Sukses

Lifestyle

4 cara elegan meredam amarah pasangan

Fimela.com, Jakarta Kalau pasangan sudah marah-marah, duh pusing jadinya. Apalagi kalau emosi sudah tak terkontrol, pertengkaran hebat pun bisa terjadi. Hubungan jadi terasa makin hambar. 

Saling pengertian memang kunci langgengnya sebuah hubungan. Adakalanya kita memang perlu lebih sabar dan pengertian saat pasangan sedang marah karena sebuah permasalahan yang dihadapinya. Apakah mudah? Hm... mungkin tantangannya memang besar. Tapi ada beberapa cara elegan yang bisa kita coba untuk meredam amarah pasangan.

1. Genggam tangannya

Ketika pasangan marah karena persoalan di kantornya misalnya, kita bisa coba jadi pendengar yang baik. Kita genggam tangannya. Tak perlu buru-buru menyela kata-katanya. Izinkan dia untuk bisa meluapkan beban di dadanya dan tunjukkan bahwa kita akan selalu ada untuk memberinya kenyamanan.

2. Tawarkan bantuan

"Apa yang bisa kubantu?" Coba tanyakan pertanyaan seperti itu. Tawarkan bantuan kita padanya. Tunjukkan bahwa kita juga peduli dengan perasaannya. Meski mungkin saat ini kita belum bisa langsung membantu menyelesaikan masalahnya, tapi dengan menawarkan bantuan ini kita menunjukkan bahwa kita peduli padanya.

3. Bantu mencari sisi positifnya

Ketika dia sudah tenang, kita bisa bantu dia untuk mencari sisi positif dari masalah yang dihadapi. Runut lagi akar masalahnya dan coba lihat dari sudut pandang berbeda. Kadang pasangan hanya butuh dibantu melihat hal baik dari masalah yang ada agar bisa kembali tenang.

4. Beri ia waktu untuk menyendiri

Pria seringkali perlu menyendiri untuk menenangkan diri ketika sedang dilanda masalah. Mengutip Beyond Mars and Venus, ketika seorang pria sedang stres atau tertekan, tubuhnya akan menghabiskan testosteron. Untuk memproduksi dan membangun kembali testosteronnya, dia perlu melakukan kegiatan yang bebas stres. Ada beberapa kegiatan yang bisa merangsang testosteron, seperti mengemudi, menonton pertandingan sepak bola, atau bermain game. Tak jarang kegiatan bebas stres yang dimaksud di sini adalah melakukan sesuatu seorang diri tanpa ditekan orang lain

“Selama berada di gua, seorang pria untuk sementara waktu memutus diri dari kegiatan yang menghasilkan estrogen untuk membangun kembali kadar testosteron,” tulis John Gray pada Beyond Mars and Venus. “Pada umumnya, dua puluh sampai tiga puluh menit kegiatan yang merangsang testosteron dalam konteks rileks dan bebas stres memungkinkan seorang pria membangun kembali kadar testosteron.” 

Kita bisa memberinya waktu untuk menyendiri sebentar. Tinggal bicarakan saja padanya dan tanya ia butuh waktu berapa untuk menenangkan dirinya.

Saat pasangan sedang marah atau emosinya meningkat, kita perlu lebih sabar dan pengertian. Terdengar mudah memang, tapi pada kenyataannya memang cukup sulit untuk dilakukan. Tapi demi menjaga keharmonisan hubungan, bukankah saling pengertian itu penting?

 

;
Loading