KAPANLAGI NETWORK
MORE

Art: Mengungkap Fungsi Seni Batik Bagi Perempuan Jaman Dahulu

Senin, 20 Maret 2017 17:00 Oleh: Melida Rostika

Bukan hanya sekedar kain tradisional, ternyata batik memiliki peran dalam kisah perjalanan manusia.

Sabtu, 18 Maret kemarin, Fimela berkesempatan hadir dan menyaksikan salah satu pentas seni di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Sebuah pentas yang bertajuk PAT(h)TERN oleh Kawung Art Culture menceritakan tentang salah satu kain tradisional Indonesia dan mungkin paling terkenal di seluruh dunia, yaitu Batik. Dimana keberadaannya ternyata bukan hanya sekedar warisan budaya dari leluhur, namun memiliki peran tersendiri dalam perjalanan peradaban manusia. 

Sebuah pentas tari kontemporer yang disuguhkan Kawung Art Culture sendiri bertajuk PAT(h)TERN ini mengisahkan seorang permaisuri raja yang gundah gulana sebab sang raja hendak menikah lagi. Berbagai perasaan sedih, bingung dan kecewa bercampur aduk, sang permasuri memutuskan untuk melukis dengan pola berupa titik-titik hujan di langit sebagai ungkapan kegalauannya. 

Dahulu dikisahkan, kain batik merupakan sebuah wadah tempat menuangkan ekspresi dan perasaan para perempuan pada jaman tersebut. Beragam ungkapan perasaan tercurah dengan indah pada setiap kain batik yang dilukis, misal kesedihan, kemarahan, dan perayaan kebahagiaan yang dituangkan dalam selembar kain batik. Setiap tahapan dalam proses membuat batik memiliki tantangan atau proses perjalanan batik tersendiri. Bukan hanya kain yang memiliki motif atau pola tertentu, Di balik setiap motif  terdapat kisah, ajaran, dan harapan tentang kehidupan.

Pementasan ini merupakan kolaborasi tari, video mapping, dan soundscape yang dikemas dengan moderen dan cerdas dalam upaya untuk mendefiniskan kembali wastra nusantara pada masa ini serta sebagai upaya untuk membangun minat generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, memiliki, dan menjaga nilai-nilai luhur seni budaya yang berkembang dinamis. 

Sebuah pagelaran seni seperti ini merupakan salah satu cara mencintai budaya yang harus tetap dikembangkan oleh para generasi muda agar tak hanya bangga mengenakan kain tradisional, namun juga paham mengenai riwayat asal dan muasal sejarah negeri sendiri agar meningkatkan rasa cinta tanah air dari segala aspek. 

 

(Picture Courtesy of Kawung Art Culture)

Komentar Anda
Keep going