Sukses

Lifestyle

Mitos-Mitos Olahraga Saat Puasa Ramadan Beserta Faktanya

Fimela.com, Jakarta Puasa Ramadan membuat kita merasa mudah lelah dan tidak memiliki cukup energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Rupanya hal tersebut terjadi karena kita sering mengabaikan hal-hal terpenting yang mampu membangkitkan produktivitas tubuh kita selama Ramadan. 

Memiliki energi yang cukup bukan hanya untuk melakukan aktivitas fisik saja, melainkan juga beribadah. Terutama untuk menjalankan ibadah di waktu-waktu yang seharusnya menjadi jam istirahat seperti ibadah di pertiga malam. Untuk memastikan tubuh memiliki energi yang cukup saat berpuasa dan memiliki lebih banyak energi untuk ibadah, keluarga, dan pekerjaan, kita tidak bisa mengabaikan kebugaran fisik kita selama Ramadan meski saat ini kita hanya bisa melakukan semuanya di rumah sebagai dampak dari virus Covid-19.

 

Melansir dari muslimgirl.com ada tiga kesalahpahaman umum tentang olahraga saat berpuasa serta strategi praktis untuk membantu kamu dalam mencapai Ramadan yang sehat dan produktif.

 

 

Mitos 1 - Berolahraga di bulan Ramadan membuang-buang waktu

Menjaga tubuh melalui latihan fisik memiliki dampak besar pada kemampuan kita untuk beribadah dengan meningkatkan tingkat energi. Tubuh kita membutuhkan perawatan dan perhatian untuk melakukan yang terbaik.

Hidup sebagai seorang Muslim adalah tentang keseimbangan, termasuk mengalokasikan waktu setiap hari untuk berolahraga dengan cara yang mendukung tujuan ibadah kita. Jika kita terbiasa berolahraga di hari-hari biasa, tiba-tiba berhenti sepanjang bulan dapat menyebabkan beberapa konsekuensi negatif yang akan mencegah tubuh untuk bergerak maskimal Ramadan ini.

Intinya adalah olahraga di bulan Ramadan penting untuk tubuh dan kesehatan mental. Melatih kebugaran di bulan Ramadan akan membantu mencapai tujuan spiritual Ramadan yang lebih efektif. Jadi niatkan diri untuk berolahraga sehingga memiliki lebih banyak energi untuk mencapai tujuan spiritual dan dapatkan hasil terbaik dari bulan penuh berkah ini.

 

 

Mitos 2 - Berolahraga di bulan Ramadan tidak aman atau berbahaya  

 

Berolahraga di bulan Ramadan dapat benar-benar aman dan efektif. Memang benar, dehidrasi merupakan risiko nyata saat berolahraga di tengah puasa, namun, risiko ini dapat dengan mudah dikurangi dengan memilih waktu yang tepat untuk kapan berolahraga di bulan Ramadan. Memilih waktu latihan yang tepat adalah salah satu cara paling penting untuk memastikan keamanan selama beolahraga saat Ramadan.

Saat berolahraga di bulan Ramadan, pantau bagaimana respons perasaan dan tubuh kamu. Segeralah berhenti berolahraga jika tubuh memberikan respons tidak nyaman. Melatih fisik dan pengetahuan tentang tubuh adalah kunci untuk memastikan latihan yang aman dan menyenangkan di bulan Ramadan.

 

Mitos 3 - Tubuh membutuhkan istirahat di bulan Ramadan

Kebutuhan harian tubuh untuk aktivitas fisik tidak hilang di bulan Ramadan hanya karena kita tidak makan sepanjang hari. Selama Ramadan, kita harus berlatih sekitar 30 menit aktif per hari untuk meningkatkan energi, suasana hati, fungsi kognitif, dan produktivitas. Ini dapat mencakup waktu yang dikhususkan untuk berolahraga, serta peningkatan gerakan umum lainnya sepanjang hari.

Banyak orang masih kebingungan terkait jenis latihan apa yang terbaik dilakukan saat Ramadan. Ingatlah bahwa jenis latihan yang kamu lakukan akan sangat bergantung pada waktu latihan yang kamu pilih. Penelitian telah menunjukkan banyak aspek kinerja atletik, seperti melatih kontraksi otot, dan kekuatan, tidak terpengaruh oleh puasa. Pilih aktivitas latihan favorit yang dapat dengan mudah dilanjutkan di bulan Ramadan jika diatur dengan benar dan dengan beberapa modifikasi sederhana.

Penulis: Iffah Nurahmah 

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

Loading
Artikel Selanjutnya
Obati Kerinduan Mudik Lebaran dengan Menginap di Hotel Arsty
Artikel Selanjutnya
Dites Secara Acak Lebih dari 4000 Pemudik Positif COVID-19