Sukses

Lifestyle

Moms, Begini Cara Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Benar

Seorang ibu rumah tangga, biasa akan menjadi menteri keuangan dalam keluarga. Pemasukan dan pengeluaran uang diatur semua oleh istri.

Sayangnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan masih minimnya pertumbuhan literasi keuangan atau pemahaman tentang keuangan pada ibu rumah tangga.

Survei Nasional OJK 2016 mengungkap, tingkat melek finansial dan inklusi perempuan di Indonesia masing-masing hanya berkisar 25 persen dan 66,2 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tingkat melek finansial dan inklusi laki-laki sebesar 33 persen dan 69,6 persen.

Cara mengatur keuangan untuk ibu rumah tangga

Lalu bagaimana cara mengatur keuangan bagi para ibu? Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Sondang Martha Samosir mengatakan, seorang perempuan apalagi yang sudah menjadi istri harus paham tentang infoemasi finansial agar dapat mengatur keuangannya.

Sondang pun menyampaikan, OJK memiliki rumus keuangan 10,20,30,40. “OJK punya rumus mengatur keuangan, yaitu dengan persentase 100 persen maka perlu dibagi 10 persen uang jaga-jaga, 20 persen untuk menabung, 30 persen bayar utang, 40 persen untuk kebutuhan seperti memasak setiap harinya,” tutur Sondang saat ditemui dalam kampanye #ibuberbagibijak yang diselenggarakan oleh Visa, di Jakarta, Selasa (7/8).

Berkembangnya zaman, teknlogi pun semakin canggih. Para ibu kuga oerlu menyikapinya dengan bijak. Seperti menggunakan Financial technology (Fintech).

“Fintech harus dipahami oleh ibu rumah tangga, jangan dipakai hanya untuk kepentingan konsumsi tapi produksi,” paparnya.

Lebih lanjut Sondang mengatakan, pemahaman tentang keuangan sangat penting bagi ibu agar ibu pintar dan bijak mengelola keuangan keluarga.

“Memang harus pintar dalam keuangan, sebab masih banyak perempuan tidak paham manfaat produk yang mereka beli,” ungkapnya.

#ibuBerbagiBijak

Guna meningkatkan literasi keuangan bagi perempuan, Visa kembali meluncurkan kampanye #ibuBerbagiBijak.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, melanjutkan kesuksesan kampanye literasi keuangan, Visa bermaksud terus mengasah lebih banyak perempuan, khususnya para ibu agar dapat mengelola keuangan dengan bijak.

"Finansial literasi masih sangat rendah, perempuan dan laki laki masih ada gap, ini sebabnya kami melakukan kampanye khusus untuk perempuan," kata Riko.

Berdasarkan data yang dihimpun Visa, tingkat literasi keuangan perempuan jauh lebih rendah sebesar 25,5%, dibandingkan dengan laki-laki sebesar 33,2%.

Mengusung konsep "train the trainer" program tersebut akan dilaksanakan dari Juli hingga September yang terdiri dari serangkaian lokakarya dan aktivitas online melalui instagram. Program yang akan dibahas seperti membuat anggaran, menabung, dan mengatur pengeluaran yang bijak, hingga kiat-kiat mendapatkan penghasilan tambahan, serta tips keamanan dalam transaksi non tunai.

(vem/asp)
;
Loading