Sukses

Lifestyle

Ini Batas Wajar Pamer Kemesraan Bersama Pasangan di Media Sosial

Fimela.com, Jakarta Gisella Anastasia dan Gading Marten memang kerap terlihat romantis. Apalagi pada laman Instagram keduanya, mereka tidak pernah absen membagikan momen-momen kebahagian keluarga kecil mereka.

Namun, siapa sangka kemeseran tersebut tidak terjadi di dunia nyata. Setelah lima tahun membina hubungan dan dikaruniai satu anak, Gisel, sapaan akrab Gisella pun baru-baru ini justru melayangkan gugatan cerai terhadap Gading Marten. Perceraian itu terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 908/Pdt.G/2018/PN JKT/SEL.

Apa yang terjadi pada pasangan Gisel dan Gading, menjadi pelajaran untuk kita. Bahwa apa yang ada di media sosial, belum tentu terjadi di dunia nyata.

Bukan berarti kita tidak boleh mengunggah kebahagian bersama pasangan, namun menurut Psikolog, Ayoe Sutomo, M.Psi, sejauh tidak berlebihan dalam membagikan kebahagian tersebut, masih sah-sah saja membagikan kebahagian bersama pasangan di media sosial.

Batas wajar unggah kebersamaan dengan pasangan

Selain tidak berlebihan, Ayoe juga menyarankan untuk kamu memastikan bahwa unggahan tersebut tidak akan menggangu. Harus disadari, orang lain yang berkunjung ke halaman media sosial kita juga akan ikut menikmati.

Ayoe menambahkan, idealnya berbagi atau mengunggah apapun di media sosial haruslah bermanfaat. “Ketika kita membagikan sesuatu yang berlebihan, pada akhirnya tidak bermanfaatnya, hal itu sudah dibilang takaran yang berlebihan ketika kita memposting sesuatu,” ujar Ayoe, saat dihubungi Fimela.com, Kamis (22/11).

Terlalu banyak membagikan kebahagiaan bersama pasangan, bukan hanya merugikan orang lain. Melainkan pada hububgan kita sendiri.

“Ketika sedang bersama, justru banyak waktu dihabiskan untuk ngurusin postingan. Lagi pergi atau bersama justru jadi sibuk ambil foto trus posting, pikir caption abis itu ngeliat siapa yang like dan komen, bales komen waktu. Jadi kehilangan waktu kebersamaan di dunia nyata,” tambahnya.

Perlu diingat, apa yang ditampilkan di media sosial, tidak selalu mencerminkan apa yang ada di dunia nyata. “Jika kita lihat, wah keliatannya happy tapi belum tentu seperti itu, jadi lebih bijak lagi dalam melihat dan memaknai apa yang dilihat di media sosial.

Sebuah survey dari The Pew Research Center pun menunjukkan hasil yang bisa jadi bahan pertimbangan sebelum pamer foto mesra di media sosial:

  • 18 persen pasangan usia 18-29 tahun mengaku pernah bertengkar karena pasangan mereka terlalu sering mengakses media sosial.
  • 71 persen pasangan menikah jadi pengguna aktif media sosial.
  • 20 persen pasangan menikah mengaku, bahwa internet membawa dampak negatif.
  • 8 persen pasangan menikah mengaku, pernah bertengkar karena pasangan terlalu sering mengakses media sosial.
;
Loading