Sukses

Lifestyle

5 Alasan Susah Move On dari Cinta Masa Lalu Anda

Ladies, pasti Anda dulu pernah mencintai seseorang. Atau dulu Anda pernah menjalin hubungan dengan seseorang tapi kandas di tengah jalan. Atau malah Anda pernah naksir seseorang tapi tak pernah punya nyali untuk menyatakan perasaan Anda? Semua cinta masa lalu tersebut memang sudah jadi bagian dari kenangan lama Anda. Tapi tak bisa dipungkiri kalau seringkali kita lebih susah move on dari cinta masa lalu kita.

“Letting go doesn't mean that you don't care about someone anymore. It's just realizing that the only person you really have control over is yourself.”

― Deborah Reber, Chicken Soup for the Teenage Soul

Benar-benar melupakan orang yang dulu pernah jadi bagian penting dalam hidup itu bukanlah hal mudah. Semakin kita berusaha melupakannya, maka semakin kuat ingatan kita tentangnya. Bahkan bisa sampai terbawa dalam mimpi. Hmm... jadi gimana dong untuk mengatasinya? Untuk mengatasinya, kita harus tahu dulu apa penyebabnya. Dan, Vemale telah merangkum lima alasan kenapa kita masih sering susah move on dari sang cinta masa lalu kita. Siapa tahu alasan-alasan inilah yang membuat Anda selalu saja gagal move on.

(vem/nda)

Terlanjur Sayang dan Cinta

Wah, berat ya kalau alasannya karena sudah terlanjur sayang dan cinta. Anda sudah terlalu percaya pada seorang pria. Anda memberikan semua perhatian Anda padanya. Namun, ketika ternyata seseorang tersebut malah berkhianat atau berpisah dari Anda, maka perasaan sakit yang Anda rasakan akan makin berlipat.

Ladies, namanya proses dan jatuh bangun dalam cinta, pasti ada hal-hal yang terjadi di luar kontrol kita. Ada berbagai hal yang terjadi malah luput dari perkiraan kita. Apa yang kita inginkan tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Well, that's life. Jika dulu Anda sudah terlanjur sayang dengan seseorang, tak apa biarkan saja perasaan itu. Nanti ketika Anda sudah menemukan sosok yang lebih baik, maka secara perlahan, Anda bisa move on dengan sendirinya.

Terlalu Banyak Kenangan yang Sudah Dibuat

Misal, saat menjalin hubungan dengan si dia, dulu hidup Anda terasa sangat bahagia. Anda dan pasangan Anda saat itu sering menghabiskan waktu bersama. Melakukan banyak kegiatan bersama. Mendokumentasikan berbagai hal seru bersama. Hingga pada suatu titik, Anda harus berpisah darinya, maka semua kenangan yang ada menjadi semacam dinding yang membuat Anda susah untuk menembusnya. Anda terjebak dalam semua kenangan tersebut.

Hidup kita memang diisi dengan berbagai kenangan. Baik maupun buruk. Kenangan itu ada untuk membuat kita selalu merasa hidup. Menyadarkan diri kita kalau perjalanan hidup kita akan terus dipenuhi kenangan baru. Tinggal bagaimana Anda bersikap, mau berdamai dengan semua kenangan tersebut atau malah menyesali semua hal yang terjadi.

Perasaan Menyesal

"Aduh, kenapa sih dulu aku mencintainya."
"Kenapa dulu aku tak bersikap lebih baik padanya, ya."
"Mengapa aku harus mengenalnya."
"Jika saja dulu aku tak mengenalnya, mungkin sekarang aku baik-baik saja."

Perasaan bersalah dan menyesal ini juga bisa membuat Anda gagal move on dari cinta masa lalu Anda. Anda menyalahkan diri Anda atas apa yang telah terjadi. Anda malah menghakimi dan menghukum diri Anda sendiri. Anda juga menutup hati Anda dan membuat perangkap untuk diri sendiri di dalamnya.

But, you need to wake up, Ladies! Setiap orang juga punya penyesalannya masing-masing. Tapi apakah harus terus tenggelam dalam perasaan menyesal itu? Tentu saja tidak. Kenapa? Karena kita masih punya masa depan yang harus kita isi dengan hal-hal yang lebih baik.

Terlalu Sakit Hati

Dr Rajan Bhonsle, relationship counsellor yang tinggal di Mumbai, seperti yang dikutip dari idiva.com, berkata bahwa wanita adalah makhluk emosional. "Bagi kebanyakan wanita, proses jatuh cinta itu berjalan pelan dan perlahan. Ketertarikan wanita pada pria terbentuk beriringan dengan berjalannya waktu sampai ia benar-benar bisa jatuh cinta, mengenal, dan memahami sang pria. Wanita menaruh banyak harapan pada pria, itulah alasan kenapa hubungan kandas atau pengkhianatan bisa terasa sangat perih," papar Bhonsle.

Saat merasa sudah terlalu sakit hati, Anda bisa semakin susah move on. Karena Anda merasa apa yang Anda lakukan ke depan tidak akan memberi dampak baik untuk Anda. "Sudah sakit hati, ya sudah selamanya pasti ujung-ujungnya bakal sakit hati lagi," kira-kira begitu yang ada di pikiran Anda. Akibatnya Anda tak mau membuat diri Anda kembali bangkit. However, each woman deserves to get a happier love life after all.

Pengaruh Lingkungan Sekitar

Sudah mau move on, eh sahabat Anda terus saja mengompori Anda. Tadinya mau belajar untuk bangkit melupakan mantan kekasih, tapi dia malah pamer foto-foto kemesraannya dengan wanita lain di media sosial. Teman Anda masih sering bilang menyayangkan hubungan Anda yang kandas dengannya. Belum lagi dengan omongan, gosip, atau cibiran dari orang lain. Terkadang orang-orang di sekitar kita itu terlalu banyak mencampuri urusan kita, ya Ladies.

Bagaimana pun, yang menjalani hidup ini adalah diri Anda sendiri. Biarlah orang berkata apa. Yang penting Anda punya keyakinan dan kemantapan kuat untuk mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan. It's to moving on, Ladies! Saat kita sudah berani melangkah ke depan, maka pintu-pintu baru pasti akan terbuka dengan sendirinya. Termasuk pintu kehidupan cinta Anda yang baru.

;
Loading