Sukses

Lifestyle

Sering Perang Dingin dengan Pasangan, Tanda dari Toxic Relationship

Fimela.com, Jakarta Pertengkaran dengan hubungan mungkin jadi hal yang tidak mungkin tidak terjadi. Namun jika sampai perang dingin, apakah hal tersebut wajar bagi sebuah hubungan cinta?

Dilansir dari Purewow pada Kamis (16/7/2020) perang dingin atau yang dalam istilah disebut Stonewalling bisa menjadi bibit terciptanya toxic relationship. Bahkan jika dilakukan dalam jangka panjang, perang dingin bisa menjadi penyebab terjadinya perceraian.

Perang dingin atau stonewalling terjadi ketika pendengar menarik diri dari interaksi dan berhenti merespons pasangannya. Menurut mereka, daripada menghadapi masalah dengan pasangan mereka, lebih baik diam dengan berpaling dan bertindak sibuk. Seakan membangun tembok dengan pasangannya.

Bayangkan jika perang dingin ini terjadi dengan begitu lama. Meski tidak sedang terjadi masalah atau pertengkaran, bertindak saling diam tentu juga tidak mengenakan. Bahkan cenderung menjadi masalah berikutnya. Akhirnya hubungan tersebut berubah menjadi toxic

 

Tenangkan diri dulu

Stonewalling sendiri disebut sebagai respons aalami terhadap perasaan kelebihan psikologis. Dalam situs Gottman Insitute dijelaskan bahwa kamu bahkan mungkin tidak berada dalam kondisi mental untuk melakukan diskusi yang tenang dan rasional saat ini.

Sehingga daripada menarik diri saat terjadi pertengkaran, lebih baik siapkan rencana dan diri untuk menghadapi pasangan. Jika pasangan mulai mengomel dengan tindakanmu yang salah, tarik napas dalam-dalam dan katakan "Oke, aku merasa terlalu marah dan aku perlu istirahat. Bisa kita bicara nanti?"

 

Cara mengatasinya

Luangkan waktu sekitar 20 menit, bukan berhari-hari, untuk menenangkan diri. Lakukan sesuatu yang menenangkan seperti membaca buku atau berjalan-jalan.

Meski cukup sulit untuk membuat seseorang berhenti mengomel, kamu bisa melakukan pendekatan yang tenang untuk menjelaskan perasaan dan bagaimana perilaku pasangan justru malah merusak hubungan. Hal ini jauh lebih baik daripada pergi tanpa mengatakan apa-apa.

Jika pasangan menerima apa yang kamu utarakan, ini akan lebih baik lagi. Karena kamu dan pasangan sama-sama menemukan jalan tengah sekaligus membantu pasangan menjadi pribadi yang lebih baik.

Simak video berikut ini

#changemaker

;
Loading