbeda. Sungai Thames memperlihatkan perjalanan zaman, sementara museum dan taman kota menambah daya tarik. London mudah diakses melalui penerbangan dari seluruh dunia.

Budapest, Hungaria. Dijuluki “Mutiara Danube”, Budapest menawan dengan arsitektur klasik di sepanjang Sungai Danube. Gedung Parlemen, Benteng Nelayan, dan pemandian air panas Széchenyi jadi sorotan utama. Suasananya elegan namun hangat untuk wisatawan, serta relatif terjangkau dan mudah dijangkau dari kota-kota besar Eropa.

Praha, Republik Ceko. Seperti dongeng abad pertengahan, Praha menghadirkan jalan berbatu, Jembatan Charles, dan Jam Astronomi berusia ratusan tahun. Kota ini aman, ramah wisatawan, serta biaya perjalanan yang cenderung lebih rendah dibanding Eropa Barat. Akses transportasi dari berbagai kota Eropa membuatnya mudah dikunjungi.

Tokyo, Jepang. Modern namun tetap memelihara tradisi, Tokyo menyandingkan kuil kuno dengan pencakar langit futuristik. Kawasan seperti Shibuya, Asakusa, dan taman berjiwa Zen menawarkan spektrum pengalaman yang luas. Akses internasionalnya sangat baik melalui bandara Narita dan Haneda.

Madrid, Spanyol. Energi budaya tinggi dan kehidupan seni yang kuat terasa di seluruh kota. Museum Prado, Taman Retiro, dan alun-alun besar yang selalu hidup jadi pusat aktivitas. Menjelajah Madrid seperti memasuki museum terbuka yang berpadu dengan ritme modern. Kota ini terhubung lewat bandara internasional besar dan jaringan kereta cepat Spanyol.

Florence, Italia. Pusat kelahiran Renaisans ini kaya seni dan arsitektur berkelas dunia. Katedral Duomo, Galeri Uffizi, dan Ponte Vecchio menjadi simbol keindahan bersejarah. Atmosfernya tenang namun sarat nilai budaya. Florence mudah dijangkau dari Roma dan Milan melalui kereta cepat.

Lisbon, Portugal. Kota berbukit dengan panorama Sungai Tagus ini memikat lewat Alfama berhiaskan ubin azulejos, trem kuning klasik, dan Kastil São Jorge. Suasananya santai, cuacanya bersahabat, serta biaya wisata lebih terjangkau dibanding banyak ibu kota Eropa lain. Akses udara internasionalnya pun memadai.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading