Sukses

Lifestyle

6 Fakta Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menurut Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional

Fimela.com, Jakarta Vaksinasi Covid-19 telah dilaksanakan secara perdana pada tanggal 13 Januari yang telah diberikan kepada presiden RI yang didampingi oleh para petinggi serta perwakilan masyarakat, kemudian pada tanggal 14 Januari serentak mulai diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam merawat pasien Covid-19.

Selanjutnya tanggal 5 Februari 2021 terdapat penambahan indikasi untukpopulasi lansia >60 tahun, maka pada tanggal 8 Februari dimulai pelaksanaan vaksinasi kepada lansia. Kebutuhan vaksin Covid-19 dari Sinovac tidak akan mencukupi, sehingga diperlukan vaksin Covid-19 dariplatform lain, yaitu vaksin Covid-19 dengan platform non-replicating viral vector produksi AstraZeneca.

Sayanganya, tersiar kabar jika Keamanan Vaksin Covid-19 AstraZeneca diraguka karena laporan gangguan pembekuan darah (blood clot) pada tiga bets tertentu. Untuk memperjelas kesimpangsiuran tersebut, berikut adalah fakta Vaksin Covid-19 AstraZeneca dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional.

1. Vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat diberikan pada usia >18 tahun, sesuai dengan EUA yang telah diperbaiki pada interval dosis kedua menjadi 4 – 8 minggu atau 8 – 12 minggu. Namun, untuk pelaksanaan di lapangan secara operasional lebih tepat dipilih dengan interval 8 minggu.

2. Diperlukan kehati-hatian pada pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk usia lansia terutama dengan komorbid (dengan memperhatikan skrining menurut kriteria frailty/renta)

3. WHO-Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVs) dan EMA memutuskan bahwa,

o Vaksin Covid-19 AstraZeneca mempunyai lebih banyak manfaatnya daripada efek samping

o Gangguan pembekuan darah tidak ditemukan pada uji klinis vaksin AstraZeneca

o Tidak terdapat bukti bahwa kejadian tersebut berhubungan dengan bets tertentu

o Gangguan pembekuan darah merupakan kejadian yang sangat jarang terkait dengan vaksin

o Kejadian tersebut akan dipantau secara berkala untuk mendapatkan kesimpulan kausalitas

4. Diperlukan penguatan surveilans keamanan vaksin Covid-19 Platform Non-replicating Viral Vector (AstraZeneca) untuk memantau serious adverse event (SAE) maupun adverse event specialinterest (AESI)

5. Dosis, Kemasan dan Jadwal Pemberian

Setiap botol multi dosis berisi 5x1011 partikel virus (vp) dari (ChAdOx1-S a, b) dalam 5 mL. Satu dosis (0,5 mL) berisi 5x1010 vp dari (ChAdOx1-S a, b). Kemasan multidosis (5 ml) untuk 10 dosis, penyimpanan pada suhu 2-8 oC.

Dosis Covid-19 yang diberikan dua kali dengan interval 4-8 minggu atau pilihan lain 4-12 mingg. Cara pemberian secara intramuskular pada lengan kiri atas (deltoid) dosis 0.5 ml.

6. Isu Keamanan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Extra ordinary meeting WHOGlobal Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVs) Covid-19 Subcommittee dengan badan otoritas regulatori obat Eropa- European Medicines Agency (EMA) menjelaskan isu keaman vaksin ini.

• Tromboemboli (akibat gangguan pembekuan darah, koagulopati) merupakan kejadian medis yang sering dijumpai dan merupakan penyakit kardiovaskular nomor 3 terbanyak berdasarkan data global. Namun tidak ditemukan bukti peningkatan kasus ini setelah penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

• EMA memiliki sistem pemantauan risiko pasca pemasaran yang komprehensif dan melihat kemungkinan terjadinya KIPI langka, berupa gangguan pembekuan darah setelah penggunaan 20 juta vaksin Covid-19 AstraZeneca di Eropa, antara lain kejadian koagulasi intravaskular diseminata (disseminated intravascular coagulation /DIC) dan trombosis sinus venosus sentral (central venous sinus thrombosis /CVST). EMA akan terus melakukan kajian tentang kemungkinan kausalitas kasus ini dengan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

• EMA juga menekankan bahwa tidak ada permasalahan terkait kualitas vaksin Covid-19 AstraZeneca secara menyeluruh ataupun dengan bets tertentu.

• Vaksinasi Covid-19 tidak akan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan hal ain. Kesakitan dan kematian karena penyebab lainnya akan terus terjadi, walaupun telahdivaksinasi, namun kejadian tersebut tidak berhubungan dengan vaksin. Hingga saat ini manfaat vaksin Covid-19 AstraZeneca masih lebih besar dibandingkan risikonya.

• Beberapa negara Eropa yang semula menangguhkan vaksinasi menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca, telah memutuskan untuk melanjutkan kembali program vaksinasi dengan vaksintersebut, setelah mendapatkan penjelasan EMA dan mempertimbangkan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

#elevate women

Loading
Artikel Selanjutnya
Studi Membuktikan, Minum Teh Lengkuas Bisa Tingkatkan Kesuburan Pria
Artikel Selanjutnya
Tips Belanja Cermat saat Menghadapi Promo Tanggal Cantik