Sukses

Info

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Tema, Baku, dan Aksi Iklim

ringkasan

  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 fokus "Climate Action" dengan tema "Inspired by Nature".
  • Azerbaijan menjadi tuan rumah global, berkomitmen kurangi emisi dan tingkatkan energi terbarukan.
  • Indonesia mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim" dan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI.

Fimela.com, Jakarta - Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diperingati pada 5 Juni di bawah koordinasi Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP), mengusung tema global "Inspired by Nature, For Climate, For Our Nature" dengan tagar #NowForClimate. Melansir laman resmi World Environment Day, fokus tahun ini adalah "Climate Action" sebagai respons atas sinyal darurat dari Bumi yang mendorong dunia bergerak bersama menuju solusi iklim yang efektif.

Perayaan tahun ini tidak berhenti pada seremoni. Kampanye global UNEP mendorong semua pihak untuk memperkuat komitmen, berpartisipasi lebih jauh dalam mitigasi dan adaptasi, dan menghadirkan aksi nyata lintas sektor serta lintas negara.

Tema Global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 (#NowForClimate)

Di balik tema "Inspired by Nature, For Climate, For Our Nature", terdapat ajakan untuk mendengarkan pesan alam dan mengembalikan keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Kampanye ini menekankan pentingnya kolaborasi: "turun tangan, melangkah lebih jauh, dan membantu mengarahkan dunia yang sudah bergerak" menuju solusi iklim yang konkret.

Tagar #NowForClimate dirancang menjadi pengikat gerakan global. Melalui kanal resmi World Environment Day, UNEP menegaskan bahwa momentum 5 Juni adalah panggilan terbuka bagi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan individu untuk mempercepat transisi yang adil dan berkelanjutan.

Azerbaijan Tuan Rumah: Komitmen dan Proyek Energi Bersih

Peringatan global tahun ini dipusatkan di Baku, Republik Azerbaijan. Penunjukan ini menandai pengakuan terhadap agenda lingkungan negara tersebut. Mengutip laman resmi World Environment Day, Azerbaijan telah mendorong kebijakan pengurangan dampak negatif limbah kemasan plastik sejak 2019 melalui adopsi Rencana Aksi.

Dalam kerangka Perjanjian Paris, Azerbaijan menargetkan penurunan emisi sebesar 40% pada 2035 dibandingkan tingkat 1990 serta peningkatan bauran energi terbarukan hingga 30% pada 2030. Target ini ditopang proyek energi skala besar yang telah dan sedang berjalan, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Garadagh berkapasitas 230 MW dan Ladang Angin Khizi-Absheron berkapasitas 240 MW. Proyek tambahan dengan total kapasitas lebih dari 1 GW saat ini berada pada tahap pengembangan.

Peningkatan keberlanjutan perkotaan di Baku juga terus dipacu melalui pengadaan bus rendah emisi, pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, serta penerapan solusi kota pintar—sebuah paket kebijakan yang mempertegas arah transisi menuju energi bersih.

Indonesia: "Saatnya Bekerja untuk Iklim" dan Rangkaian Acara

Di Indonesia, Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diangkat sebagai momentum penguatan aksi kolektif. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), tema nasional tahun ini adalah "Saatnya Bekerja untuk Iklim". Fokusnya menanggapi Triple Planetary Crisis yang saling berkaitan: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Serangkaian inisiatif akan digelar di berbagai daerah. KLH/BPLH menjadwalkan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada 6 Juni 2026, mengusung semangat kampanye "Saatnya Beraksi untuk Iklim" yang mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat. Puncak peringatan nasional akan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (BUPERTA) Cibubur, Jakarta Timur, melibatkan beragam lapisan dalam aksi lingkungan.

Sekilas Sejarah World Environment Day

Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 1972, bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia di Stockholm, Swedia, pada 5–16 Juni 1972. Dari pertemuan bersejarah ini lahir Deklarasi Stockholm berisi prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan, sebuah Rencana Aksi, serta pembentukan United Nations Environment Programme (UNEP) sebagai badan PBB yang menangani program lingkungan.

Peringatan pertama berlangsung pada 1973 di Swiss dengan slogan "Only One Earth", meski beberapa sumber juga menyebutkan tahun 1974. Sejak itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi platform global untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong komitmen politik demi perlindungan alam dan keberlanjutan planet.

Tahun 2026 kembali menekankan urgensi "Climate Action"—membawa diskusi, kemitraan, dan program ke ranah implementasi. Dengan Baku sebagai tuan rumah dan tema yang menggarisbawahi inspirasi dari alam, peringatan ini diharapkan mempercepat langkah-langkah yang sudah berjalan agar menghasilkan dampak yang terukur.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading